MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:31
Wajib Belajar di Rumah via Aplikasi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN - Perapan wajib belajar bagi siswa di rumah bagi peserta didik, perlahan hilang ditelan waktu. Namun, di masa depan, penerapan wajib belajar ini, akan ditekankan kembali oleh Disdikbud Tarakan melalui masing-masing kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yakni dengan menggunakan kecanggihan teknologi.

Kepada Radar Tarakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan Tajuddin Tuwo mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya pernah berupaya untuk menerapkan wajib belajar bagi siswa dalam rangka Tarakan menuju kota layak anak. “Program itu sudah lama sebenarnya. Tapi mungkin tidak sempat dilaksanakan dulu, sehingga terhenti dan kemungkinan akan dikembalikan kembali untuk diterapkan,” ungkapnya, Jumat (6/12).

Untuk diketahui, dalam program wajib belajar ini Disdikbud memberikan waktu selama 1,5 jam bagi siswa untuk belajar di rumah yang dimulai dari pukul 18.30 hingga 20.00 WITA. Hal ini dikatakan Tajuddin sebagai bentuk perhatian orang tua terhadap perkembangan minat belajar anak. Sebab sejatinya anak berada di rumah jauh lebih lama jika dibandingkan di sekolah. Pendidikan di dalam rumah juga berpengaruh pada sistem belajar anak.

“Dalam dunia pendidikan ini memang harus dikerjakan secara bersama-sama. Jadi tugas dan tanggung jawab Disdikbud dan seluruh perangkatnya adalah pada saat 6 jam belajar. Tapi anak lebih lama berada di rumah dan memiliki waktu 18 jam, makanya kami menyampaikan kepada orang tua siswa supaya lebih perhatian kepada anak,” jelasnya.

Saat ini, sistem pendidikan sekolah anak di Kota Tarakan pada kelas 1 SD dimulai pada pukul 07.00 hingga 10.00 WITA, sebab siswa SD cenderung lebih senang bermain sehingga menurutnya tidak perlu untuk belajar terlalu lama di sekolah. Sementara untuk kelas 2 SD hingga SMP, akan memulai proses belajar di sekolah pada pukul 07.00 hingga 13.00 WITA.

“Tapi sekarang ada sekolah yang double shift, makanya disesuaikan jam belajarnya,” tuturnya.

Melalui hal tersebut, Tajuddin menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan kepada pihak sekolah agar dapat memberikan penekanan siswa dapat melakukan program wajib belajar di rumah kembali. Tentang adanya aplikasi khusus yang diinisiasi oleh Telkom, kegiatan belajar siswa itu dapat dikontrol melalui Android secara langsung.

“Mudahan ini juga seiring dengan program smart city sehingga semua bisa berjalan sesuai harapan. Kata orang Telkom kemarin, sebaiknya siswa punya HP, tapi saya pikir ini tidak masalah sepanjang orang tua turut mengontrol penggunaan Android pada anak. Guru dan pihak sekolah bisa memberi pesan kepada orang tua jika ada hal yang berkaitan dengan sang anak,” ujarnya.

Orang tua menanggapi. Seperti Maria (30). Ia menilai tak masalah jika kebijakan itu diterapkan. Menurutnya sudah menjadi tugas orang tua untuk mendidik anak. "Baguslah kalau ada program itu, karena kalau enggak ada arahan dari sekolah, biasa anak-anak enggak peduli. Kalau ada arahan kan kita (orang tua) bisa memberi pemahaman kepada anak," ucapnya.

Maria merupakan seorang pekerja di salah satu salon kecantikan di Kota Tarakan. Ia bekerja dari pukul 12.00 hingga 19.00 WITA, sesekali dirinya bekerja dari pukul 11.00 hingga 19.00 WITA. Dengan begitu, menurutnya tentu harus menyisihkan waktu untuk anak. "Ya harus sisihkan waktu kalau begitu untuk mengajar anak," ujarnya.

 

SUDAH DIKENALKAN NASIONAL

Mengenai belajar via aplikasi bukanlah hal baru. Seperti yang diperkenalkan PT Extramarks Education Indonesia Oktober lalu. Kelas Pintar, platfrom edutech atau edukasi berbasis teknologi itu bahkan telah dikembangkan dengan berbagai fitur. Salah satunya fitur Tanya. Fitur tersebut merupakan layanan yang membantu siswa dari kelas 1 SD sampai 12 SMA (K-12) untuk bertanya dan mendapatkan jawaban langsung dari ahlinya.

Layanan ini didedikasikan untuk menjadi tempat bertanya bagi para siswa. Sekaligus untuk memberikan solusi atas pertanyaan yang muncul saat mereka melanjutkan proses belajar di luar jam sekolah.

Country Manager PT Extramarks Education Indonesia, Fernando Uffie mengatakan, saat ini, selepas sekolah, para siswa kebanyakan melanjutkan belajar di rumah. Namun, saat belajar di rumah, mereka kerap menemui kendala untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka. “Siswa terkadang mengalami kesulitan untuk mencari tempat bertanya karena orang tua terkadang sibuk, guru les tidak ada setiap saat, dan semakin bingung ketika mencoba mencari jawaban di internet. Inilah mengapa kami meluncurkan Tanya dari Kelas Pintar sebagai tempat bertanya yang bisa diandalkan para siswa,” jelas Fernando kepada Jawa Pos (Jawa Pos Group), Kamis 24 Oktober lalu.

Uffie mengungkapkan, Tanya dari Kelas Pintar difasilitasi para guru ahli pada masing-masing bidang pendidikan. Mereka ditugaskan khusus untuk menjawab pertanyaan siswa dan memastikan setiap jawaban sudah tepat serta sesuai dengan standar pendidikan yang belaku.

“Tenaga pengajar atau guru ahli di Kelas Pintar merupakan bagian dari tim akademik Kelas Pintar yang selalu siap untuk menjawab pertanyaan siswa. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 12. Dimana masing-masing tingkat dan bidang pendidikan, dikelola oleh guru-guru yang berbeda, sesuai dengan kompetensinya masing-masing, ” terang Uffie.

Fitur Tanya mulai tersedia di aplikasi Kelas Pintar pada 1 November 2019. Fitur tersebut bisa dimanfaatkan gratis bagi pengguna platform edutech Kelas Pintar. Platform Kelas Pintar sendiri tersedia di Google Play dan akan segara hadir di Apple Store.

Adapun caranya, untuk mulai mengirimkan pertanyaan, siswa hanya perlu membuka aplikasi Kelas Pintar lalu memilih menu Tanya. Setelah itu akan tampil pilihan subjek sesuai dengan kelas atau tingkat pendidikan. Selanjutnya siswa bisa mengirimkan pertanyaan berupa gambar atau foto dan akan menerima jawaban dalam kurun waktu maksimal 15 menit.

Untuk tahap awal, Tanya dari Kelas Pintar akan melayani pertanyaan yang dikirimkan pada rentang waktu pukul 18.00 sampai 21.00 pada hari Senin sampai Jumat. (shy/jpg/lim)

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 14:36

Mahasiswa Kaltara Terjebak di Wuhan

VIRUS corona terus menyebar ke sejumlah negara lain. Virus yang…

Senin, 27 Januari 2020 14:28

Selain Anggaran, Perlu Gerakan Kultural

  Sejumlah kawasan di Tarakan masih terus dilanda banjir ketika…

Senin, 27 Januari 2020 14:23

Sisa 30 KK di Posko Tanggap Darurat

TARAKAN - Hujan deras mengguyur Bumi Paguntaka, Minggu (26/1) membuat…

Minggu, 26 Januari 2020 11:44

Jusuf SK Serius Jadi Wakil Irianto?

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie…

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers