MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

KRIMINAL

Jumat, 06 Desember 2019 14:49
Buruh Bangunan Loloskan Sabu 17 Kg

Bandar Narkoba Pakai Ember Cat

SIDANG: FA saat digiring menuju ruang sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Selor, Kamis (5/12).

PROKAL.CO, SEORANG pria bekerja sebagai buruh bangunan menjadi pengendali narkotika jenis sabu-sabu lintas negara seberat 9 kilogram (kg). Ia telah meloloskan 3 kali penyelundupan sabu-sabu yang diduga berasal dari Malaysia dengan tujuan Sulawesi.

Pria berinisial SD akhirnya tertangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan. SD merupakan tersangka dari pengembangan yang dilakukan Polres Nunukan hingga ke Sulawesi. Ada 3 tersangka lain yang menjadi orang suruhan SD dalam penyelundupan tersebut.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro mengatakan, SD merupakan perpanjangan tangan dari AC. Seorang bandar narkoba yang diduga berada di Kota Kinabalu (KK). AC masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Nunukan. AC memerintahkan SD mencari seseorang yang bisa mengambil barang bukti sabu di Malaysia.

“Alhasil orang yang diketahui membawa sabu dari Tawau-Sabah, Malaysia ke Sebatik, yakni SM, KM dan AM. Ketiganya adalah kurir yang tertangkap di Jalan Pelabuhan dengan barang bukti sabu 9 kilogram,” ujar Teguh kepada sejumlah awal media ketika melakukan siaran pers di Mapolres Nunukan, Kamis (5/12).

Melakukan aksi mengendali kurir tersebut, SD diupah Rp 30-40 juta jika barang sampai ke pemesan. SD sendiri yang akan menjemput kurir-kurir tersebut jika berhasil sampai ke Sulawesi. Sementara 3 orang kurir yang dikendalikan, juga dijanjikan upah yang sama.

SD sudah meloloskan total 17 kg sabu dengan 3 kali penyelundupan. Pertama kali mengendalikan sabu seberat 2 kg dengan modus dimasukkan di dalam kaleng cat. Aksi kedua 7 kg, dan ketiga 8 kg, juga dengan cara yang sama. Aksi keempat gagal.

“Mereka melakukan aksinya hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam. Diiming-iming uang puluhan juga rupiah, baik SD dan tersangka lainnya rela dikendalikan dan menjadi kurir,” tambah Teguh.

Atas semua perbuatan tersangka, mereka terancam Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 (2) Undang-Undang (UU) RI No. 35 Tahun 2009 tentang Nakotika. Para tersangka melakukan tindakan pidana tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, sebagai perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan dan memiliki, menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 jenis sabu.

Tiga tersangka tertangkap, Selasa (26/11) lalu. Atas informasi dari masyarakat tentang adanya penumpang mencurigakan dari Malaysia, yang akan berangkat menuju Parepare, Sulsel.

SM diamankan di Sebatik. Di rumahnya dilakukan penggeledahan namun tidak ditemukan barang bukti. Petugas akhirnya lakukan interogasi terhadap SM, pada akhirnya didapatkan informasi KM dan AM sudah berada di Nunukan bersama barang bukti. KM dan AM pun dibekuk di salah satu rumah di Jalan Pelabuhan Baru, Nunukan Timur. Sabu ditemukan di dalam ember cat berukuran kecil dan besar. Setelah digeledah, di dalam ember cat ditemukan 9 bungkus diduga berisi sabu.

Sabu diketahui akan dibawa ke Sulawesi, personel Satreskoba akhirnya melakukan pengembangan hingga ke Sulwesi guna ungkap orang-orang yang terindikasi barang haram tersebut. SD dibekuk di Makassar, saat berencana mengambil barang yang dibawa KM dan AM. Pengembangan pun putus di SD. Jika barang sudah di tangan SD, SD selanjutnya menunggu perintah lebih lanjut dari AC. Namun, penangkapan SD diduga bocor dan komunikasi dengan AC terputus.

 

HUKUMAN MATI FOKUS BNN

Pengguna narkotika di tanah air terus meningkat. Berdasar data milik Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Januari sampai Desember tahun ini, angka pemakai narkotika naik 0,03 persen. Data itu juga menyebut pengguna narkotika di Indonesia saat ini mencapai 3,6 juta orang. Tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta, BNN mendeteksi peredaran narkotika masuk calon ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyampaikan hal itu usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD kemarin (5/12). ”Belakangan ada peningkatan di daerah tengah ke timur Indonesia,” ungkap dia. Jalur lintasan penyelundupan itu lewat Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kaltim. Menurut dia saat ini BNN tengah mengevaluasi temuan tersebut.  

Arman menyampaikan bahwa evaluasi dibutuhkan untuk memastikan temuan itu terkait dengan pemindahan IKN atau tidak.

”Sesuai dengan pengalaman, biasanya para bandar narkoba itu akan tetap melihat pasar,” terang dia. Pasar yang dimaksud adalah market besar di kota besar. Dia menyebut, belum lama instansinya berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika menuju calon IKN sebanyak seratus kilogram.

Menurut Arman, angka itu termasuk besar untuk penyelundupan narkotika ke Kalimantan Timur. ”Untuk daerah yang sementara ini masih kami lihat bukan merupakan daerah wisata atau industri,” ujarnya. ”Jadi, baru beberapa bulan ini ada peningkatan penyelundupan narkoba ke Kalimantan Timur,” tambah jenderal bintang dua Polri itu. Dia pun memastikan temuan tersebut bakal ditindaklanjuti.

Secara umum, Arman menjelaskan bahwa jalur penyelundupan narkotika paling rawan masih berada di wilayah perairan. Banyak penyelundup barang haram itu keluar masuk daerah tertentu melalui laut. Tujuannya mengelabui petugas. Sedangkan narkotika yang paling banyak beredar serta menjadi favorit konsumen di Indonesia ada tiga jenis. Yakni ganja, sabu, dan amfetamina atau lebih dikenal ekstasi.

Ketiga jenis narkotika itu, lanjut Arman, paling banyak dikonsumsi oleh pengguna di Indonesia. ”Tiga jenis itu mendominasi penyalahgunaan narkoba di Indonesia,” kata Arman. ”Terutama di kalangan anak muda atau generasi muda kita,” tambahnya. Data BNN memang menyebutkan, rentang usia pengguna narkotika saat ini mulai dari umur 15 tahun sampai 65 tahun. Sebagian besar pemakai ada di usia produktif.

Untuk itu, tindakan tegas dilakukan oleh BNN. Baik narkotika yang dikirim dari luar negeri maupun buatan dalam negeri. Namun demikian, dia menyatakan, bandar yang sudah ditangkap, diproses hukum, sampai dipenjara belum tentu langsung jera. Buktinya masih banyak di antara mereka bisa mengendalikan jaringan pengedar narkotika dari balik penjara. ”Itu salah satu permasalahan di lembaga permasyarakatan,” ujarnya.

Selain itu, masih kata Arman, banyak juga bandar dan pengedar yang proses hukumnya sudah tuntas namun tidak kunjung dieksekusi. Termasuk mereka yang sudah divonis mati. Kepala BNN Komjen Heru Winarko menambahkan, ada narapidana yang sampai tiga kali divonis mati namun ekskusi putusan tidak kunjung dilaksanakan. ”Tiga kali dihukuman mati, tidak mati-mati. Itu juga menjadi fokus kami,” tegasnya.

 

WARGA SAMARINDA DISIDANG

Kasus kakap lainnya akhirnya disidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, kemarin (5/12). Itu merupakan sidang perdana kasus penyelundupan sabu-sabu sebanyak 38 kilogram (kg) Sabtu 20 Juli.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Benny Sudarsono dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap terdakwa yakni AF (20), warga Samarinda.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Bulungan Andita menyampaikan, sidang perdana yang berlangsung yakni pembacaan surat dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU). AF didakwa Pasal 112 Ayat 2 subsider Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

AF yang  didampingi kuasa hukum tak mengajukan eksepsi saat sidang berlangsung. “Agenda sidang pembacaan surat dakwaan. Dari penasihat hukum tidak mengajukan eksepsi,” ucap Andita kepada Radar Tarakan,  Kamis (5/12).

Dijelaskan, agenda sidang selanjutnya yakni mendengarkan keterangan saksi. Dari JPU bakal menghadirkan sebanyak 3 orang saksi sesuai dengan berkas. “Sidang ditunda hingga dua pekan ke depan. Saksi ada tiga orang mudah-mudahan bisa hadir semuanya,” singkatnya.

Untuk diketahui, AF diamankan tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Polres Bulungan di Jalan Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor. Pelaku merupakan warga Samarinda yang bermukim di Kompleks Graha Indah, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia diamankan bermula dari informasi masyarakat terkait adanya pengiriman sabu dalam jumlah besar dari Tawau, Sabah, Malaysia. Dan untuk mengungkapkan rencana AF yang berperan sebagai kurir dan merupakan jaringan internasional membawa sabu sampai ke Samarinda setidaknya membutuhkan waktu selama satu bulan.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku yakni roda empat (R4) jenis minibus dengan nomor polisi KT 1538 WE. Sabu dikemas dalam plastik bening kemudian disimpan di dalam dua tas berbeda dengan total keseluruhan 38 bungkus. Dengan berat masing-masing 1 kg. (raw/shy/jpg/akz/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:55

Sedang Tidur, Bunga Digrepe-grepe, Pelaku Ditendang Hingga Terlempar

TANJUNG SELOR – Kasus predator anak kembali ditangani Satuan Reserse…

Jumat, 17 Januari 2020 14:14

Dua Bulan, Sabu Seberat 745 Gram Dimusnahkan

TARAKAN - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 14 Januari 2020 10:19

Dua Pencuri Sarang Burung Walet Dibekuk

TANA TIDUNG - Pemilik bangunan sarang burung walet harus ektra…

Kamis, 09 Januari 2020 15:04

JPU Hadirkan Dua Saksi

TANJUNG SELOR – Sidang kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat…

Sabtu, 04 Januari 2020 12:21

Penjambret Ponsel Dibekuk di Sebatik

NUNUKAN – Sempat menjadi buron usai melakukan aksinya sejak Desember…

Jumat, 03 Januari 2020 13:25

Hilang Sepekan, Ternyata Dibawa Kabur

TANJUNG SELOR – Awal tahun 2020, Polres Bulungan kembali menangani…

Sabtu, 21 Desember 2019 13:31

Modus Pinjam Motor Langsung Digadaikan

TANJUNG SELOR – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) mengamankan sepasang…

Selasa, 17 Desember 2019 15:09

Pedagang Burung Ketahuan Jualan Sabu

TARAKAN – Merasa penghasilannya tak cukup membiayai kehidupan sehari-harinya, TI…

Senin, 16 Desember 2019 11:29
Terpidana Kasus Sabu 3,9 Kg

Vonis Turun dari Hukuman Mati ke Seumur Hidup

TARAKAN - Terpidana kasus sabu 3,9 kg, Herman Tawau, diputus…

Kamis, 12 Desember 2019 12:05

Sebanyak 82,11 Gram Sabu Dimusnahkan

TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bulungan kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers