MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 04 Desember 2019 12:35
Kasus Angkut BBM Ilegal, Bea Cukai Masih Fokus Periksa Saksi
DITAHAN: Sejumlah kendaraan diduga pengangkut barang ilegal diamankan di KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan.

PROKAL.CO,

NUNUKAN –Pihak Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, masih terus mendalami sejumlah kasus dugaan barang-barang ilegal yang masuk tanpa dokumen. Setidaknya masih ada 3 kasus yang ditangani KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, yang ditarget akan rampung akhir Desember 2019, dalan pemeriksaan sejumlah saksi-saksinya.

Itu diungkapkan Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan (P2) KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Sigit Trihatmoko kepada media ini ketika ditanyakan perkembangan kasus-kasus tersebut. Tiga kasus tersebut, yakni kasus ratusan pakaian bekas (rombengan,Red) ilegal yang diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 600/Modang, penggagalan pengiriman pakaian bekas oleh KP Enggang 4016 dibawah perintah Direktorat Polisi Air Baharka Polri (Ditpolair) dan 6 truk yang diduga membawa pakaian bekas dan sembako ilegal.

“Ya, semua masih terus kami dalami, meskipun sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka dari kasus yang ada, namun masih ada dugaan pelanggaran-pelanggaran lainnnya yang masih harus kita buktikan lagi dengan keterangan sejumlah saksi-saksi,” ujar Sigit.

Dari kasus pakaian bekas ilegal tangkapan Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modang, sebelumnya sudah diperiksa 11 saksi, yang menjadikan 1 orang tersangka yakni kernet truk yang membawa barang ilegal tersebut.

“Untuk sopir, sudah kami lakukan pemanggilan, jika memang tidak kooperatif, akan kami jemput paksa, karena kapan pun kami temukan, tetap akan jadi tersangka karena perbuatannya masih melekat, proses hukumnya tetap akan dimulai dari nol,” tegas Sigit.

Kasus kedua, sejauh ini pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Sudah ada indikasi unsur pidana di dalam kasus tersebut, namun pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail, karena masih dalam tahap penyelidikan.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 06 Agustus 2020 09:56

BB Penyelundupan Dimusnahkan

 NUNUKAN - Pasca menggagalkan masuknya media pembawa Hama Penyakit Hewan…

Selasa, 04 Agustus 2020 10:02

Penyaluran JPS Tahap II di Nunukan Terhambat

NUNUKAN – Bantuan jaring pengaman sosial (JPS) tahap II masih…

Sabtu, 01 Agustus 2020 11:40

Sabu Disimpan di Lubang Dubur, Ketahuan Juga...!!

NUNUKAN - Tiga orang tersangka kurir sabu jaringan internasional yang…

Kamis, 30 Juli 2020 18:07

Door to Door, Satgas Pamtas Ajar Murid Baru

NUNUKAN - Kepedulian Satgas Pamtas Yonif 623/BWU terhadap pendidikan anak-anak…

Kamis, 30 Juli 2020 17:58

Populasi Kerbau Krayan Terus Menurun

NUNUKAN – Dari tahun ke tahun populasi kerbau Krayan terus …

Kamis, 30 Juli 2020 17:38

Deklarasi ‘Amanah’, Hanura-Golkar Solid

NUNUKAN - Pasangan Calon (Paslon) Hj. Asmin Laura Hafid -…

Rabu, 29 Juli 2020 11:50

Sapi Lokal Cuma Dihargai Rp 12 Juta, Cuma Banyak yang Tak Minat

NUNUKAN - Pandemi memengaruhi masuknya hewan kurban ke Nunukan menjelang…

Rabu, 29 Juli 2020 11:48

Yang Zona Hijau, Pelajar Masuk Sekolah Dilakukan Bertahap

NUNUKAN - Memasuki zona hijau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Rabu, 29 Juli 2020 09:56

Mayat Laki-laki dalam Karung Ditemukan di Pantai Sebatik

NUNUKAN - Sesosok mayat laki-laki ditemukan warga sekitar di Pantai…

Selasa, 28 Juli 2020 13:05

Mantan Dosen Selundupkan Sabu 7 Kg, Mau Dibawa ke Sulawesi

NUNUKAN – Personel Satgas Pamtas Yonif 623/BWU menggagalkan percobaan penyelundupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers