MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Desember 2019 13:45
Anak Berkebutuhan Khusus Duduk di Kursi Bupati

Yansen TP: Mereka Bagian dari Indonesia Juga

JADI PEJABAT: Salah seorang anak berkebutuhan khusus duduk di kursi kerja Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si ditemani Bupati dan guru serta murid SLB Negeri Malinau saat melakukan kunjungan dalam rangka Hari Disabilitas Internasional, Senin (2/11) di Ruang Kerja Bupati Malinau.

PROKAL.CO, MALINAU – Mata Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si tampak memandangi satu per satu anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Malinau yang mengunjunginya di ruang kerjanya, Senin (2/12). Sesekali ia tampak menahan rasa haru dan terlihat juga bangga, sebab anak-anak tersebut punya semangat dalam menjalani kehidupan.

Diwawancarai usai menemui murid dan guru SLB yang berkunjung dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, Bupati menegaskan bahwa sebagai anak bangsa, anak berkebutuhan khusus atau kaum difabel juga mempunyai kesempatan yang sama dalam membangun bangsa. Mereka tidak dibeda-bedakan dan malah mereka harus mempunyai perhatian khusus sebagai anak bangsa. Terlebih, saat ini Presiden RI. Ir. Joko Widodo juga punya staf khusus dari kaum difabel.

“Saya kira ini kan satu hal yang kita harus pahami bahwa penduduk Indonesia itu dengan kebutuhannya masing-masing. Ada difabel, karena bukan kemauan mereka, karena kondisi bawaan mereka, tetapi kan mereka bukan bagian yang terpisah dari kita, mereka bagian dari Indonesia juga, harus kita bangun juga,” tegas Bupati Malinau Yansen TP.

Sebab, kata Bupati, mereka punya potensi dan kecakapan serta bakat tersendiri. Itu ia lihat langsung dari hasil-hasil lukisan dari Siti Rahmadia yang merupakan salah satu siswi SLB Negeri Malinau. Lukisannya, kata Bupati, indah luar biasa dan tak kalah dengan yang lain. Karena itulah, menurutnya itu harus dibangun dan dibina. Ini, lanjutnya, menjadi penyemangat bagi yang lain, terlebih bagi yang tidak berkebutuhan khusus atau normal, harusnya bisa lebih baik.

“Nah ini menurut saya makna yang paling mendasar untuk kita sekarang. Mari kita mengangkat harkat dan martabat mereka. Manusia itu sama di mata pemerintah, lebih-lebih di mata Tuhan. Sama, tidak ada yang berbeda,” tegasnya lagi.

Bupati mengharapkan, karena kebutuhan mereka berbeda, maka jangan dipersoalkan. “Saya terus terang melihat mereka saya malah jadi terhibur juga mendapatkan pengalaman melihat tingkah laku mereka begitu,” ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi guru-guru yang mendidik dan membina mereka. Bupati menganggap guru-guru SLB Negeri Malinau luar biasa karena mampu mendidik dan membina dengan kesabaran penuh kesabaran. “Tidak mudah orang begitu (menjadi guru SLB). Tapi kalau mereka disuruh ke sekolah yang normal, mungkin tidak sanggup juga dia, jadi memang dunia mereka sudah begitu. Jadi untuk itu saya harapkan mereka tetap semangat,” ucap Bupati.

Terpisah, di tempat yang sama, Wakil Kepala Sekolah SLB Negeri Malinau Sri Sundari saat ditanya terkait perhatian pemerintah sekarang terhadap kaum disabilitas, terutama saat Presiden menetapkan salah satu staf khususnya dari kaum difabel, sebagai pendidik anak-anak berkebutuhan khusus, ia mengaku terharu dan berharap itu juga terjadi sampai ke daerah-daerah.

“Saya sangat terharu. Sekarang dengan pak Presiden kan sudah mengakui semua, semua tidak ada perbedaan, anak berkebutuhan khusus kah, atau bukan, yang penting kan bisa memajukan bangsa, tidak membeda-bedakan. Saya sangat salut, sangat senang sekali. Ya semoga nanti sampai ke bawah-bawah bisa membawa nilai positif untuk anak-anak kami,” katanya.

Selain itu, ia juga merasa bangga atas perhatian Bupati Malinau selama ini terhadap SLB Malinau dan ia berharap kedepannya juga ada anak-anak berkebutuhan khusus ada di pemeritahan daerah. “Insya Allah. Semoga. Itu harapan kita,” ucapnya.

Pada kesempatan kunjungan itu, Bupati Malinau berfoto bersama dengan para guru dan murid SLB Negeri Malinau, Bupati juga mendapat cenderamata berupa lukisan dan tempat tisu hasil karya-karya anak SLB. Bupati pun mempersilakan satu anak atas nama Ferdi Irawan untuk duduk di kursi kerjanya dan memberikan sebuah bolpoin seolah lagi bekerja membuat disposisi. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers