MANAGED BY:
KAMIS
01 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Desember 2019 10:16
IDI Usulkan Kenaikan Gaji bagi Spesialis

Menyikapi Formasi CPNS yang Sepi Peminat

BUTUH SOLUSI: Peminat formasi dokter spesialis pada CPNS Pemprov Kaltara minim. Butuh solusi atas masalah yang ada.

PROKAL.CO,

TARAKAN – Minimnya peminat pada formasi dokter spesialis calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tahun ini sudah diprediksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara. dari 25 formasi dokter spesialis, hanya 2 formasi yang terisi yakni dokter spesialis kulit dan kelamin dan dokter spesialis orthopedi.

Ketua IDI Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, ada beberapa faktor sehingga formasi dokter spesialis sepi peminat. Salah satunya  terkait persoalan gaji yang diterima dokter PNS yang nilainya jauh di bawah dokter kontrak.

“Saat ini gaji dokter PNS dengan gaji dokter kontrak sangat jauh perbedaannya, untuk gaji dokter PNS baru ditambah dengan TPP hanya sekitar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta, sementara untuk gaji dokter kontrak yang tidak memiliki TPP bisa mencapai Rp 15 juta,” tuturnya, Senin (2/12).

Untuk bisa menyamai gaji dokter kontrak tersebut, dokter PNS harus bisa meraihnya setelah mengabdi sekitar 15 hingga 20 tahun. “Harus mengabdi sekitar 15 hingga 20 tahun baru mendapatkan penghasilan di atas Rp 15 juta, itu pun digabung gaji dan TPP baru,” ungkapnya.

Adanya keharusan mengabdi di daerah juga menjadi menjadi pertimbangan dokter spesialis mendaftar CPNS. “Kalau dokter kontrak memiliki jangka waktu sesuai dengan kontraknya, setelah habis dia bisa memilih melanjutkan atau tidak, biasanya kalau dokter tersebut tidak nyaman biasanya memilih pindah dan mencari tempat lain yang dirinya anggap nyaman. Berbeda bila sudah menjadi PNS, mau tidak mau, suka tidak suka dokter tersebut harus mengabdi di daerah tempat dia mendaftar menjadi PNS,” ungkapnya.

Terkati persoalan gaji, pihaknya sudah melakukan pembahasan agar ke depan gaji dan tunjangan dokter PNS lebih tinggi dibandingkan dokter kontrak. Ini akan menjadi daya tarik agar dokter spesialis ikut penerimaan CPNS.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 14:18

Tiga Pasar di Tarakan Disidak

TARAKAN – Sebagai upaya menjaga mutu komoditi perikanan yang didistribusikan…

Rabu, 30 September 2020 11:02

Tiga Kali Daya Listrik Dinaikkan Tanpa Ganti Instalasi

TARAKAN - Unit Inafis Satreskrim Polres Tarakan melakukan oleh Tempat…

Rabu, 30 September 2020 11:00

Mau Daftar KPPS? KPU: Harus Rapid Test

TARAKAN – Sesuai tahapan Pilkada Serentak 2020, jadwal pembentukan Kelompok…

Rabu, 30 September 2020 10:57

Selama Pandemi, Ekspor dan Impor Turun

TARAKAN - Semenjak Malaysia memberlakukan lockdown pada akhir Maret lalu,…

Selasa, 29 September 2020 10:08

LSI Denny JA: Irianto Masih Unggul Jauh

TARAKAN - Dr. H. Irianto dinilai paling mampu urus ekonomi.…

Selasa, 29 September 2020 10:05

Longsor di Tarakan, 11 Meninggal, Maria dan Intan Kehilangan Tiga Keluarga

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak pukul 00.30…

Selasa, 29 September 2020 10:02

Diduga Korsleting Listrik

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi di Jalan Hang Tuah, RT…

Senin, 28 September 2020 13:03

Melihat Aktivitas Warga Binaan Lapas Kelas II-A Tarakan (3-habis)

Pernah berbuat kesalahan fatal di masa lalu, bukan berarti akhir…

Senin, 28 September 2020 12:53

Masih Ada Aktivitas Balapan Liar Selama Pandemi

TARAKAN - Selama pandemi Covid-19, Satlantas Polres Tarakan masih menemukan…

Senin, 28 September 2020 12:10

BREAKING NEWS!! Jumlah Korban Meninggal Sudah Mencapai 14 Jiwa

TARAKAN -  Data korban yang meninggal akibat bencana longsor di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers