MANAGED BY:
MINGGU
26 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 03 Desember 2019 10:16
IDI Usulkan Kenaikan Gaji bagi Spesialis

Menyikapi Formasi CPNS yang Sepi Peminat

BUTUH SOLUSI: Peminat formasi dokter spesialis pada CPNS Pemprov Kaltara minim. Butuh solusi atas masalah yang ada.

PROKAL.CO, TARAKAN – Minimnya peminat pada formasi dokter spesialis calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tahun ini sudah diprediksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara. dari 25 formasi dokter spesialis, hanya 2 formasi yang terisi yakni dokter spesialis kulit dan kelamin dan dokter spesialis orthopedi.

Ketua IDI Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, ada beberapa faktor sehingga formasi dokter spesialis sepi peminat. Salah satunya  terkait persoalan gaji yang diterima dokter PNS yang nilainya jauh di bawah dokter kontrak.

“Saat ini gaji dokter PNS dengan gaji dokter kontrak sangat jauh perbedaannya, untuk gaji dokter PNS baru ditambah dengan TPP hanya sekitar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta, sementara untuk gaji dokter kontrak yang tidak memiliki TPP bisa mencapai Rp 15 juta,” tuturnya, Senin (2/12).

Untuk bisa menyamai gaji dokter kontrak tersebut, dokter PNS harus bisa meraihnya setelah mengabdi sekitar 15 hingga 20 tahun. “Harus mengabdi sekitar 15 hingga 20 tahun baru mendapatkan penghasilan di atas Rp 15 juta, itu pun digabung gaji dan TPP baru,” ungkapnya.

Adanya keharusan mengabdi di daerah juga menjadi menjadi pertimbangan dokter spesialis mendaftar CPNS. “Kalau dokter kontrak memiliki jangka waktu sesuai dengan kontraknya, setelah habis dia bisa memilih melanjutkan atau tidak, biasanya kalau dokter tersebut tidak nyaman biasanya memilih pindah dan mencari tempat lain yang dirinya anggap nyaman. Berbeda bila sudah menjadi PNS, mau tidak mau, suka tidak suka dokter tersebut harus mengabdi di daerah tempat dia mendaftar menjadi PNS,” ungkapnya.

Terkati persoalan gaji, pihaknya sudah melakukan pembahasan agar ke depan gaji dan tunjangan dokter PNS lebih tinggi dibandingkan dokter kontrak. Ini akan menjadi daya tarik agar dokter spesialis ikut penerimaan CPNS.

“Jadi misalnya sekarang gaji dokter kontrak Rp 15 juta, ke depannya gaji dan TPP dokter PNS di atas dokter kontrak, sekitar Rp 18 juta, hal ini sudah kami rumuskan dan akan usulkan ke Pemprov Kaltara,” tuturnya.

Kebutuhan dokter spesialis di Indonesia saat ini masih tinggi, sehingga tidak heran masih banyak dokter spesialis yang enggan menjadi dokter PNS dan memilih menjadi dokter kontrak.

“Mereka lebih memilih menjadi dokter kontrak karena tidak ada ikatan, ketika masa kontrak habis mereka bisa memilih mau melanjutkan atau tidak. Biasanya kalau ada tawaran atau tempat yang lebih nyaman, mereka memilih tidak melanjutkan kontrak di situ lagi,” ungkapnya.

Terlepas dari hal tersebut, menjadi dokter PNS ataupun menjadi dokter kontrak merupakan pilihan masing-masing individu, terlepas dari hal tersebut mereka tujuannya pasti sama untuk memberikan kesehatan kepada masyarakat.

“Cuma jalannya saja, mau dokter PNS atau dokter kontrak mereka sama-sama tujuannya juga untuk mengabdi menyehatkan masyarakat Indonesia,” ujarnya. (jnr/lim)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 15:36

Korban Kebakaran Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

Bantuan dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers