MANAGED BY:
JUMAT
10 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 30 November 2019 10:28
DPRD Beri Catatan, BPJS: Butuh Sosialisasi Lebih
Achmad Djuprie

PROKAL.CO, TARAKAN - Terkait banyaknya keluhan masyarakat terhadap penggunaan layanan jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat (JKN-KIS), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara pun mengunjungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tarakan, kemarin (29/11).

Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Achmad Djufrie mengungkapkan kunjungan mereka merupakan monitoring sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap layanan BPJS.

“Tadi kami sudah memaparkan keluhan-keluhan masyarakat yang kami tampung kepada BPJS. Tadi kami meminta adanya unit BPJS yang ditempatkan di RSU (rumah sakit umum) sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan koordinasi,” ujarnya, kemarin (29/11).

Besar harapan agar BPJS melakukan terobosan baru dalam memaksimalkan pelayanan guna mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan layanan JKN-KIS. Meski menurutnya selama ini BPJS telah memiliki terobosan baru, namun hal tersebut dinilau belum cukup maksimal. Mengingat banyak masyarakat yang belum mengetahui terobosan tersebut.

“Selain itu, kami mencoba mendorong BPJS untuk meningkatkan layanan online untuk menghindari antre yang membeludak. Sehingga masyarakat tidak terlalu lama dan terlalu banyak mengantre. Kalau pun sistem online sudah ada seharusnya sosialisasinya ditingkatkan lagi,” tukasnya.

DPRD kembali meminta agar BPJS dapat menempatkan petugas di rumah sakit. “Kami juga meminta unit loket lagi untuk melakukan pendaftaran peserta atau pasien yang mau berobat. Ini bagian dari reses kemarin. Itu kemudian kami menerima keluhan ini,” ucap Achmad.

Sekretaris Komisi VI DPRD Kaltara Markus Sakke mengakui jika kepesertaan JKN-KIS meningkat. Meski di beberapa wilayah mengalami penurunan dalam persentase. Hal tersebut dibuktikan dengan cakupan partisipasi masyarakat pengguna JKN mencapai 95 persen dari jumlah penduduk Kaltara.

“Kalau melihat data yang dipaparkan oleh BPJS, itu sudah ada daerah yang sudah mencapai 100 persen dan kemudian turun menjadi 90 persen, itu mungkin iurannya yang tidak lancar dibayar. Tapi secara keseluruhan mengalami peningkatan. Mungkin karena faktor penambahan penduduk di Kaltara juga. Oleh karena itu kami akan tetap evaluasi. Kalau ada masyarakat yang tidak mampu membayar nanti akan dibayarkan oleh pemerintah kabupaten/kota,” tukasnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, dr. Wahyudi Putra Pujianto menuturkan beberapa catatan DPRD telah ada dalam program BPJS. Hanya, diakui program tersebut belum dapat berjalan maksimal. Mengingat terbatasnya sosialisasi.

“Kalau untuk pembentukan pendaftaran online dan sosialisasi itu sudah, cuma mungkin harus dimaksimalkan lagi khususnya sosialisasinya. Karena menurut kami masih banyak masyarakat yang masih belum mengetahui ada pendaftaran JKN secara online,” ungkapnya.

Lanjutnya, terkait keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan layanan di rumah sakit saat mengalami kendala, ia menuturkan jika pihaknya memiliki unit yang siap membantu masyarakat.

“Masyarakat harus ke mana saat di RS, kami sampaikan sebenarnya kami sudah mempunyai unit di rumah sakit, namanya unit PIPP (pemberian informasi dan penanganan pengaduan). Petugas  di unit itu bernama P3RS yaitu pengelola penanganan pengaduan peserta di rumah sakit. Cuma memang mungkin belum optimal. Ini memang menjadi PR  kami untuk mengoptimalkan PIPP ini, supaya lebih bisa digunakan masyarakat lebih maksimal. Ke depannya kami akan menempelkan poster informasi pelayanan PIPP di beberapa titik di RSU supaya orang bisa tahu,” ujarnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Kamis, 09 April 2020 14:13

Peluang Kesembuhan Pasien Positif Besar

PASIEN dalam pengawasan (PDP) di Tarakan sebanyak 5 orang dan…

Kamis, 09 April 2020 14:01

Penggunaan Masker Kain Dianjurkan

DI masa ini, penggunaan masker menjadi hal yang penting bagi…

Kamis, 09 April 2020 12:19

Penumpang Laut dan Udara Dibatasi

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana membatasi angkutan penumpang…

Kamis, 09 April 2020 12:17

Lagi, Rapid Test 4 Eks Jemaah Positif

BERTAMBAHNYA jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tarakan, membuat tim…

Rabu, 08 April 2020 12:37

Angkutan Penumpang Laut dan Udara Dibatasi, Hanya Boleh Angkut Ini...

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana membatasi angkutan penumpang…

Selasa, 07 April 2020 13:14

Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah Dilakukan Persuasif

TARAKAN - Semakin luasnya penyebaran Covid-19 di Kaltara, tentunya membuat…

Selasa, 07 April 2020 13:13

Manfaatnya Dirasakan hingga ke Nunukan

TARAKAN - Hingga Senin pagi, Kodim 0907/Tarakan telah menyalurkan 12…

Selasa, 07 April 2020 13:10

Edi Ladahiya Wafat Usai Lakukan Penyemprotan

RT siaga, itulah salah satu bentuk upaya para ketua rukun…

Selasa, 07 April 2020 10:34

Waspada, Ada Tim Penyemprotan Disenfektan Palsu, Mereka Menghipnotis

 TARAKAN – Rabu (1/4) lalu, warga Tarakan sempat dibuat gelisah…

Selasa, 07 April 2020 09:19

Dari Reporter Menjadi Direktur

Menjabat direktur utama (dirut) dalam sebuah perusahaan umum daerah (perumda)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers