MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 30 November 2019 09:48
Upaya Pembebasan WNI yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Indonesia-Filipina Bertemu

Jokowi Minta Presiden Duterte Selamatkan WNI

MASIH DISANDERA: Potongan video tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf yang beredar di media sosial.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City, Filipina hingga saat ini terus berkoordinasi dengan aparat serta tokoh di Filipina untuk mencari jalan terbaik agar dapat membebaskan tiga korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf.

Konsul Pelaksana Fungsi Konsuler II KJRI Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia M. Muhsinin Dolisada menyampaikan, sebelumnya Kamis (28/11), Pemerintah Indonesia juga telah bertemu dengan Pemerintah Filipina. Dari hasil pertemuan itu ada beberapa langkah yang akan dilakukan dalam upaya pembebasan, salah satunya terus berusaha berkoordinasi dengan majikan pemilik kapal yang diculik.

“Sampai saat ini kami masih sulit untuk bisa bertemu dengan majikan. Tapi akan tetap terus kita upayakan mencari keberadaan majikan tersebut,” kata Muhsinin kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon pribadinya, Jumat (29/11).

Sedangkan untuk koordinasi di Filipina, telah dilaksanakan oleh perwakilan KJRI yang ada di Filipina. KJRI Sabah juga akan terus memantau serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di Malaysia agar kejadian penculikan nelayan RI yang bekerja di Sabah tidak terulang lagi.

“Yang pasti pengamanan akan lebih ditingkatkan lagi, apalagi kejadian seperti ini bukanlah kali pertama terjadi,” bebernya.

Menyoal tebusan apakah tetap dibayar atau tidak, pihaknya masih enggan untuk berkomentar. Namun, upaya pembebasan akan tetap terus dilakukan antara Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Filipina. “Secara detail hasil pertemuan saya tidak bisa sampaikan, yang pasti sudah ada pertemuan. Untuk korban, informasi terakhir yang kami terima dalam kondisi baik,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan KJRI Kinabalu, Krishna Djelani mengatakan, sampai saat ini KJRI terus melakukan pendekatan kepada keluarga korban penyanderaan. Selain melakukan pendekatan, pihaknya juga terus berupaya bertemu dengan majikan.

“Kami berharap majikan bisa bertanggung jawab, karena korban ini disandera saat bekerja, jadi sudah seharusnya majikan yang bertanggung jawab,” ungkap Krishna kepada Radar Kaltaramelalui sambungan telepon pribadinya, kemarin (22/11).

Namun, untuk bisa meminta pertanggung jawaban kepada majikan bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, sampai saat ini KJRI belum juga bisa bertemu dengan majikan tersebut. “Kita sudah mendatangi kantor. Tapi tetap saja majikannya tidak ada,” sebutnya.

Bahkan KJRI juga telah meminta bantuan kepada Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk mencari tahu keberadaan majikan tersebut. Namun, tetap saja upaya itu belum membuahkan hasil. “Sampai sekarang kami belum bisa bertemu dengan majikannya,” ujarnya.

Selain meminta majikan untuk bertanggung jawab, KJRI juga meminta agar gaji ketiga korban penyanderaan tetap diberikan kepada keluarga. “Dari keterangan keluarga, memang sempat diberikan bantuan sebesar RM (Ringgit Malaysia) 300 (sekitar Rp 1 juta). Tapi hanya sekali saja,” sebutnya.

Sepekan yang lalu, korban sempat berkomunikasi dengan keluarga. Dan korban menyampaikan bahwa ketiganya diperlakukan dengan baik dan diberikan makanan. “Alhamdulillah, mereka dalam kondisi sehat dan kami akan terus berupaya agar ketiganya bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Seperti diketahui, untuk membebaskan ketiga WNI, Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27) dan Samiun Maneu (27) kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar 30 juta peso Filipina atau sekitar Rp 8,3 miliar.

Hal itu disampaikan salah satu korban melalui video yang berdurasi berdurasi 44 detik yang beredar di media sosial. Di dalam video itu ketiga korban juga meminta tolong kepada majikan maupun Presiden untuk membebaskan mereka dari kelompok bersenjata tersebut.

Sementara itu, Presiden Jokowi pun sudah membahas masalah ini dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. “Kemarin saya berkesempatan bertemu Menteri Pertahanan Filipina saat KTT ASEAN RoK (Republic of Korea). Presiden juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina, Duterte," kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi telah meminta bantuan otoritas Filipina untuk berupaya membebaskan tiga WNI dengan selamat. "Dan itu direspons dengan baik oleh mereka," jelasnya.

Tiga WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf saat melintas di perairan Sabah, Malaysia. Ketiganya dibawa paksa ke gugusan Kepulauan Tawi-Tawi di Filipina bagian selatan dan kemudian ke markas kelompok Abu Sayyaf di Jolo. (*/jai/jpg/eza)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 10:54

Siap-Siap Abadikan Gerhana Matahari Cincin!

FENOMENA gerhana matahari cincin (GMC) kembali terjadi di Indonesia dan…

Selasa, 10 Desember 2019 10:38

Seluruh Dukungan Jalur Perseorangan Diverifikasi Faktual

TANJUNG SELOR – Sejumlah ketentuan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Selasa, 10 Desember 2019 10:33

Transportasi Online Wajib Kantongi Izin ASK

TANJUNG SELOR – Dinas Pehubungan (Dishub) Kaltara melakukan pemeriksaan terhadap…

Selasa, 10 Desember 2019 10:31

Biar Mulus..!! Jalan Menuju Pelabuhan Feri Diguyur Rp 16,5 Miliar

TANJUNG SELOR – Di tahun 2020 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

Senin, 09 Desember 2019 13:38

Kerusakan Jembatan Salimbatu Makin Parah

TANJUNG SELOR – Sejak resmi dibuka pada 2016 lalu, hingga…

Senin, 09 Desember 2019 11:10

Jelang Pilkada, Pantau Hate Speech

TANJUNG SELOR – Polres Bulungan terus memantau aktivitas masyarat di…

Senin, 09 Desember 2019 11:04

Hari Ini, Verifikasi Online Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR - Hingga saat ini, verifikasi secara online terhadap…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:20

Tak Ada Sertifikat Halal, Produk IKM Ditolak

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.