MANAGED BY:
MINGGU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Jumat, 29 November 2019 14:34
Api Biru Harapan Emak-Emak Agar Dapur Tetap Mengepul

Melihat Manfaat Jargas bagi Masyarakat Bumi Paguntaka

API BIRU: Keberadaan jaringan gas rumah tangga PGN memudahkan ibu rumah tangga (IRT) dalam memasak makanan di dapur.

PGN di Tarakan sudah membangun 29.061 sambungan. “Intinya kami sangat terbantu, tidak lagi harus keliling-keliling lagi nyari LPG 3 kg. Pemanfaatan gas alam sebagai sumber energi juga merupakan ciri-ciri kota maju,” ujarnya.

Sales Representative PGN Area Tarakan Bramantya Saputra mengatakan, kehadiran PGN di Tarakan selain menjalankan tugas sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 3337 K/12/MEM/2015, juga sebagai peran strategisnya sebagai subholding gas.

“Kami juga memiliki tujuan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur dan memperluas manfaat gas bumi ke seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan tidak semua wilayah bisa dilakukan pembangunan jargas rumah tangga. Syarat mutlaknya adalah wilayah tersebut harus memiliki sumber energi yakni gas alam.

“Syarat lainnya adanya support(dukungan) dari pemerintah daerah dalam hal perizinannya hingga membantu dalam menyosialisasikan hal ini. Bila hal ini dipenuhi pasti Kementerian ESDM akan menjadikannya prioritas dalam hal pembangunan jargas rumah tangga,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, sebelum PGN masuk ke Tarakan, pembangunan jargas rumah tangga di Tarakan dimulai pada tahun 2010 oleh perusahaan daerah (perusda), tahap pertama ada 3.366 sambungan yang dibangun dan beroperasi pada tahun 2011.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers