MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 28 November 2019 16:28
Bacok Teman Kos, Duga Celengan Dibongkar
DIBACOK : Kondisi tangan SR yang mendapatkan luka bacokan dan mendapatkan perawatan di RSUD Tarakan, kemarin (27/11).

PROKAL.CO, TARAKAN – Mengira uang tabungannya dicuri AR alias UD naik pitam. Dia membacok tangan teman satu kosnya di RT 4, Kelurahan Karang Rejo, sekitar pukul 06.30 Wita, kemarin. Korban SR sempat melarikan diri, dan lansgung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan oleh polisi, setelah warga melaporkan kejadian tersebut.

Ketua RT 04, Kelurahan Karang Rejo,  Ruslina menjelaskan kejadian ini diduga, masalah uang tabungan. Sehingga terjadi percekcokan antara kedua  pemuda tersebut yang tinggal serumah. Dari informasi yang dia dapatkan, uang pelaku hilang di dalam tabungan dan waktu membuka celengan berubah menjadi kertas biasa.

“Saat kejadian warga kami langsug menelpon polisi, sehingga patroli lah yang membawa korban ke rumah sakit,” jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Guntar Arif Setiyoko mengatakan, antara korban dan terduga pelaku saling mengenal. Keduanya juga didapati menempati satu kosan yang sama dan sehari-hari berjualan ikan.

Dari keterangan yang didapatkan polisi melalui korban, kejadian itu bermula dari pelaku, menduga korbanlah yang membongkar tabungan pelaku di dalam kosan. “Karena disuruh mengakui dan tidak mau, akhirnya korban ini dianiaya sama pelaku,” katanya.

Ditambahkan, saat itu pelaku yang memegang parang mencoba untuk membacok korban. Seketika juga korban reflek berusaha menahan parang itu menggunakan tangannya, sehingga tangan korban terkena bacokan. Setelah itu korban langsung melarikan diri dari pelaku.  “Untuk laporan polisi (LP) belum ada. Tapi informasinya dari keluarga korban akan ke Polres nanti,” beber Ganda.

Untuk keberadaan pelaku, lanjut Ganda, masih dalam pencarian personel Polres Tarakan. Pihaknya, masih berusaha berkomunikasi dengan korban, terkait alamat dan ciri-ciri dari pelaku. Sampai saat ini korban masih mendapatkan perawatan di RSUD, karena mendapatkan luka yang cukup parah di bagian tangan.

“Keduanya ini penjual ikan. Jadi sementara itu kronologisnya yang berhasil kita dapatkan,” ungkapnya. (agg/zar/nri)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 13:59

Lantamal XIII Harus Tingkatkan Kesiapsiagaan

ASISTEN Operasi (Asops) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muda…

Kamis, 23 Januari 2020 13:58

Paling Butuh Perlengkapan Sekolah

BANTUAN dari semua pihak masih dibutuhkan bagi korban kebakaran Pasar…

Kamis, 23 Januari 2020 13:54

Tabung dan Kompor Gas Dibawa Puslabfor

TIBA di Tarakan kemarin (22/1), dua personel Pusat Laboratorium Forensik…

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers