MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 November 2019 15:19
Tak Bayar Overstay, WNA Malaysia Dideportasi
DIPULANGKAN: Imigrasi Kelas II Nunukan memulangkan seorang WNA Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Senin (25/11).

PROKAL.CO, NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, yang sebelumnya ditangkap oleh petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka Nunukan Imigrasi Kelas II B Nunukan, Rabu (20/11)

WNA tersebut bernama Yayup Bin Dalan (44), dideportasi melalui TPI Tunon Taka Nunukan dengan tujuan Tawau, Sabah-Malaysia menggunakan salah satu Kapal Fery. Yayup pun didampingi personel Imigrasi Kelas II Nunukan hingga sampai ke dalam kapal yang ditumpangi untuk memastikan benar-benar pulang ke Malaysia.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo mengatakan, pihaknya memulangkan WNA tersebut, pasca didetensi di Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan sejak Rabu (20/11) lalu, untuk menjalani pemeriksaan dan menunggu proses pemulangan. “Ya, jadi setelah selesai menjalani pemeriksaan intensif, yang bersangkutan langsung kita pulangkan saja ke negaranya,” ungkap Bimo kepada pewarta harian ini.

Dijelaskan Bimo, Yayup dipulangkan lantaran Pasal 75 junto Pasal 78 ayat 2 Undang-undang (UU) RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu orang asing yang tidak membayar biaya beban overstay sebesar Rp 1 juta per hari dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan selama 1 tahun.

“Setelah melalui prosedur yang berlaku, yang bersangkutan (Yayup, Red) baru bisa kami pulangkan setelah didetensi selama hampir sepekan lebih. Di Malaysia nanti, ada yang akan menjemputnya karena kita sudah koordinasikan,” beber Bimo.

Yayup sendiri sebelumnya memang ditangkap oleh petugas (TPI) Tunon Taka Nunukan Imigrasi Kelas II B Nunukan, Rabu (20/11) lalu pada saat dia hendak menyeberang dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan ke Tawau-sabah, malaysia dengan menggunakan kapal fery resmi.

Yayup sendiri sudah berada selama 57 hari di Nunukan tanpa membayar denda overstay. Selama berada di Indonesia (Malinau, red) yang bersangkutan mengaku bahwa sedang mengurus tanah warisan milik kakeknya yang berada di Malinau. (raw/fly)


BACA JUGA

Senin, 09 Desember 2019 13:54

DPRD Setuju APBD 2020 Sebesar Rp 1,414 Triliun

NUNUKAN – Meski sempat tertunda lebih dari satu kali, rapat…

Senin, 09 Desember 2019 13:52

KPU Ajak Media Bersinergi Sosialisasikan Tahapan Pemilu

NUNUKAN – Bangun sinergisitas dengan sejumlah media massa, Komisi Pemilihan…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:34

Penjelajah Borneo Laka di Jalur Ekstrem

NUNUKAN – Diduga terlalu cepat memacu kendaraan mobil di medan…

Jumat, 06 Desember 2019 15:03

Akhir Tahun, WNI di Malaysia Makin Banyak yang Dideportasi

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia terus mendeportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Jumat, 06 Desember 2019 14:53

218 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Cerdas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan Beasiswa Nunukan Cerdas…

Kamis, 05 Desember 2019 13:07

Kapal Laut Dilarang Angkut Pakaian Bekas

NUNUKAN – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Kasus Angkut BBM Ilegal, Bea Cukai Masih Fokus Periksa Saksi

NUNUKAN –Pihak Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Selasa, 03 Desember 2019 13:29

Perkada Bisa Jadi Jalan Terakhir

NUNUKAN - Pembagian anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Selasa, 03 Desember 2019 13:26

Usul Sekolah Filial, Harapkan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Usulan pembangunan gedung sekolah filial di Desa Tanjung…

Senin, 02 Desember 2019 14:59

Kenapa Ini...?? APBD 2020 Batal Disahkan

NUNUKAN – Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan Dewan Perwakilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.