MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 November 2019 12:08
Pilu, Sekolah di Tengah Kota Ambruk

Buku-buku dan Dokumen Ikut Terendam Air Laut

MIRIS SEKOLAHKU: Kondisi bangunan sekolah MI Al-Mujahidin Tarakan yang ambruk. Buku-buku basah dan dijemur di halaman sekolah, Selasa (26/11).

PROKAL.CO, TARAKAN – Bak mimpi buruk, sekolah yang menaungi sekitar 158 siswa tiba-tiba ambruk. Kejadian ini terjadi pada Senin (25/11) sore. Saat ambruknya MI Al-Mujahidin Tarakan, sudah tidak ada aktivitas belajar mengajar.

Namun buku-buku di perpusatakaan turut berjatuhan dan basah. Kondisi bangunan sekolah dasar yang beralamatkan di Jalan Yos Sudarso, RT 15, Kelurahan Selumit Pantai ini terlihat sudah tidak layak.

Kepala MI Al-Mujahidin Tarakan, Darmanto menceritakan, sebelum kejadian, para guru dan murid pagi harinya sempat melaksanakan upacara peringatan hari PGRI, Senin (25/11). Tepat pukul 17.00 Wita, dia mendapatkan kabar bahwa sekolah, tepatnya kantor yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang guru dan perpustakaan sudah hancur.

“Kalau ambruknya pagi, kita sudah tidak tahu apa yang terjadi. Ruangan itu gabungan. Yang amblas itu kantor gabungan, ada ruang guru, perpustakaan dan ruang kepala sekolah,” terangnya kepada Radar Tarakan, Selasa (26/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyebabnya kemungkinan besar ada pada tiang bangunan, yang sudah tidak mampu menopang beban. Apalagi terdapat material bangunan di atasnya.

“Di sebelah kan ada bahan bangunan, mungkin tidak kuat menahan bebannya, dan dasar kantor juga mengikut yang di sebelah, akhirnya ikut amblas juga,” lanjutnya.

Amblasnya ruangan ini, bersamaan dengan air pasang. Alhasil, buku-buku di perpustakaan ini basah terendam air laut. Saat mengetahui kabar tersebut, para guru dan staf langsung bergegas ke sekolah, untuk menyelamatkan barang-barang, termasuk buku-buku dan dokumen-dokumen penting.

Saat Radar Tarakan mendatangi sekolah ini, tepat di halaman sekolah terlihat buku-buku yang dijemur. Sementara ini pun ruang guru, dan ruang kepala sekolah pindah di ruang kelas 4. Karena kekurangan ruang kelas, maka para murid kelas 4 dan kelas 5 mengikuti pembelajaran siang hari.

“Dua Desember mendatang, kita ada penilaian akhir semester. Mau tidak mau, karena tidak ada ruangan maka 2 kelas ini masuk siang. Sambil menunggu bangunan di belakang selesai,” katanya.

Untuk dikethaui, MI Al-Mujahidin Tarakan merupakan madrasah ibtidaiyah (MI) pertama dan tertua di Tarakan. Berdiri sejak 1991 silam, tidak heran kondisi bangunannya usang dimakan usia.

Hampir 29 tahun, sekolah ini tidak pernah dibenahi secara menyeluruh. Hanya melakukan perbaikan-perbaikan kecil, agar sekolah tetap layak digunakan.

Sekitar 2017, pihak sekolah pun mendirikan bangunan baru, tepat di belakang sekolah. Dari urunan orang tua murid, perlahan-lahan sekolah muali berdiri dan ditargetkan dapat digunakan dalam Desember atau awal 2020.

“Sambil menunggu bangunan di belakang jadi. Mungkin setelah libur semester 1, kita sudah pindah. Tapi itu ada 3 kelas saja, jadi ruang guru, ruang kepala sekolah dan toilet tidak ada,” terangnya.

Bangunan baru MI Al-Mujahidin Tarakan, pun sempat mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Sejak Oktober lalu, Pemkot Tarakan membantu tahap finishing bangunan.

“Dari pemerintah ada membantu kami tahap finishing seperti plester. Karena defisit juga, jadi perlahan-lahan,” bebernya.

Dengan demikian, dia berharap masyarakat Kota Tarakan dapat mengulurkan tangan untuk membantu pembangunan MI Al-Mujahidin Tarakan, sehingga menjadi sekolah yang lebih layak.

“Karena walaupun sekarang sudah ada bangunan baru, tapi ruang guru, ruang kepala sekolah dan toilet tidak ada. Jadi kami berharap, masyarakat atau siapa saja yang bersedia menjadi donatur untuk sekolah kami,” harapnya.

Terpisah, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Sofyan Udin Hianggio mengatakan belum mengetahui terkait ambruknya gedung MI Al-Mujahidin.

 “Kami baru dapat informasinya. Segera nanti kami kunjungi dan diagendakan juga di rapat badan musyawarah. Pasti kami akan meninjau sekolah tersebut,” pungkasnya.

Saat dihubungi, Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Bagian Sarana dan Prasarana, Wahyudi mengatakan sudah mengetahui informasi ambruknya MI Al Mujahidin.

"Iya, sempat baca di media sosial terkait kondisi MI Al Mujahidin," terangnya kepada Radar Tarakan.

Lebih lanjut dijelaskannya, pemerintah kota tidak hanya memperhatikan sekolah negeri. Juga sekolah swasta. Apalagi melihat kondisi bangunan MI Al Mujahidin, yang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan sekolah negeri dan swasta lainnya.

"Kita bersifat membina, tapi perhatian kami tidak berbeda dengan sekolah negeri," tuturnya.

Namun, jika mengikuti aturan yang ada, secara dokumen maupun aset sekolah tersebut atas nama yayasan dan bukan per orangan atau pribadi. Jika pemeirntah memiliki anggaran, maka sekolah tersebut dapat difasilitasi.

"Tapi setahu saya membantu sekolah swasta secara dokumen atau aset harus atas nama yayasan bukan pribadi. Sepanjang sudah dikuasai yayasan, dan kita punya anggaran saya rasa memang perlu dibantu. Apalagi kondisi sekolahnya seperti ini," bebernya.

Namun sejauh ini, ia mengaku belum mengunjungi MI Al Mujahidin sembari menunggu arahan dari Kepala Disdikbud Tarakan. "Kita belum berkunjung ke sekolahnya, karena belum ada arahan. Kita masih menunggu," tutupnya.

 

SEKOLAH DI PEDALAMAN TAK LAYAK DIGUNAKAN

Kondisi gedung sekolah di pedalaman masih cukup memprihatinkan, seperti di Sekolah Dasar (SD) Negeri 008 Sembakung. Dinilai tidak layak untuk digunakan, karena kondisi gedung sudah banyak yang rusak.

Robert warga sekitar yang juga merupakan alumni sekolah tersebut mengatakan, sejak lulus pada 1992 kondisi sekolah masih tetap sama. Bahkan kini, kondisi bangunan semakin parah tidak layak untuk ditempati.

“Telah banyak kerusakan mulai dari gedung hingga meja dan kursi yang tidak layak lagi untuk digunakan,” kata Robert Alim.

Menurutnya, dengan kondisi gedung yang telah mengalami kerusakan, harus mendapatkan perhatian serius, baik pemerintah pusat maupun daerah. Karena dapat dilihat sendiri kondisi gedung yang tidak layak untuk digunakan.

Para murid di pedalaman tentu ingin merasakan fasilitas seperti sekolah di kota yang sangat layak untuk dilakukan proses belajar  mengajar. Perhatian pemerintah bukan hanya untuk sekolah di kota, namun harus dilakukan secara merata.

“SD Negeri 008 Sembakung memang sudah tidak layak untuk ditempati proses belajar mengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, H. Junaidi mengatakan untuk SD Negeri 008 Sembakung telah dibuatkan gedung baru dan segera untuk difungsikan. Untuk gedung lama sangat tidak layak untuk digunakan lagi.

“Telah ada gedung baru yang dibangunkan dan segera akan ditempati,” kata H. Junaidi.

Menurutnya, Disdikbud Nunukan telah melakukan berbagai upaya memperbaiki kualitas pendidikan, yang mana menjadi kewajiban utama pemerintah. Namun, kemampuan pemerintah terkadang terbatas. Seperti saat ini, ingin meratakan perhatian ke seluruh sekolah, namun terkendala anggaran.

Dia menambahkan, perbaikan fasilitas sekolah bukan hanya satu sekolah yang diperhatikan. Namun, seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan. Jika belum mendapatkan bantuan, pasti akan diupayakan dianggaran berikutnya.

Menurutnya salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian utama, adalah mengenai fasilitas pendidikan. Sarana pendidikan umumnya, mencakup semua fasilitas yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan.

“Sarana dan prasarana adalah alat penunjang keberhasilan suatu proses upaya yang dilakukan didalam belajar-mengajar, karena apabila kedua hal ini tidak tersedia maka semua kegiatan yang dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana,” tuturnya. (*/one/nal/nri)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers