MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 November 2019 11:33
Pembangunan Bungker Diusulkan Tahun 2021
Kombes Pol Heri Sulesmono

PROKAL.CO, TARAKAN – Bumi Paguntaka memang menjadi saksi mata terjadinya perang dunia ke II. Banyak ditemukan bom atau mortir oleh masyarakat. Semua penemuan tersebut pun diamankan oleh unti Gegana Satbrimob Polda Kaltara. Saat ini, tempat penampungan atau bunker tersebut sudah tidak memadai lagi. Untuk itu, Satbrimob Polda Kaltara sudah mengusulkan adanya pembangunan disposal (tempat penampungan atau bungker) bom hasil temuan warga.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol Heri Sulesmono mengungkapkan, pengusulan itu sudah diusulkan ke Mabes Polri sejak tahun 2018 lalu. Namun untuk anggaran pembangunan bungker baru akan direalisasikan pada tahun 2020.

 “Itu dari APBN dari mabes Polri tapi hanya untuk disposal. Kalau pembangunannya kami usulkan di tahun 2021,” tuturnya.

Selain di Tarakan, pihaknya juga berencana akan membangun bungker di daerah lain seperti Kabupaten Bulungan. Ia menilai komplek Mako Brimob Polda Kaltara saat ini sangat berpeluang besar akan membangun bungker bahan peledak. Namun untuk di luar Tarakan, pihaknya akan membangun apabila ada anggaran yang akan diberikan.

Kemungkinan, bungker yang akan dibangun tepat berada di hutan lindung yang tak jauh dari Mako Brimob saat ini. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), lokasi gudang bungker harus jauh dari pemukiman penduduk dan jalan umum. Selain itu harus memperkirakan jarak aman.

“Intinya gedungnya nanti harus kuat dari getaran dan harus diuji. Tidak apa-apa dibangun dekat Mako, di Mako Brimob Kelapa Dua Depok juga didalam,” beber Heri.

Pihaknya akan memastikan kontruksi dari bungker yang dibangun akan memadai juga. Misalnya akan dibangun dengan material bahan yang tidak mudah terbakar. Kemudian pintu gudang harus kuat dan dilapisi dengan plat baja. Melirik bungker yang saat ini, Heri menilai bungker tersebut belum memenuhi syarat dan SOP yang ada.

 Untuk saat ini, pihaknya memastikan masih banyak bom peninggalan perang duni ke II yang belum ditemukan. Untuk itu dirinya mengimbau,

kepada masayarakat apabila menemukan handak berupa bom atau sejenisnya diharap untuk memberitahukan kepada polres setempat.

“Kalau ada masyarakat dapat, tinggalkan saja dan jangan diangkat-angkat apalagi di gergaji,”tutupnya. (zar/nri)


BACA JUGA

Selasa, 07 April 2020 13:14

Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah Dilakukan Persuasif

TARAKAN - Semakin luasnya penyebaran Covid-19 di Kaltara, tentunya membuat…

Selasa, 07 April 2020 13:13

Manfaatnya Dirasakan hingga ke Nunukan

TARAKAN - Hingga Senin pagi, Kodim 0907/Tarakan telah menyalurkan 12…

Selasa, 07 April 2020 13:10

Edi Ladahiya Wafat Usai Lakukan Penyemprotan

RT siaga, itulah salah satu bentuk upaya para ketua rukun…

Selasa, 07 April 2020 09:19

Dari Reporter Menjadi Direktur

Menjabat direktur utama (dirut) dalam sebuah perusahaan umum daerah (perumda)…

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers