MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 November 2019 11:27
JADI PELAJARAN NIH..!! Dua Penghuni Lapas Divonis Mati

Masih Ada Upaya Grasi dan Remisi

Maman Hermawan Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Kelas II-A Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, di antaranya terdapat enam warga binaan yang divonis seumur hidup dan dua orang divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tarakan.

Pelaksana Tugas  (Plt) Lapas Kelas II A Tarakan Maman Hermawan mengatakan, pihaknya sejauh ini memang sudah melakukan pengamatan khusus. Namun karena faktor gedung lapas yang terbatas, sehingga mereka yang menerima vonis maksimal disatukan dengan warga binaan lainnya.

Dari delapan warga binaan itu, semuanya masih bisa bersosialisasi dengan warga binaan lainnya maupun kepada petugas lapas. Pihaknya pun tetap akan melakukan pembinaan. Sebab, jika mereka dipindahkan hingga kini belum ada satupun lapas di Kaltim dan Kaltara, yang memiliki pengamanan super maksimum.

“Kita memindahkan orang, melihat kebaikannya. Kecuali di sini dia tidak bisa bersosialisasi, bergaul dan meresahkan warga binaan lainnya. Bisa kita pindahkan,” sebutnya.

Pihaknya pun masih bisa membina para warga binaan tersebut, apalagi masih ada harapan bagi mereka yaitu perubahan pidana. Misalnya warga binaan yang mendapatkan pidana seumur hidup, akan berubah menjadi pidana sementara. Untuk mendapatkan itu, nantinya akan diajukan remisi ataupun grasi.

“Jadi mereka itu belum inkrah atau dieksekusi, tapi prosesnya di Mahkamah Agung (MA). Kalau proses grasi atau remisi itu didapatkan setelah dieksekusi oleh jaksa,” ungkapnya.

Terhadap pengajuan grasi, lanjut Maman, bisa diusulakan oleh warga binaan sendiri, pihak keluarga, kuasa hukum maupun dari pihak lapas. Kemudian untuk remisi, hanya bisa diusulkan dari pihak lapas saja. Hal itu dikarena semua proses dan persyaratan remisi hanya diketahui dan dinilai oleh pihak lapas. Semua warga binaan akan terus dipantau oleh pihak lapas.

“Pasti mereka ada tingkat stres tapi selama ini mereka sudah bisa bersosialisasi, kalau tidak pasti mereka ada pertengkaran juga,” pungkasnya. (zar/nri)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers