MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 November 2019 13:16
TP4D Akan Dalami Proyek Jalan Masuk Pabrik Kakao

Kontraktor Siap Lakukan Pembenahan

MUDAH DIGALI: Proyek jalan yang dinilai tidak maksimal pengerjaan ditinjau langsung TP4D Kejaksaan Negeri Nunukan di Jalan Masuk Pabrik Kakao Sei Limau, Sebatik Tengah, Senin (25/11).

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan melakukan pengecekan langsung proyek pembangunan jalan masuk pabrik kakao di Desa Sei Limau, Sebatik Tengah, yang dinilai pengerjaannnya tidak sesuai kontrak, Senin (15/11).

Padahal proyek yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi tersebut bernilai Rp 1,4 miliar. Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan sebelumnya juga telah melakukan monitoring proyek tersebut. Pihak DPRD mendapati pengerjaannya jalan tersebut tidak maksimal, sebab batu koral yang sudah dilapisi aspal di jalan tersebut bisa digali dengan mudah menggunakan tangan.

Ketua TP4D Kejari Nunukan Bonar Wicaksono mengatakan, temuan DPRD tersebut membuat pihaknya harus melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Di lokasi, Bonar mengakui pengerjaan tersebut tidak sempurna. Bahkan dirinya yang ikut menyaksikan penggalian aspal yang tergali dengan mudah, merasa ada yang tidak beres.  “Ya setelah ini kami akan rapatkan lagi, lakukan pendalaman lagi, karena jika kami hanya menduga saja adanya indikasi kerugian negara, itu tidak cukup, harus dibuktikan benar-benar dengan bukti,” ujar Bonar kepada sejumlah awak media.

Selanjutnya jika benar ada indikasi, pihaknya memberikan kesempatan kepada pihak kontraktor untuk mengembalikan kerugian negara. Namun, jika itu tidak bisa dilakukan, tidak menutup kemungkinan pihaknya mengambil langkah hukum atau tindak pidana. “Kalau benar ada kerugian negara, kami arahkan untuk kembalikan kerugian itu. Tapi kalau memang tidak bisa dilakukan, tentu langkah selanjutnya bisa aja mengarah ke tindak pidana,” tambah Bonar.

Sementara itu, Kuasa Usaha CV. Prakarsa Adi Perkasa selaku kontraktor proyek, Khairil Anwar mengatakan, pengerjaan proyek tersebutsudahlah sesui dengan kontrak yang berlaku. Pihaknya saat ini tinggal menunggu hasil evaluasi dari dinas terkait. “Ya, kami tinggal menunggu hasil dari dinas yang bersangkutan karena kan ada evaluasi dari dinas, itu kami tunggu hasilnya bagaimana. Kalau memang perlu perbaikan, kami siap lakukan pembenahan,” ujar Khairil.  

Sementara menyangkut proses pemadatan aspal yang kurang maksimal, dirinya mengaku sudah melakukan pemadatan menggunakan alat berat, dengan tiga kali penyiraman aspal. Sementara terkait mudahnya tergali aspal di jalan tersebut, Khairil jelaskan proyek tersebut adalah proyek lapen, dimana proyek lapen tersebut memang butuh sinar matahari untuk menyinari aspal supaya hasil bisa maksimal. Proses tersebut dijelaskannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Jadi sebelumnya pasca pekerjaan proyek selesai, jalan itu sudah kami tutup, karena tidak boleh dilalui kendaraan untuk sementara. Tapi jalan itu terbuka, saya juga heran kenapa dibuka jalan tersebut, padahalkan sudah kami tutup. Itu pengerjaan baru selesai satu pekan lalu,  belum lagi di daerah tersebut banyak pepohonan sawit melindungi sinar matahari ke aspal. Belum lagi cuaca kadang tidak bersahabat turun hujan terus. Jadi banyak juga kendalanya,” beber Khairil.

Kendati begitu, Khairil kembali menegaskan pihaknya siap melakukan pembenaran jika memang perlu dilakukan perbaikan, seraya menunggu hasil dari evaluasi dinas terkait. (raw/ash)


BACA JUGA

Senin, 09 Desember 2019 13:54

DPRD Setuju APBD 2020 Sebesar Rp 1,414 Triliun

NUNUKAN – Meski sempat tertunda lebih dari satu kali, rapat…

Senin, 09 Desember 2019 13:52

KPU Ajak Media Bersinergi Sosialisasikan Tahapan Pemilu

NUNUKAN – Bangun sinergisitas dengan sejumlah media massa, Komisi Pemilihan…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:34

Penjelajah Borneo Laka di Jalur Ekstrem

NUNUKAN – Diduga terlalu cepat memacu kendaraan mobil di medan…

Jumat, 06 Desember 2019 15:03

Akhir Tahun, WNI di Malaysia Makin Banyak yang Dideportasi

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia terus mendeportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Jumat, 06 Desember 2019 14:53

218 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Cerdas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan Beasiswa Nunukan Cerdas…

Kamis, 05 Desember 2019 13:07

Kapal Laut Dilarang Angkut Pakaian Bekas

NUNUKAN – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Kasus Angkut BBM Ilegal, Bea Cukai Masih Fokus Periksa Saksi

NUNUKAN –Pihak Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Selasa, 03 Desember 2019 13:29

Perkada Bisa Jadi Jalan Terakhir

NUNUKAN - Pembagian anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Selasa, 03 Desember 2019 13:26

Usul Sekolah Filial, Harapkan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Usulan pembangunan gedung sekolah filial di Desa Tanjung…

Senin, 02 Desember 2019 14:59

Kenapa Ini...?? APBD 2020 Batal Disahkan

NUNUKAN – Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan Dewan Perwakilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.