MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 November 2019 13:08
Kerangka Roboh Dinilai Kelalaian

Diatensi karena Fasilitas Umum

ROBOH: Gedung tipe B yang akan digunakan sebagai sarana olahraga yang dibangun di Kampung Empat, Tarakan Timur, ambruk sebelum selesai pengerjaannya.

PROKAL.CO, TARAKAN – Rencana peresmian Sport Center atau gedung olahraga tipe B pada Desember 2019 ini harus diundur. Ya, bangunan yang akan difungsikan sebagai sarana olahraga yang dibangun di Kampung Empat, Tarakan Timur itu mengalami kerusakan pada struktur kerangka atap sejak Rabu (20/11) siang. Diketahui kerangka atap yang dipasang ambruk. Untungnya tak ada korban jiwa.

Direktur CV Graha Nusantara Slamet Widodo mengatakan bahwa saat dilakukan pemasangan kuda-kuda, pekerja meninggalkan dalam posisi belum terkunci alias terpasang sempurna. Pekerja saat itu sedang beristirahat siang.

Namun angin yang cukup kencang datang merobohkan kuda-kuda. “Dalam pekerjaan ini menjadi tanggung jawab kontraktor. Sehingga dia (kontraktor) harus mengganti lagi. Sebab barang yang sudah dipasang, tidak bisa dipakai sehingga harus dibeli lagi,” beber Slamet yang juga konsultan proyek tersebut, kemarin (25/11).

Terdapat 11 kuda-kuda atau bagian kerangka atap yang rusak pada bangunan yang didanai dari dana alokasi khusus (DAK) itu. Kejadiannya satu kuda-kuda rebah menimpa kuda-kuda yang lain. Dikatakan Slamet, rencana para pekerja sesudah istirahat dan makan siang saat kejadian, akan mengunci kuda-kuda tersebut.

“Ini yang rugi adalah kontraktor dan pemerintah tidak boleh mengganti ini. Saya sebagai konsultan tidak mau kalau tidak diganti baru, dan saya sudah memerintahkan kontraktor untuk mengganti baru. Dan ia (kontraktor) menyanggupinya karena ini memang risiko dia,” jelasnya.

Slamet menginginkan agar pembangunan gedung ini harus selesai pada akhir Desember 2019. Setelah kejadian, maka material yang rencananya didatangkan langsung dari Surabaya sehingga pihaknya sekira 1,5 bulan.

“Kena denda pemborongnya. Namanya hukum kontrak ya begitu, ya risikolah. Jadi mundur 45 hari. Padahal kalau enggak, itu setengah bulan sudah selesai. Tapi namanya musibah, jadi harus berhati-hati. Saat ini yang belum pasang kuda-kuda, plasteran, pokoknya tinggal finishing saja,” tambahnya.

Pengamat pembangunan, Ir. Mustafa Demanase, S.H, M.H, menilai konstruksi pembangunan gedung tersebut gagal. Dari beberapa unsur seperti pengawasan yang lemah, pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

“Saya mendengar bahwa robohnya itu disebabkan oleh adanya faktor angin. Ingat, ini proyek dengan konstruksi tingkat tinggi. Sehingga dalam perencanaannya, seharusnya sudah direncanakan titik lokasi, karena di pinggir laut akan ada angin kencang, mutu baja yang digunakan harus sesuai. Kalau lihat ini semua, tidak bisa lagi dikatakan ini sebagai bencana alam,” jelasnya.

Menurut Mustafa, jika hanya sekadar bencana alam maka bangunan tersebut hanya rusak pada satu titik. Menurutnya hal ini jelas sangat merugikan masyarakat.

“Dari mana pun sumber dananya, ini adalah uang rakyat. Oleh sebab itu, saya minta agar hal ini diselesaikan secara tuntas dan semua unsur harus turun tangan. Bukan menghakimi orang, tapi minta kejelasan kenapa sampai begini. Ini tidak main-main,” katanya.

“Selama 30 tahun saya berkecimpung dalam usaha konstruksi, barusan ada konstruksi yang gagal. Ini proyek besar, karena ini sudah termasuk proyek yang diawasi tingkat tinggi. Ini gagal konstruksi,” nilainya lagi.

Pada dasarnya, tugas konsultan ialah memberikan konseling, sebab itu kontraktor tidak dapat bekerja tanpa sepengetahuan konsultan. Untuk itu, Mustafa mempertanyakan tentang konstruksi dan volume baja. Sebab itu, dirinya menginginkan agar pemerintah dan DPRD serta aparat hukum dapat menangani hal ini.

“Jangan hanya kontraktor saja yang bertanggung jawab. Sebagai orang yang berkecimpung di konstruksi, saya kecewa berat. Ini harus dicari kejelasannya,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Tarakan Sofyan Udin Hianggio mengatakan permasalahan ini harus diselesaikan. Pihaknya belum mengetahui merinci apa yang menjadi kendala dalam pembangunan sarana olahraga ini.

“Saya sempat melihat kondisi yang terjadi di lapangan. Memang roboh. Tapi kami belum tahu apakah saat pemasangan atap itu terjadi kesalahan sehingga seperti itu. Kalau alasan angin, itu tidak masuk akal,” ungkapnya.

“Kami sedang melakukan koordinasi. Kami akan melakukan peninjauan lapangan lagi dan memanggil pihak kontraktor kemudian dirapatkan dan mencari penyebab utamanya. Ini harus ada tindakan karena penggunaannya untuk umum,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Komisi III DPRD Tarakan Mustain menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu agenda Badan Musyawarah.

“Itu perlu penyelidikan sebenarnya. Karena di sini tidak ada bencana alam. Kalau hujan deras sih saya pikir semua bangunan kena hujan, masak begitu saja yang roboh? Kami sudah mempertanyakan hal ini. Sebenarnya ini lebih kepada ranah Komisi II,” singkatnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tarakan Agus Sutanto mengatakan bahwa bangunan tersebut akan digunakan 6 cabang olahraga (cabor). Futsal, voli, basket, badminton, takraw dan tenis. Sebelum kejadian, kontraktor melaporkan progres pembangunan telah mencapai 80 persen.

“Tapi kalau begini, sudah menjadi tanggung jawab kontraktor. Ini sudah dibangun sejak Agustus 2019 dengan anggaran Rp 13 miliar dari DAK. Karena masih tanggung jawab kontraktor, rugi kita hanya waktu karena seharusnya dimanfaatkan pada 14 Desember 2019, tapi dengan adanya kejadian ini ya otomatis diundur. Untuk teknisnya, silakan hubungi pengawasnya,” ujarnya.

Pemerhati Kota Tarakan yang juga akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) Said Usman Assegaf menanggapi jika kejadian tersebut tak boleh dianggap sepele. Semestinya konstruksi pada bangunan tersebut pastinya berdasarkan hitungan yang akurat terhadap tekanan udara bahkan guncangan getaran alam. Ia menilai ambruknya kerangka atap merupakan hal yang tidak wajar.

"Kita bersyukur kejadian kemarin tidak menimbulkan korban jiwa. Walaupun dikatakan ada faktor alam, kan tidak melihat sendiri atau minim bukti adanya angin puting beliung atau tidak. Yang jelas, konstruksi-konstruksi itu sebenarnya sudah sesuai yang direncanakan, tapi saya menilai terjadi kelalaian manusia. Kelalaian itu kan macam-macam. Misalnya kurang safety atau terburu-buru.  Mungkin dalam proses pemasangan kerangka pada konstruksi belum terkunci sehingga hal itu membuat konstruksi tidak mampu menahan adanya tekanan udara. Akhirnya baja penyambung konstruksi lepas," ujarnya, kemarin (25/11).

Walau demikian, sebagai seorang mantan kontraktor yang banyak menaungi banyak pekerjaan besar, ia tidak melihat adanya keganjilan pada material bangunan. Meski begitu, menurutnya kontraktor wajib bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Mengingat dalam proses pengerjaan proyek segala aktivitas merupakan tanggung jawab kontraktor.

"Saya pikir ini faktor kelalaian. Tentunya yang harus bertanggung jawab adalah pihak kontraktor. Akibatnya nanti ada perpanjangan waktu. Anggaran tidak akan ditambah. Kerugian ini akan menjadi tanggung jawab kontraktor," tuturnya.

Ia menyayangkan, seharusnya konstruksi pada atap selayaknya tidak ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci. Mengingat sangat berkaitan dengan standar pengerjaan proyek.

"Tidak boleh ditinggal sebelum dikunci. Maski alasan apa pun. Konstruksi harus dikunci dulu sebelum ditinggal karena ini menyangkut SOP dan keselamatan pekerja. Saya kira mandor dan pemborongnya sudah tahu hal ini. Ini fatal sebenarnya," tukas Usman. (shy/*/zac/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers