MANAGED BY:
SELASA
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

KRIMINAL

Selasa, 26 November 2019 12:45
Speedboat Ditahan, Pemilik Ajukan Pra Peradilan
GUGAT: Suasana sidang pra peradilan yang berlangsung di PN Tarakan kemarin (25/11).

PROKAL.CO, TARAKAN – Lantaran speedboat-nya masih ditahan oleh pihak Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, Herman selaku pemiliki speedboat mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.

Diketahui, speedboat dengan dua mesin yang berkekuatan 240 PK itu diamankan oleh pihak Karantina Pertanian pada 28 Agustus lalu, lantaran digunakan sebagai alat untuk menangkut daging ilegal.

Sidang dengan agenda pembacaan permohonan pemohon pun berlangsung kemarin (25/11) di PN Tarakan. Pihak Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan selaku termohon pun hadir dalam sidang tersebut.

Mansur selaku kuasa hukum dari pemohon mengungkapkan, pihaknya menggungat penyitaan terhadap speedboat tersebut akibat penyitaan yang dilakukan oleh Karantina Pertanian tidak sah. “Karena penyitaan itu tidak pernah dilakukan, artinya terhadap pemohon selaku pemilik yang kebendaan. Kami tidak pernah diberikan surat perintah penyitaan dan berita acara penyitaan sampai sekarang,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Mansur, pemohon selaku pemilik speedboat sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Karantina Pertanian. Dijelaskanya lagi, pemohon sendiri sudah meminta kepada pihak Karantina Pertanian untuk menggembalikan speedboat miliknya, namun termohon masih enggan menggembalikan. “Selama proses penyidikan, status tersangka juga belum ada yang ditetapkan. Sehingga menurut kami tidak ada urgensinya penyitaan itu dengan penyidikan yang dilakukan termohon,” tuturnya.

Mansur juga menjelaskan bahwa saat kejadian pemohon menyewakan speedboat kepada seseorang yang bernama Muliadi. “Daging allana juga disita yang diduga dibawa dari Malaysia, tapi speedboat itu kan disewa,” ungkapnya.

Pihaknya pun sebagai pemohon meminta kepada majelis hakim agar memerintah termohon menggembalikan barang bukti berupa speedboat beserta dua buah mesinnya. “Yang kami minta itu hanya yang menjadi milik kami. Kalau daging allana kami tidak tahu dan tidak punya kepentingan di situ,” jelas Mansur.

Sementara itu, Riko Andrianto selaku tim kuasa hukum Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan mengungkapkan, pihaknya akan menyampaikan jawaban terhadap permohonan yang sudah dibacakan oleh pemohon. “Kami akan menanggapinya secara lebih komprehensif pada sidang berikutnya. Masih ada pembuktiannya lagi,” ujarnya singkat. (zar/ash).


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 15:00

Pizza Praktis ala Benny

<p><strong>BAHAN :</strong></p> <p>5 lembar roti tawar.<br /> 3…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.