MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 November 2019 12:41
Bupati Beri Kepercayaan Kepada RT

RT Diberdayakan Agar Tak Terabaikan

SERAHKAN BUKU PEDOMAN: Bupati Malinau Dr. Yansen TP. M.Si saat menyerahkan buku pedoman tentang Perda RT di acara launching Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang RT, Kamis (21/11) di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau.

PROKAL.CO,

MALINAU – Luas wilayah Kabupaten Malinau lebih dari separuh dari luas Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Maka, melaksanakan pembangunan harus dengan strategi khusus. Strategi atau pola pembangunan di era kepemimpinan Dr. Yansen TP, M.Si dan Topan Amrullah, S.Pd, M.Si sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malinau adalah memberi kepercayaan penuh kepada rakyat untuk membangun desa dan Rukun Tetangga (RT)-nya masing-masing melalui program Gerakan Desa Membangun (Gerdema).

Pada periode kedua, ada tiga program unggulan yang digulirkan, salah satunya adalah program rapi, tertib, bersih, sehat, indah dan harmonis (RT Bersih). Program RT Bersih ini merupakan pembangunan berbasis komunitas sebagai upaya memberdayakan masyarakat di lingkungan RT berperan membangun.

“RT kami itu tersebar di beberapa wilayah desa. Ada jaraknya satu hari. Ada jaraknya setengah hari. Jauh sekali. Bayangkan itu kalau tidak punya peran, bayangkan mereka kalau tidak punya fungsi, bayangkan kalau mereka tidak punya kekuasaan, maka mereka terabaikan,” ujar Bupati pada saat launching Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019, Kamis (21/11) di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau.

Karena wilayah yang sangat luas dan jarak antar desa dan RT sangat jauh, seorang Bupati pun tidak bisa menjangkau semuanya secara langsung. Karena itu, Kepala Desa diberi kewenangan untuk menjalankan beberapa kewenangan Bupati. Lantaran di desa wilayah RT-nya juga cukup berjauhan, maka dengan adanya program RT Bersih dan diperkuat dengan adanya Perda RT, maka Ketua RT punya kewenangan membangun RT-nya masing-masing.

“Sekarang RT-RT sudah bisa membangun. Kenapa, karena kami sudah memberdayakan mereka, menyerahkan dana sebesar Rp 260 juta kepada setiap RT,” ungkapnya.

Mungkin, kata Bupati, ada orang yang bertanya, RT kan hanya sebuah lembaga yang ada di dalam desa. Ia menegaskan, RT beda dengan Posyandu atau lembaga lainnya yang ada di desa. RT saat ini, khususnya di Malinau punya peran penting dalam pembangunan dan bukan hanya sekadar atribut.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers