MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 November 2019 12:05
KPU Kekeh Suket Tak Berlaku
TETAP KEKEH: Meski masyarakat memiliki suket. KPU Bulungan sementara ini pastikan itu tak berlaku jika dijadikan sebagai dukungan calon independen. Tampak proses perekaman e-KTP tengah berlangsung.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polemik surat keterangan (suket) sebagai pengganti Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), yang nantinya akan digunakan sebagai syarat dukungan calon perseorangan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 hingga saat ini belum juga usai.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan tetap kekeh terhadap pernyataan awalnya. Yaitu, suket tak akan berlaku dijadikan syarat dukungan dari calon yang maju secara perseorangan atau independen.

“Sampai hari ini (kemarin, Red). Saya atas nama KPU Bulungan, tetap mengacu pada SE (surat edaran) Nomor 2096. Di dalamnya selain menjelaskan tentang tidak adanya keterangan suket sebagai pengganti e-KTP. Pun DPT sebagai dasar penetapan syarat dukungan calon perseorangan,” tegas Mahdi selaku Komisioner KPU Bulungan saat diwawancara Radar Kaltara, kemarin (25/11).

Lanjutnya, tidak ada perubahan mengenai suket yang diperbolehkan sebagai pengganti e-KTP. Namun untuk lampiran B1KWK mengalami perubahan dengan penambahan keterangan pekerjaan. Maka, pihaknya mengaku tak berani mengambil risiko. Sehingga sampai saat ini pun di penyelenggara tetap tak akan memberlakukan suket tersebut.

“Ya, kami tak berani beranggapan langsung suket boleh. Karena berdasarkan edaran itu yang nantinya sebagai dasar hukum kami sebagai pelaksana teknis di bawah,” jelasnya.

Meski, tak ditampiknya bahwa secara substansi suket di Disdukcapil muncul lantaran tengah kekurangan blangko e-KTP. Namun, dari SE 2096 tak ada menjelaskan suket tersebut diperbolehkan.

“Prinsipnya, kami menjalankan regulasi yang ada. Termasuk SE yang menjadi bagian dari dasar kami melakukan tahapan. Intinya juga, kami tidak berani melakukan sesuatu yang belum ada regulasinya. Tapi, tetap kami pun sambil menunggu apakah ada perubahan dan tidaknya nanti,” tuturnya.

Disinggung mengenai adanya potensi maladministrasi saat KPU kekeh pada pernyataan awal. Ditambah dengan adanya potensi lainnya yaitu protes dari masyarakat ataupun para kandidat yang akan maju pada pesta demokrasi nantinya. Mahdi dalam hal ini mengaku tetap mengacu pada SE tersebut. Menurutnya, dari SE itu sudah jelas akan menjadi payung hukumnya jika ada yang menganggap itu aksi maladministrasi dan lainnya.

“Tapi, dimungkinkan nanti akan ada perubahan kembali. Kami terus terang sembari masih menunggu. Jadi, diharapkan pakai sementara yang ada dahulu. Dan jika ada perubahan akan disampaikan kembali,” katanya.

Sebelumnya Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai lembaga pengawas pelayanan publik di provinsi termuda di Indonesia ini mengatakan bahwa penyelenggara setidaknya jangan hanya mengaca seperti ‘kacamata kuda’. Maksudnya, yaitu hanya berpatok pada satu aturan dan tak melihat adanya aturan lainnya.

“Suket itu memiliki fungsi yang sama. Hanya, beda fisiknya. Jadi, saya harap melihatnya jangan seperti kacamata kuda,” ungkap Ibramsyah Amirudin, Kepala Ombudsman RI Kaltara, kepada Radar Kaltara, Rabu (20/11) lalu.

Dikatakannya juga, jika penyelenggara pemilu ini tak segera berbenah. Maka, bisa saja ke depannya akan mengarah pada indikasi maladministrasi. Mengingat, aturan tentang suket yang memiliki kedudukan laiknya e-KTP. Sebelumnya sudah tertera secara jelas dan di dalam aturan Kemendagri pun ada.

“Indikasi maladministrasi tentu akan ada. Ya, karena memang di dalam suket itu sudah jelas NIK-nya. Artinya, itu sudah tak seharusnya menjadi masalah,” ujar pria yang akrab disapa Ibramsyah ini. Untuk diketahui, dukungan bagi calon perseorangan sendiri yang nantinya dapat dikatakan lolos pada tahap awal wajib memiliki dukungan sebanyak 9.564 pemilih. (omg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers