MANAGED BY:
JUMAT
30 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Selasa, 26 November 2019 11:55
Miliki Teknik Guratan Pisau Fallet, Karya Tembus ke Studgart, Jerman

Mengenal Lebih Dekat Seniman di Kaltara, M. Khusni Tamrin (Bagian 2)

MEMBANGGAKAN: Lukisan M. Khusni Tamrin yang tembus sampai ke Studgart, Jerman (foto kiri) dan foto tema kritis sosial yang ditampilkan dalam acara temu rupa di Tanjung Selor.

Hal ini dikarenakan, lukisannya yang dibuatnya tidak menggunakan kuas sebagaimana seniman-seniman lainnya mengkreasikan karyanya di atas kain kanvas. Melainkan, menggunakan pisau fallet. Tentunya, itu memiliki tingkat kesulitan dalam melukis yang jauh lebih tinggi. Karena butuh kesabaran dan kehati-hatian setiap goresannya.

Buah dari teknik guratan pisau fallet itu menghasilkan karya yang berjudul "Bali Dancer" oil on canvas ukuran 50 x 60 centimeter (cm). Lukisan itu digandrungi oleh kolektor dari Studgart, Jerman. Dan sampai saat ini, karyanya itu pun masih berada di sana. Tentunya, itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri olehnya, setelah sekian lama menjadi seorang seniman.

Namun, menurutnya bahwa melukis yang saat ini sudah menjadi kebutuhan hidupnya. Ibaratkan tiada hari tanpa berkarya yaitu melukis. Sehingga saat adanya gelaran temu rupa itu kali pertama itu pun, ia menampilkan karya-karya terbaiknya. Tentunya, dengan karya menggunakan teknik guratan pisau fallet.

“Teknik seperti itu memang akan terlihat tekstur cukup kasar. Dan memang tak ditampik dengan menggunakan teknik itu wajar cukup kasar lantaran ada bagian-bagian yang sulit. Terutama di bagian mata dan mulutnya,’’ ujarnya.

Sedangkan, mengenai durasi pembuatannya sendiri dalam satu karya. Setidaknya membutuhkan waktu seminggu hingga sebulan lamanya. Tergantung dari tingkat kesulitan dalam karya tersebut.

“Kalau dari lukisan yang ditampilkan kala itu, rerata ada yang hanya seminggu selesai. Ya, memang kalau bicara bagian mana yang sulit, itu ada pada bagian mata dan mulutnya,’’ katanya seraya berkata dari karya yang dipajangnya saat itu pun bertemakan pada kritik sosial.Tujuannya, agar itu dapat secara langsung menjadi perhatian pemerintah daerah.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers