MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Selasa, 26 November 2019 11:55
Miliki Teknik Guratan Pisau Fallet, Karya Tembus ke Studgart, Jerman

Mengenal Lebih Dekat Seniman di Kaltara, M. Khusni Tamrin (Bagian 2)

MEMBANGGAKAN: Lukisan M. Khusni Tamrin yang tembus sampai ke Studgart, Jerman (foto kiri) dan foto tema kritis sosial yang ditampilkan dalam acara temu rupa di Tanjung Selor.

PROKAL.CO, M. Khusni Tamrin merupakan salah seorang seniman yang memiliki potensi luar biasa. Namanya pun cukup dikenal luas dan tentunya tak asing lagi bagi kalangan masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Mengingat, dari karya yang dihasilkannya itu tak hanya berhasil tembus di tingkat nasional. Melainkan, satu di antara puluhan hingga ratusan karyanya tembus ke Studgart, Jerman.

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

DENGAN menggunakan teknik guratan pisau fallet, M. Khusni Tamrin, seorang seniman lainnya yang ikut serta dalam gelaran temu rupa yang kali pertama digelar oleh UPT Taman Budaya Kaltara memiliki prestasi yang cukup meentereng.

Karya seni rupa yang ditampilkan dalam galeri Rupa-Rupa Kaltara itu tak kalah menariknya dibandingkan puluhan karya seni rupa lainnya yang terpajang. Bahkan,terbilang dari beberapa karya yang dipajangnya kala itu memiliki teknik tingkat tinggi dalam pembuatannya.

Hal ini dikarenakan, lukisannya yang dibuatnya tidak menggunakan kuas sebagaimana seniman-seniman lainnya mengkreasikan karyanya di atas kain kanvas. Melainkan, menggunakan pisau fallet. Tentunya, itu memiliki tingkat kesulitan dalam melukis yang jauh lebih tinggi. Karena butuh kesabaran dan kehati-hatian setiap goresannya.

Buah dari teknik guratan pisau fallet itu menghasilkan karya yang berjudul "Bali Dancer" oil on canvas ukuran 50 x 60 centimeter (cm). Lukisan itu digandrungi oleh kolektor dari Studgart, Jerman. Dan sampai saat ini, karyanya itu pun masih berada di sana. Tentunya, itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri olehnya, setelah sekian lama menjadi seorang seniman.

Namun, menurutnya bahwa melukis yang saat ini sudah menjadi kebutuhan hidupnya. Ibaratkan tiada hari tanpa berkarya yaitu melukis. Sehingga saat adanya gelaran temu rupa itu kali pertama itu pun, ia menampilkan karya-karya terbaiknya. Tentunya, dengan karya menggunakan teknik guratan pisau fallet.

“Teknik seperti itu memang akan terlihat tekstur cukup kasar. Dan memang tak ditampik dengan menggunakan teknik itu wajar cukup kasar lantaran ada bagian-bagian yang sulit. Terutama di bagian mata dan mulutnya,’’ ujarnya.

Sedangkan, mengenai durasi pembuatannya sendiri dalam satu karya. Setidaknya membutuhkan waktu seminggu hingga sebulan lamanya. Tergantung dari tingkat kesulitan dalam karya tersebut.

“Kalau dari lukisan yang ditampilkan kala itu, rerata ada yang hanya seminggu selesai. Ya, memang kalau bicara bagian mana yang sulit, itu ada pada bagian mata dan mulutnya,’’ katanya seraya berkata dari karya yang dipajangnya saat itu pun bertemakan pada kritik sosial.Tujuannya, agar itu dapat secara langsung menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ditanya mengenai suka duka menjadi seniman, ia menceritakan bahwa menjadi seniman itu sangat sulit. Pasalnya, seniman butuh ketrampilan yang bisa menciptakan ide atau gagasan untuk menampilkan karya-karya. Yang nantinya dari karya itu akan bersaing dengan seniman-seniman yang handal.

“Sukanya apabila karya yang dihasilkannya itu disukai banyak orang. Untuk itulah, perlu namanya  karya yang baik dan terbarukan yang wajib tercipta,’’ tuturnya.

Di sisi lain, ia pun menceritakan tentang masa kecilnya bahwa melukis itu memang sangat disukainya. Meski, saat itu tidak ada guru lukis yang selalu membimbingnya. Dan kalau ia tengah melukis, tidak ada pengawasan ataupun yang mendikte.

“Tapi, dari sinilah kebebasan yang saya senangi dan kebebasan yang saya miliki dan inginkan. Karena tidak memiliki guru lukis, saya bisa kreatif dan berimprovisasi tanpa seorang pun yang mengkritik saya,’’ ungkapnya. (***/bersambung)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers