MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 23 November 2019 12:02
Usulan Selisih Seribu dari UMP Ditolak

Buruh: Idealnya Rp 4 Juta

WAJIB HIDUP LAYAK: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Malundung oleh sejumlah butuh, kemarin (22/11).

PROKAL.CO, KENAIKAN upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2020 dipastikan telah ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie. Adanya kenaikan UMK, menimbulkan spekulasi di kalangan buruh hingga pekerja.

Anggota Dewan Pengupahan Tarakan dari unsur Serikat Pekerja, Hudiyono, S.E, mengakui keinginan kenaikan UMK mencapai 10 hingga 15 persen. Angkanya mencapai Rp 4 juta untuk Tarakan. Angka itu dapat memenuhi kebutuhan hidup di Tarakan yang cukup tinggi ditambah lagi dengan harga bahan pokok yang dirasa semakin naik setiap tahunnya.

Terkait dengan pemberian upah diketahui telah diatur di Pasal 97 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Oktober 2015 telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam PP itu disebutkan, bahwa kebijakan pengupahan diarahkan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi pekerja/buruh.

Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud merupakan jumlah penerimaan atau pendapatan pekerja/buruh dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya secara wajar. Ini patut menjadi rujukan bagi pemerintah hingga perusahaan.

“Jadi semua itu sudah jelas bahkan di edaran yang terbaru terkait dengan pertumbuhan ekomoni dan peningkatan inflasi itu, jadi untuk upah sekarang ini bisa dilihat dan dikalikan dengan 8 persen jadinya itu. Kalau kami tetap bersikukuh untuk kenaikan UMK ini sesuai dengan regulasi dari pemerintah yang jelas PP Nomor 78 itu sudah menjadi solusilah bagi kami dan juga semuanya kalau saya lihat,” tuturnya kepada media ini.

Hudiyanti, seorang pekerja di Tarakan mengakui kebutuhan hidup tinggi mendorong tuntutan para buruh. “Justru Tarakan kalau ditinjau dari jumlah nominal tertinggi di Kalimantan bukan hanya di Kaltara saja. Semua daerah seperti itu contoh di Jawa Timur yang paling tinggi itu Surabaya ketimbang beberapa kabupaten yang ada di sana. Tentu kalau dari kami inginnya kenaikan itu berkisar 10 sampai 15 persen. Tetapi dengan adanya kenaikan yang telah ditandatangani oleh Gubernur, saya rasa itu sudah benar,” lanjutnya.

“Beberapa bahan pokok di Tarakan saja itu semua kebanyakan dari luar daerah, pasti saat sampai di Tarakan harganya berbeda dari tempat asalnya karena itu tadi ongkos kirim dan lain-lain. Memang kalau saya melihat untuk UMK harusnya Tarakan ini sudah Rp 4 juta lebih, karena memang kebutuhan hidup segitu,” tambahnya.

 

USULAN NUNUKAN DITOLAK

Usulan kenaikan UMK sebesar Rp 3.001.804 atau lebih tinggi Rp 1.000 dari upah minimun provinsi (UMP) 2020 ditolak. Padahal, usulan itu sudah disepakati sejumlah perusahaan dan pengusaha di Nunukan. Seperti data yang diterima dari Disnaker Kaltara, UMK Nunukan pada 2020 mendatang sebesar Rp 3.083.182.

Kendati begitu, Pemkab Nunukan mengaku jika akan mengumumkan besaran UMUM dalam waktu dekat.

 “UMK sudah klir, tinggal kita umumkan dalam waktu dekat melalui Diskominfotik. Nanti Diskominfotik akan merilisnya,” ujar Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, kemarin (22/11).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan Abdul Munir juga membenarkan, di tingkat Kabupaten Nunukan semua pihak sempat menyepakati UMK Nunukan Tahun 2020 diusulkan sebesar Rp. 3.001.804, sedangkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Sektor Perkebunan sebesar Rp. 3.002.804 dan 3.051.804 untuk Sektor Pertambangan. “Ya, UMK dan UMSK tersebut sudah disepakati Gunernur atas rekomendasi kita sebelumnya,” ungkap Abdul Munir optimistis.

“Industri kelapa sawit adalah industri padat karya karena hampir 70 persen pengeluaran perusahaan diperuntukkan untuk karyawan, di mana perusahaan harus menyiapkan rumah, listrik, air, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya untuk para karyawan. Sehingga jika kenaikan UMK terlalu besar maka pasti akan PHK. Apalagi harga kelapa sawit saat ini masih lesu karena ada penolakan di pasar eropa serta akibat perang dagang antara China dan AS,” kata Bobby perwakilan dari PT SIL dan PT SIP  beberapa waktu lalu.

Sementara dari kalangan buruh, tidak terlalu menuntut adanya kenaikan UMK. Magun Vincentius yang mewakili Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Nunukan, menyatakan bisa memaklumi situasi sulit yang dialami oleh para pengusaha.

“Saya sudah keliling ke banyak perusahaan untuk mendengarkan aspirasi buruh dan pengusaha, memang situasinya sedang lesu. Makanya jika tetap dipaksakan ada kenaikan UMK tidak menutupkemungkinan akan ada ribuan orang terancam PHK,” kata Vincentius. (puu/raw)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers