MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 23 November 2019 12:02
Usulan Selisih Seribu dari UMP Ditolak

Buruh: Idealnya Rp 4 Juta

WAJIB HIDUP LAYAK: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Malundung oleh sejumlah butuh, kemarin (22/11).

KENAIKAN upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2020 dipastikan telah ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie. Adanya kenaikan UMK, menimbulkan spekulasi di kalangan buruh hingga pekerja.

Anggota Dewan Pengupahan Tarakan dari unsur Serikat Pekerja, Hudiyono, S.E, mengakui keinginan kenaikan UMK mencapai 10 hingga 15 persen. Angkanya mencapai Rp 4 juta untuk Tarakan. Angka itu dapat memenuhi kebutuhan hidup di Tarakan yang cukup tinggi ditambah lagi dengan harga bahan pokok yang dirasa semakin naik setiap tahunnya.

Terkait dengan pemberian upah diketahui telah diatur di Pasal 97 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Oktober 2015 telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam PP itu disebutkan, bahwa kebijakan pengupahan diarahkan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi pekerja/buruh.

Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud merupakan jumlah penerimaan atau pendapatan pekerja/buruh dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya secara wajar. Ini patut menjadi rujukan bagi pemerintah hingga perusahaan.

“Jadi semua itu sudah jelas bahkan di edaran yang terbaru terkait dengan pertumbuhan ekomoni dan peningkatan inflasi itu, jadi untuk upah sekarang ini bisa dilihat dan dikalikan dengan 8 persen jadinya itu. Kalau kami tetap bersikukuh untuk kenaikan UMK ini sesuai dengan regulasi dari pemerintah yang jelas PP Nomor 78 itu sudah menjadi solusilah bagi kami dan juga semuanya kalau saya lihat,” tuturnya kepada media ini.

Hudiyanti, seorang pekerja di Tarakan mengakui kebutuhan hidup tinggi mendorong tuntutan para buruh. “Justru Tarakan kalau ditinjau dari jumlah nominal tertinggi di Kalimantan bukan hanya di Kaltara saja. Semua daerah seperti itu contoh di Jawa Timur yang paling tinggi itu Surabaya ketimbang beberapa kabupaten yang ada di sana. Tentu kalau dari kami inginnya kenaikan itu berkisar 10 sampai 15 persen. Tetapi dengan adanya kenaikan yang telah ditandatangani oleh Gubernur, saya rasa itu sudah benar,” lanjutnya.

“Beberapa bahan pokok di Tarakan saja itu semua kebanyakan dari luar daerah, pasti saat sampai di Tarakan harganya berbeda dari tempat asalnya karena itu tadi ongkos kirim dan lain-lain. Memang kalau saya melihat untuk UMK harusnya Tarakan ini sudah Rp 4 juta lebih, karena memang kebutuhan hidup segitu,” tambahnya.

 

USULAN NUNUKAN DITOLAK

Usulan kenaikan UMK sebesar Rp 3.001.804 atau lebih tinggi Rp 1.000 dari upah minimun provinsi (UMP) 2020 ditolak. Padahal, usulan itu sudah disepakati sejumlah perusahaan dan pengusaha di Nunukan. Seperti data yang diterima dari Disnaker Kaltara, UMK Nunukan pada 2020 mendatang sebesar Rp 3.083.182.

Kendati begitu, Pemkab Nunukan mengaku jika akan mengumumkan besaran UMUM dalam waktu dekat.

 “UMK sudah klir, tinggal kita umumkan dalam waktu dekat melalui Diskominfotik. Nanti Diskominfotik akan merilisnya,” ujar Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, kemarin (22/11).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nunukan Abdul Munir juga membenarkan, di tingkat Kabupaten Nunukan semua pihak sempat menyepakati UMK Nunukan Tahun 2020 diusulkan sebesar Rp. 3.001.804, sedangkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Sektor Perkebunan sebesar Rp. 3.002.804 dan 3.051.804 untuk Sektor Pertambangan. “Ya, UMK dan UMSK tersebut sudah disepakati Gunernur atas rekomendasi kita sebelumnya,” ungkap Abdul Munir optimistis.

“Industri kelapa sawit adalah industri padat karya karena hampir 70 persen pengeluaran perusahaan diperuntukkan untuk karyawan, di mana perusahaan harus menyiapkan rumah, listrik, air, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya untuk para karyawan. Sehingga jika kenaikan UMK terlalu besar maka pasti akan PHK. Apalagi harga kelapa sawit saat ini masih lesu karena ada penolakan di pasar eropa serta akibat perang dagang antara China dan AS,” kata Bobby perwakilan dari PT SIL dan PT SIP  beberapa waktu lalu.

Sementara dari kalangan buruh, tidak terlalu menuntut adanya kenaikan UMK. Magun Vincentius yang mewakili Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Nunukan, menyatakan bisa memaklumi situasi sulit yang dialami oleh para pengusaha.

“Saya sudah keliling ke banyak perusahaan untuk mendengarkan aspirasi buruh dan pengusaha, memang situasinya sedang lesu. Makanya jika tetap dipaksakan ada kenaikan UMK tidak menutupkemungkinan akan ada ribuan orang terancam PHK,” kata Vincentius. (puu/raw)


BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers