MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 22 November 2019 11:31
Tiga Nelayan Indonesia Disandera Abu Sayyaf

Minta Tebusan Rp 830 Juta

Laksamana Pertama TNI Judijanto, Komandan Lantamal XIII

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali berulah. Kali ini tiga orang nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata ini. Sampai saat ini Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan terus melakukan upaya diplomasi.

Ketiga WNI yang disandera itu bernama Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27) dan Samiun Maneu (27). Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto menyampaikan, sampai saat ini Lantamal terus melakukan upaya diplomasi. Hal itu dilakukan agar ketiga WNI yang disandera  bisa secepat mungkin berkumpul kembali dengan keluarganya.

“WNI yang masih disandera itu berasal dari Sulawasi Selatan (Sulsel),” kata Judijanto kepada Radar Kaltara, Kamis (21/11).

Ketiga orang WNI merupakan nelayan yang bekerja di salah satu perusahaan di Sabah, Malaysia. Dan ketiganya tidak ada ikatan keluarga. Jadi dalam satu kapal Malaysia itu ada anak buah kapal (ABK) yang berwarga negara Indonesia.

“Untuk detail penangkapan saya tidak ingat secara pasti, karena kejadiannya sekitar dua bulan yang lalu di perairan Tambisan,” sebutnya.

Sampai saat ini, kata Judijanto, Lantamal terus melakukan upaya diplomasi dengan Negara Malaysia dan Filipina. Kenapa dilakukan diplomasi dengan Malaysia, karena ketiga nelayan ini bekerja di Malaysia. “Tapi kami juga terus melakukan upaya-upaya pembebasan,” bebernya.

Disinggung apakah kelompok Abu Sayyaf meminta tembusan, Judijanto mengatakan, Abu Sayyaf minta tembusan uang sebesar 30 juta peso. “Kalau mau bebas, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 30 juta peso,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Syaharuddin mengungkapkan, KSOP mengantisipasi terhadap kapal Indonesia yang akan berangkat ke Malaysia dan Filipina. Apalagi penculikan kelompok Abu Sayyaf terhadap WNI kerap  terjadi.

“Untuk saat ini pelayaran dengan tujuan Filipina, tidak diperbolehkan untuk berlayar. Hal ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Syahruddin, terhadap kapal Tawindo dan Indomaya dengan tujuan Tarakan- Tawau Malaysia, pihaknya sudah meminta kepada ABK untuk selalu berhati-hati. Bahkan pihaknya menginstruksikan agar jalur pelayaran dari Tarakan ke Tawau, tidak melalui garis haluan ke timur.

“Kami segera melakukan antisipasi, karena takutnya nanti ada potensi kelompok ini melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan WNI," ujarnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:50

Jadwal SKD CPNS Tunggu Keputusan BKN

TANJUNG SELOR – Sebanyak 5.567 orang calon pegawai negeri sipil…

Selasa, 21 Januari 2020 11:48

Kelompok Bersenjata Makin Ganas, Nelayan Diminta Tak Dekati Perbatasan

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) begerak…

Selasa, 21 Januari 2020 11:46

Bangunan Tebakar Sudah Tidak Layak

TANJUNG SELOR – Bangunan aula SMPN 2 Tanjung Palas di…

Senin, 20 Januari 2020 13:32

Kota Baru Mandiri 'Disuntik' APBN Rp 5 M, Apa Peruntukkannya?

TANJUNG SELOR - Tahun ini, Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Senin, 20 Januari 2020 13:29

Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Senin, 20 Januari 2020 13:26

Gedung SMP 2 Tanjung Palas Ludes Terbakar

TANJUNG SELOR – Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2…

Senin, 20 Januari 2020 13:02

Bakal Calon Gubernur Mencari Wakil

SEJUMLAH bakal calon gubernur (bacagub) tengah menimbang siapa yang akan…

Sabtu, 18 Januari 2020 14:20

Mewabah di Malaysia, Waspada Virus Polio

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan…

Sabtu, 18 Januari 2020 14:11

Infrastruktur Dermaga Butuh Renovasi

TANJUNG SELOR - Beberapainfrastruktur, khususnya di dermaga Kayan Tanjung Selor,…

Sabtu, 18 Januari 2020 14:09

Dibangun 2017, TPA Km 9 Belum Difungsikan

TANJUNG SELOR – Meski pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) Kilometer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers