MANAGED BY:
KAMIS
09 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 22 November 2019 11:31
Tiga Nelayan Indonesia Disandera Abu Sayyaf

Minta Tebusan Rp 830 Juta

Laksamana Pertama TNI Judijanto, Komandan Lantamal XIII

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali berulah. Kali ini tiga orang nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata ini. Sampai saat ini Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan terus melakukan upaya diplomasi.

Ketiga WNI yang disandera itu bernama Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27) dan Samiun Maneu (27). Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto menyampaikan, sampai saat ini Lantamal terus melakukan upaya diplomasi. Hal itu dilakukan agar ketiga WNI yang disandera  bisa secepat mungkin berkumpul kembali dengan keluarganya.

“WNI yang masih disandera itu berasal dari Sulawasi Selatan (Sulsel),” kata Judijanto kepada Radar Kaltara, Kamis (21/11).

Ketiga orang WNI merupakan nelayan yang bekerja di salah satu perusahaan di Sabah, Malaysia. Dan ketiganya tidak ada ikatan keluarga. Jadi dalam satu kapal Malaysia itu ada anak buah kapal (ABK) yang berwarga negara Indonesia.

“Untuk detail penangkapan saya tidak ingat secara pasti, karena kejadiannya sekitar dua bulan yang lalu di perairan Tambisan,” sebutnya.

Sampai saat ini, kata Judijanto, Lantamal terus melakukan upaya diplomasi dengan Negara Malaysia dan Filipina. Kenapa dilakukan diplomasi dengan Malaysia, karena ketiga nelayan ini bekerja di Malaysia. “Tapi kami juga terus melakukan upaya-upaya pembebasan,” bebernya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers