MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 22 November 2019 11:31
Tiga Nelayan Indonesia Disandera Abu Sayyaf

Minta Tebusan Rp 830 Juta

Laksamana Pertama TNI Judijanto, Komandan Lantamal XIII

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali berulah. Kali ini tiga orang nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata ini. Sampai saat ini Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan terus melakukan upaya diplomasi.

Ketiga WNI yang disandera itu bernama Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27) dan Samiun Maneu (27). Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana Pertama TNI Judijanto menyampaikan, sampai saat ini Lantamal terus melakukan upaya diplomasi. Hal itu dilakukan agar ketiga WNI yang disandera  bisa secepat mungkin berkumpul kembali dengan keluarganya.

“WNI yang masih disandera itu berasal dari Sulawasi Selatan (Sulsel),” kata Judijanto kepada Radar Kaltara, Kamis (21/11).

Ketiga orang WNI merupakan nelayan yang bekerja di salah satu perusahaan di Sabah, Malaysia. Dan ketiganya tidak ada ikatan keluarga. Jadi dalam satu kapal Malaysia itu ada anak buah kapal (ABK) yang berwarga negara Indonesia.

“Untuk detail penangkapan saya tidak ingat secara pasti, karena kejadiannya sekitar dua bulan yang lalu di perairan Tambisan,” sebutnya.

Sampai saat ini, kata Judijanto, Lantamal terus melakukan upaya diplomasi dengan Negara Malaysia dan Filipina. Kenapa dilakukan diplomasi dengan Malaysia, karena ketiga nelayan ini bekerja di Malaysia. “Tapi kami juga terus melakukan upaya-upaya pembebasan,” bebernya.

Disinggung apakah kelompok Abu Sayyaf meminta tembusan, Judijanto mengatakan, Abu Sayyaf minta tembusan uang sebesar 30 juta peso. “Kalau mau bebas, kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan 30 juta peso,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Syaharuddin mengungkapkan, KSOP mengantisipasi terhadap kapal Indonesia yang akan berangkat ke Malaysia dan Filipina. Apalagi penculikan kelompok Abu Sayyaf terhadap WNI kerap  terjadi.

“Untuk saat ini pelayaran dengan tujuan Filipina, tidak diperbolehkan untuk berlayar. Hal ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Syahruddin, terhadap kapal Tawindo dan Indomaya dengan tujuan Tarakan- Tawau Malaysia, pihaknya sudah meminta kepada ABK untuk selalu berhati-hati. Bahkan pihaknya menginstruksikan agar jalur pelayaran dari Tarakan ke Tawau, tidak melalui garis haluan ke timur.

“Kami segera melakukan antisipasi, karena takutnya nanti ada potensi kelompok ini melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan WNI," ujarnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 14:39

Speedboat Nyaris Ludes Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR – Speedboat Sadewa Lestari Benuanta VIP rute Bulungan-Tarakan…

Jumat, 06 Desember 2019 11:55

Kategori P1/TL, Pelamar Tetap Ikut SKD

TANJUNG SELOR – Pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Jumat, 06 Desember 2019 11:52

Dua Jam, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia

TANJUNG SELOR – Meski sebelumnya telah menggelar razia Operasi Patuh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:42

Satu dari Lima Anak Perempuan Alami Kekerasan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil survei prevalensi yang dilakukan oleh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:39

2020, APBN Mulai Garap KBM

TANJUNG SELOR - Percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

Anak Disabilitas Wajib Mendapat Pengakuan

KEBERADAAN anak disabilitas di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) wajib mendapat…

Rabu, 04 Desember 2019 11:38

298 Kepala Keluarga Bakal Migrasi ke Bulungan

TANJUNG SELOR - Jika tak ada aral, Menteri Desa dan…

Rabu, 04 Desember 2019 11:34

Jabatan Terisi, Pesonel Kurang Bukan Hambatan

TANJUNG SELOR – Serah terima jabatan kembali terjadi Polres Bulungan,…

Selasa, 03 Desember 2019 10:14

Pengetap di SPBU Masih Merajalela

TANJUNG SELOR – Hingga kini, aksi pengetap di Stasiun Pengisian…

Selasa, 03 Desember 2019 10:13

Pengetap di SPBU Masih Merajalela

TANJUNG SELOR – Hingga kini, aksi pengetap di Stasiun Pengisian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.