MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 21 November 2019 12:23
PLTA Sungai Mentarang Jadi Bendungan Tertinggi di Indonesia

Didukung Pemerintah, Janji Tak Kecewakan

SALING MENDUKUNG: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, Menteri Utilitas Sarawak Malaysia Y.B. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, Asdep Infrastruktur Pertambangan dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi Yohannes Yudi Prabangkara, Pemilik PT. KPP Group Juanda Lesmana dan Presiden Direktur PT. KHN Antony Lesmana bersama masing-masing jajaran menyatukan tangan, tanda kebersamaan menyukseskan pembangunan PLTA Sungai Mentarang.

PROKAL.CO, MALINAU – Dukungan pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah pusat terhadap rencana investasi besar, pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau yang akan berkapasitas 1375 Megawatt (MW) sudah jelas. Karena itu, PT. Kayan Hydropower Nusantara (KHN) mengaku sangat serius berinvestasi dan berjanji tidak akan mengecewakan pemerintah.

“Kami dari PT. KHN sangat berterima kasih atas dukungan ini, baik itu dari pemda, maupun dari pemerintah pusat. Kami tidak akan mengecewakan mereka dan kami berusaha untuk membangun ini sesuai scedule yang diharapkan mereka,” ujar Antony Lesmana, Presiden Direktur PT. KHN saat diwawancarai usai acara malam ramah tamah Menteri Utilitas Sarawak Malaysia Y.B. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Selasa (19/11) malam di Guest House Bupati Malinau.

Diyakinkan Antony Lesmana, bahwa PT. KHN yang merupakan perusahaan patungan antara PT. Kayan Patria Pratama (KPP) Group dengan Sarawak Energy Berhad (SEB) tahun depan akan berusaha untuk segera menyelesaikan perjanjian jual beli listrik dengan tenant-tenant mereka, yaitu PT. Inalum dan PT. PLN.

“Jadi, jika perjanjian jual beli itu sudah ditandatangani, kita akan melakukan pinjaman dari luar negeri juga untuk segera membangun ini. Harapan kami, kami dapat mulai pra pembangunan mulai akhir tahun depan,” katanya.

Jika bangunan PLTA Sungai Mentarang yang direncanakan untuk menyuplai kebutuhan listrik, di Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning dan masyarakat Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Malinau ini dapat dibangun, maka bendungannya merupakan bendungan tertinggi di Indonesia.

“Bendungan ini akan memiliki tinggi kurang lebih 220 meter dan akan menjadikan bendungan ini bendungan tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, disinggung soal penanganan desa yang akan terdampak pembangunan PLTA, Presiden Dirketur PT. KHN menegaskan bahwa sejak jauh hari pihaknya memikirkan hal itu. Terlebih, pihaknya saat mendapat kunjungan dari Menteri Utilitas Sarawak Malaysia Y.B. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, telah melihat langsung percontohan relokasi salah satu perusahaan milik PT. KPP Group yang telah dianggap sukses merelokasi desa yang terdampak kawasan pertambangan.

“Salah satu partner lokal kami, yaitu PT. KPP Group sudah pernah melakukan relokasi yang cukup sukses yaitu di Desa Paya Seturan, Kecamatan Malinau Selatan. Jadi, pada Selasa pagi (19/11), Bapak Menteri Utilitas Sarawak Malaysia, Bapak Bupati dan tim PT. KHN mengunjungi desa tersebut,” katanya.

Untuk relokasi desa yang terdampak pembangunan bendungan PLTA, pihaknya akan berusaha untuk menggunakan model yang sama dan akan memperbaiki, apabila ada kekurangan sebelummya yang telah dilakukan untuk memastikan relokasi desa yang direlokasi ini, akan menjadi lebih sukses dari sebelum-sebelumnya. “Yang dapat kami pastikan bahwa apa yang masyarakat sudah miliki sekarang, mereka akan memiliki yang sama atau bahkan lebih baik dari sebelumnya,” tegasnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama saat menghadiri acara yang sama, Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur Pertambangan dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Maritim dan Investasi) Yohannes Yudi Prabangkara kepada Radar Tarakan mengatakan bahwa pemerintah patut bersyukur di provinsi baru, yaitu Provinsi Kaltara terdapat sebuah potensi yang sungguh luar biasa. Potensi untuk sumber daya air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Yaitu PLTA.

“Ini sangat penting bagi kita, karena di satu sisi kita membutuhkan listrik dan di sisi lain pemerintah juga mendorong berdirinya industri-industri yang bisa memanfaatkan listrik, terutama dari PLTA ini. Cirinya adalah bahwa listriknya bisa murah dan handal,” ujar Asdep yang akrab disapa Yudi ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, yang paling penting adalah memanfaatkan energi terbarukan dan ini yang menjadi titik tolak bahwa pemerintah ingin mengembangkan Kaltara sebagai sebuah pusat industri yang akan memanfaatkan energi dari PLTA.

“Dan patut kita syukuri bahwa listrik dari PLTA ini salah satunya ada di Kabupaten Malinau yang kita cintai ini. Jadi ini sangat penting bagi Malinau yang mempunyai potensi yang besar dan saat ini sudah dapat dikembangkan,” tuturnya.

Untuk itu, atas nama Kemenko Maritim dan Investasi dirinya sangat berharap dan bersandar kepada pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Malinau, untuk bisa segera merealisasikan proyek besar ini sehingga Malinau bisa dikenal menjadi sumber energi terbarukan untuk bisa menggerakkan perekonomian di Malinau sendiri, bahkan di Kaltara.

Ditanya soal permintaan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo terkait mempermudah perizinan untuk investasi, Yudi mengatakan justru pada saat ini sebetulnya pengembangan kawasan industri yang ada di Kaltara ini sudah menjadi salah satu proyek strategis nasional. Maka dari itu, dari pusat hingga ke daerah akan melaksanakan perintah Presiden.

“Jadi kita punya sekarang ini 223 proyek strategis nasional dan salah satunya ada di Malinau, ada di Kaltara, di Tanah Kuning. Oleh karena itu, semua dari sisi pemerintah akan mendukung untuk bisa terealisasinya proyek strategis nasional di Kaltara ini,” tegasnya.

“Kita sebagai pemerintahan wajib memfasilitasi tumbuh kembangnya industri swasta, baik mulai dari hulu penyediaan listrik yang murah dan handal, serta ramah lingkungan dan juga industri yang akan memanfaatkan energi listrik yang sangat besar dan sangat potensial ini di Malinau,” sambungnya.

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si yang wilayahnya menjadi lokasi pembangunan PLTA Sungai Mentarang, atas nama masyarakat juga menyampaikan dukungan terhadap adanya kerja sama yang dilakukan oleh SEB dengan PT. KPP melalui PT. KHN untuk membangun PLTA di Kabupaten Malinau, yang sudah berjalan dengan baik sejak Pemkab Malinau melakukan perjanjian kerja sama tahun lalu. Ia bersyukur dan bangga kemajuan tahapan pembangunan yang sangat pesat.

“Kita beri spirit kepada kedua pihak yang bekerja sama ini. Kebetulan hadir di sini juga anggota-anggota DPRD. Kenapa, karena beliau-beliau juga mendukung ini. Hadir di sini juga para kepala desa, tokoh masyarakat yang datang dari Sungai Mentarang dan Malinau,” ujar Yansen TP pada saat menyampaikan sambutan pada malam ramah tamah.

Dengan kemajuan yang sangat pesat tersebut, kata dia, itu menandakan bahwa PT. KHN serius membangun PLTA di Malinau. Itu juga terlihat dari datangnya Menteri Utilitas Sarawak Malaysia Y.B. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom ke Malinau. Kementerian Utilitas Sarawak Malaysia membawahi langsung SEB.

“Proyek ini sangat besar. Nilai investasinya 2,5 miliar US Dollar, setara Rp 35 triliun. Jadi tidak kecil. Patut kita syukuri dan kita banggakan juga, bendungan ini yang tertinggi di Indonesia. Tingginya kalau tidak salah saya dengar itu dari presentasi tim ahlinya 220 meter. Jadi oleh sebab itu tentu kita bangga juga,” ungkapnya.

Bendungan ini akan menjadi keunikan, keunggulan dan kelebihan serta akan menjadi daya tarik tersendiri. Oleh karena itu tidak hanya bermanfaat karena energi yang dihasilkannya, tapi berdampak kepada berbagai sektor. Dengan energi yang tersedia sedemikian rupa, maka tidak hanya satu keuntungan didapatkan tapi ekonomi, sosial dan budaya bahkan pariwisata dan pembangunan bangsa serta negara pun akan terwujud.

“Jadi saya kira tidak salah pada kesempatan ini saya salut, bangga, bahagia dan mendukung sepenuhnya usaha dari SEB dan PT. KPP yang sudah bekerja sama membangun melalui perusahaan patungan PT. KHN ini. Marilah kita dukung ini sebagai bagian dalam bentuk kita turut serta membangun Indonesia, Kaltara dan khususnya Kabupaten Malinau,” tukasnya. (ags/nri)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:31

Manusia Merencanakan, Tuhan yang Menentukan

MALINAU — Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengungkapkan rasa…

Kamis, 12 Desember 2019 11:53

Tema Natal Sederhana, Memiliki Makna Dalam

MALINAU – Mengawali sambutan pada perjalanan ibadah Natal Bupati Malinau…

Rabu, 11 Desember 2019 13:36

Bupati Lantik Camat Kayan Hulu Definitif

MALINAU – Bersamaan dengan rangkaian perjalanan ibadah Natal Bupati Malinau…

Jumat, 06 Desember 2019 15:13

Rombongan Harus Semangat 45

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menitipkan pesan…

Kamis, 05 Desember 2019 13:11

Bupati Usulkan Ada Prajurit Pembina RT

MALINAU – Komando Distrik Militer (Kodim) 0901/Malinau (Mln) melaksanakan apel…

Rabu, 04 Desember 2019 12:42

Pelantikan untuk Mewujudkan Kehadiran Negara

MALINAU – Gerbong mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah…

Selasa, 03 Desember 2019 13:45

Anak Berkebutuhan Khusus Duduk di Kursi Bupati

MALINAU – Mata Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si tampak…

Selasa, 03 Desember 2019 13:44

Kualitas SDM Harus Ditingkatkan

MALINAU – Dalam sebulan terakhir, Bupati Malinau Dr. Yansen TP,…

Senin, 02 Desember 2019 15:03

“Terima Kasih Guruku”

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si saat menjadi…

Jumat, 29 November 2019 15:02

IDI Harus Sinergi dengan Kepentingan Daerah

MALINAU – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malinau periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.