MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 21 November 2019 12:21
WADAWWW..!! Dua Kelurahan Masuk Kategori Kumuh Berat
PERMUKIMAN: Kawasan permukiman di Kelurahan Selumit Pantai, masuk dalam ketegori kawasan kumuh berat, Rabu (20/11).

PROKAL.CO, TARAKAN – Dua kelurahan yang ada di Bumi Paguntaka yakni Kelurahan Selumit Pantai dan Kelurahan Karang Rejo masuk dalam ketegori sebagai kawasan kumuh berat.

Ada beberapa parameter yang menjadikan dua keluarahan tersebut masuk dalam kategori kumuh berat di antaranya, tingginya tingkat populasi di wilayah padat penduduk tersebut serta minimnya infrastruktur penunjang di kawasan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Utara, Kementerian PUPR Donny Fitriandi  mengatakan hingga saat ini pihaknya masih berusaha menghilangkan kesan kumuh di dua wilayah tersebut melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

“Melalui program Kotaku kita ingin mengubah kawasan yang dianggap kumuh di Tarakan menjadi kawasan yang laik huni. Saat ini yang masuk kategori kumuh berat ada di Kelurahan Selumit Pantai dan Karang Rejo, sementara yang masuk kategori kumuh ringan ada di Kelurahan Juata Laut,” tuturnya.

Program KOTAKU dimulai sejak tahun 2015, di mana Tarakan setiap tahunnya mendapatkan sekitar Rp 10 miliar berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk digunakan memperbaiki kawasan kumuh yang ada di Tarakan.

“Untuk mewujudkan kawasan yang laik huni, kita melakukan pembangunan berbagai infrastruktur yang diperuntukkan untuk masyarakat mulai pembangunan jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi dan persampahan,” tuturnya.

Selama melaksanakan program KOTAKU di Tarakan, masyarakat yang tinggal di kawasan yang masuk dalam kategori kumuh tidak melakukan penolakan, dikarenakan tujuan program KOTAKU merubah kawasan kumuh menjadi kawasan yang laik huni.

“Tidak hanya mengubah menjadi kawasan yang laik huni, tapi kita mencoba mengubah pola hidup masyarakat yang sebelumnya yang terbiasa dengan kumuh, menjadi lebih baik lagi dan lebih peduli lagi terhadap lingkungan yang menjadi tempat tinggalnya,” ucapnya.

Terpisah Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, dirinya mengapresiasi program KOTAKU yang melakukan pembenahan pada kawasan kumuh yang ada di Kaltara khususnya Tarakan.

“Bukan sekadar menghilangkan kesan kumuh saja, tapi bagaiamana masyarakatnya lebih baik lagi dan mengubah pola hidup yang lama menjadi lebih baik lagi dengan menjaga lingkungannya agar selalu bersih,” ucapnya.

Dirinya menilai program KOTAKU selain mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan yang laik huni, juga memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat yang selama ini masih kurang, seperti taman kota, tempat olah raga dan taman bermain.

“Program ini juga kita intergariskan dengan rehabilitasi rumah masyarakat tidak mampu, menjadi rumah yang laik huni, pembangunan jalan lingkungan sanitasi lingkung dan sarana penunjang lain yang dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.

Dirinya mengharapkan dengan adanya program KOTAKU, masyarakat lebih peduli lagi dengan lingkungannya dan bisa merubah kebiasaan sebelumnya menjadi lebih baik lagi.

“Lebih peduli lagi dengan lingkungannya, tidak membuang sampah sembarangan, kita harapkan ada kesadaran terhadap lingkungannya yang sudah diperbaiki melalui program KOTAKU,” pungkasnya.(jnr/nri)


BACA JUGA

Rabu, 22 Januari 2020 13:55

Kisah Lansia yang Rumahnya Selamat dari Kebakaran

Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Batu menyisakan luka dan duka…

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers