MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 20 November 2019 18:17
Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Di Antara Wisudawan-wisudawati UBT 2019

LULUSAN TERBAIK: Sebanyak 414 lulusan Universitas Borneo Tarakan menjalani wisuda, kemarin (19/11). Foto kiri Anny Susilowati, S.Kom, M.H, lulusan terbaik I program pascasarjana Fakultas Hukum dan Siti Mukrimah (23) peraih cumlaude Fakultas Pertanian.

PROKAL.CO, Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan setiap mahasiswa di semua perguruan tinggi. Predikat tersebut diraih dengan tidak mudah. Perlu kerja keras. Di antara mereka yang lulus tahun ini di Universitas Borneo Tarakan (UBT) berbagai cerita. Seperti apa?

---

MUNGKIN acara wisuda UBT 2019, Selasa (19/11) merupakan hari yang tak pernah dilupakan bagi Siti Mukrimah (23. Hari kelulusan yang membanggakan. Ia menerima predikat cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,95.

Usahanya tidak terlepas dari kerja keras serta doa dari orang tua setiap waktu. “Alhamdulillah. Tentu ini saya tidak menyangka dapat menjadi salah satu yang terbaik. Selama ini saya tidak merasa biasa-biasa saja dalam hal belajar dan tidak merasa unggul dari mahasiswa lainnya. Jadi pas tahu cumlaude, saya cukup terkejut. Saya bisa membuktikan kepada orang tua saya kalau saya bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya, (19/11).

Mahasiswa jurusan agroteknologi pada Fakultas Pertanian tersebut mengatakan predikat itu tidak terlepas dari  tugas terakhir yang menjadi bahan skripsi. Banyak dipuji. Ia menjelaskan dalam penelitian tersebut, ia berhasil menemukan cara pemanfaatan bakteri pada pupuk tanaman. Dengan pemanfaatan tersebut sehingga membuat tanaman dapat tumbuh 2 kali lipat lebih subur dari sebelumnya.

“Jadi skripsi saya itu adalah meliti tentang penggunaan bakteri, yang bakteri itu nantinya bisa meningkatkan unsur fosfor pada tanaman. Sehingga dengan hal itu akan meningkatkan aktivitas produksi sel tanaman yang dapat membuat tanaman menjadi lebih subur,” tukasnya.

Penelitian tersebut dilakukan, atas keprihatinan semakin meningkatnya harga pupuk yang tidak diikuti peningkatan hasil panen. Sehingga melihat kondisi tersebut, dirinya terpanggil untuk membuat pupuk yang dapat meningkatkan hasil panen. “Karena kebanyakan para petani menggunakan pupuk yang sifatnya tidak sepenuhnya bisa diserap tanaman, sehingga hal itu membuat tanaman tidak dapat berbuat dan berkembang secara maksimal. Oleh karena itu saya mencoba mencari bakteri baru yang  bakteri ini bisa digunakan oleh petani sebagai pupuk pengganti,” tuturnya.

Sekilas wisudawati kelahiran 1996 ini tidak terlihat berbeda dari mahasiswa lainnya. Namun, sebagai seorang yang memiliki impian besar wajib memiliki prinsip berbuat sebaik mungkin. “Sebenarnya tidak ada rahasia khusus saya dalam hal belajar. Tapi prinsip saya dalam belajar adalah saya tidak menuntut dari saya untuk menjadi yang terbaik dari orang lain. Namun saya selalu menekankan kalau saya harus menjalankan sesuatu dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Selain itu, dalam kehidupan ia mengaku tidak memiliki kisah yang begitu menarik atau kisah sedih yang bisa membuat orang terharu. Menurutnya, kehidupan yang dimiliki hampir serupa dengan mahasiswa lainnya. “Untuk perjuangan khusus saat kuliah sepertinya tidak ada cerita yang menarik. Karena selama ini saya tidak jauh berbeda seperti mahasiswa lainnya. Saya kelahiran di Tarakan dan juga tinggal bersama orang tua. Saya pikir untuk cerita menariknya masih tidak ada apa-apanya dengan mahasiswa yang jauh dari orang tua,” ungkapnya.

Seperti kehidupan dan gaya belajar, ia juga mengaku memiliki target yang serupa seperti lulusan lainnya. Ialah mencari pekerjaan layak untuk melanjutkan hidup. Meski demikian, ia memiliki rencana lainnya jika tidak dapat mencapai target awal. “Untuk target ke depan sepertinya saya juga mengikuti lulusan pada umumnya adalah mengikuti seleksi CPNS. Kalau mungkin belum beruntung saya berusaha untuk melanjutkan jenjang S-2,” pungkasnya.

 

MEDIA WAJIB JADI PENANGKAL

Sementara Anny Susilowaty, S.Kom, M.H, lulusan terbaik pascasarjana UBT tahun ini berbagi kisah penelitiannya tentang hoaks. Anny, sapaannya mengupas tentang pandangan hukum terhadap beberapa kasus hoaks yang ditangani aparat penegak hukum.

“Kasus Ratna Sarumpaet dan beberapa kasus lain menjadi trigger (latar belakang) penelitian ini. Semua orang berharap UU ITE cukup, ternyata polisi tidak mengenakan UU ITE saja. Ada UU Nomor 1/1946. Saya penasaran, kenapa yang baru tak cukup menjerat pelakunya. Ternyata dalam penelitian saya, hoaks itu tak hanya dalam satu UU saja, ada UU lainnya,” ujar Anny yang juga menjabat sebagai komisaris Radar Tarakan.

Yang membuat ia yakin menuntaskan penelitian itu karena baru pertama kali di lingkungan UBT, dan akan dikembangkan lagi.

“Perjalanan panjang penelitian ini, saya pernah mengikuti workshop di Dewan Pers. Dari situ rekomendasinya, perlu lembaga yang clearing (penangkal) hoaks informasi yang beredar. Sampai koran pun kena hoaks. Ada yang mem-posting (unggah) di medsos, dengan sumber yang diada-adakan. Media klarifikasi harus ada. Seperti rubrik tertentu mengklarifikasi informasi tertentu,” tambahnya.

Dalam penelitian tentang hoaks itu juga Anny menemukan jenis hoaks yakni informasi lampau yang disajikan seolah-olah baru.

“Kalau hoaks itu meningkat saat pilkada. Berita atau informasi lampau itu termasuk hoaks. Misalnya berita penculikan anak tahun lalu, kemudian muncul lagi, biasanya motivasinya menakut-nakuti warga. Mengolah itu seolah-olah baru, maka itu termasuk hoaks,” singkatnya.

 

414 WISUDAWAN-WISUDAWATI

Sebanyak 414 wisudawan-wisudawati menjalani kegiatan wisuda kemarin di UBT.

Rektor UBT Prof. Dr. Adri Paton mengatakan, dalam sistem wisuda tahun 2019 UBT menerapkan sistem baru 3 kali jadwal wisuda dalam setahun. Hal tersebut dikarenakan, membeludaknya lulusan.

“Tentunya kami sangat bersyukur dapat menjalankan wisuda dengan lancar. Untuk tahun ini kami menerapkan wisuda 3 kali. Menurut kami sistem ini memberikan multiplier effect (efek ganda) buat mahasiswa agar berlomba-lomba mengejar wisuda. Sehingga tidak ada lagi ruang untuk mereka santai. Kalau sebelumnya, wisuda hanya 2 kali dalam setahun Maret dan November jadi memiliki jeda sampai 7 bulan. Dan hal ini membuat mereka bisa santai. Kalau sekarang ada batas waktu yang diberikan mahasiswa agar mereka secepatnya wisuda. Alhamdulillah, sistem ini berhasil menggenjot mahasiswa agar menyelesaikan tugas akhir secepat mungkin,” ujarnya, kemarin (19/11).

Pihaknya bersyukur kembali dapat melaksanakan wisuda dengan lancar. Selain itu, ia juga menerangkan jika tahun depan UBT sudah dapat membuka pendaftaran S-1 kebidanan dan keperawatan serta pada fakultas ekonomi.

“Jumlah wisudawan tahun ini berjumlah 414 wisudawan dari 7 fakultas. Tahun depan ada, S-1 akutansi. Jadi tahun depan dengan adanya jurusan baru, maka akan ada penambahan kuota pendaftaran,” tukasnya.

Dijelaskannya, dalam beberapa tahun ini pihaknya sengaja melakukan wisuda pada gedung kampus, guna menghemat anggaran serta mengefisiensi jarak dan waktu.

“Alhamdulillah saat ini, tetap kami lakukan di sini. Pertama kami menghemat biaya dan kedua kami memang menginginkan tempatnya ada di kampus, tapi dengan fasilitas yang ada sehingga kami hanya bisa melakukan wisuda 2 gelombang satu hari. Yaitu pagi dan pukul 13.00 siang,” tuturnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers