MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 19 November 2019 13:57
MANTAP..!! PLTA 1.375 MW Akan Dibangun di Malinau

Yansen TP: Tidak Ada Alasan Malinau Tidak Mendukung

PROSESI ADAT: Menteri Utilitas Sarawak Malaysia YB. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom bersama rombongan disambut dengan prosesi adat Ulong Da’a Dayak Lundayeh setibanya di Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Senin (18/11). Tampak juga Bupati Malinau Yansen TP, Juanda Lesmana (pemilik PT. KPP Group) beserta para pejabat daerah lainnya dalam penyambutan tersebut.

PROKAL.CO, MALINAU – PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) akan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kabupaten Malinau. PT KHN yang merupakan perusahaan patungan antara Sarawak Energy Berhad (Bhd) dan perusahaan lokal Kalimantan, yaitu PT Kayan Patria Pratama (KPP) Group akan berinvestasi miliaran USD.

“Kami menghendaki untuk investasi membangun PLTA di Sungai Mentarang yang akan dimulai jika didukung oleh pemerintah di akhir tahun depan. Rencana pembangunan dam ini menghasilkan listrik sebesar 1.375 Megawatt yang akan menyuplai ke kawasan industri Tanah Kuning, ke PLN dan untuk masyarakat Malinau serta sekitarnya,” ujar Presiden Direktur PT KHN Antony Lesmana kepada Radar Tarakan saat datang ke Malinau bersama Menteri Utilitas Sarawak Malaysia YB. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom meninjau lokasi rencana pembangunan dam PLTA di Sungai Mentarang, Senin (18/11).

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, pihaknya berharap dukungan penuh dari pemerintah setempat, yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) dan tentunya pemerintah pusat.

“Kami sudah melakukan visibility study (studi kelayakan) dan sudah kami sampaikan ke Bapak Bupati (Yansen TP), Bapak Gubernur (Dr. H. Irianto Lambrie) dan kementerian di pusat melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi. Sekarang kami sudah melakukan amdal. Di awal tahun depan kami akan menyelesaikan perjanjian jual-beli listrik dengan PT Inalum dan PT PLN,” ungkap Antony.

Ditanya apa tanggapan pihak Kemenko Kamaritiman dan Investasi atas penyampaian rencana investasi besar tersebut, Antony mengungkapkan bahwa Kemenko Kemaritiman dan Investasi sangat antusias sekali dan berharap PT KHN dapat merealisasikan pembangunan ini dalam waktu dekat.

Untuk merealisasikan hal tersebut, PT KHN dengan seluruh tim dari Sarawak, Malaysia dan Indonesia telah bekerja keras agar tahun depan dapat mulai prakonstruksi pembangunan dam tersebut.

Terkait kunjungan Menteri Utilitas Sarawak Malaysia ke Malinau pun, jelas Presiden Direktur PT KHN, juga dalam rangka meninjau langsung terkait kesiapan dan kelayakan tempat tersebut dijadikan lokasi dam PLTA. Sebab, Sarawak Energy Berhad merupakan perusahaan yang dimiliki Pemerintah Negara Bagian Sarawak di bawah Kementerian Utilitas Sarawak telah berpengalaman membangun dam PLTA. “Mereka ke sini dalam kunjungan resmi mereka untuk menyaksikan visibility study kita serta memastikan proyek dapat dikerjakan sesuai on schedule (sesuai jadwal),” bebernya.

“Kami harap akan mulai prakonstruksi tahun depan. Pembangunan akan memakan waktu sekitar waktu 7 tahun. Jika tahun depan kami mulai membangun, listrik pertama akan keluar di tahun 2028. Itu full berkapasitas 1.375 MW dan total investasi kurang lebih USD 2– 2,5 miliar (Rp 35,2 triliun/kurs Rp 14.074),” sambungya.

Sementara itu, Menteri Utilitas Sarawak Malaysia YB. Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom kepada pewarta mengatakan rencana pembangunan PLTA di Sungai Mentarang, Malinau ini merupakan hal yang baik untuk Kabupaten Malinau yang juga berbatasan langsung dengan negaranya Malaysia.

Usai melihat langsung lokasi rencana pembangunan dam PLTA di Sungai Mentarang, Dato Sri Dr. Stephen meyakini bisa dibangun di lokasi tersebut. “Yang sudah saya lihat di sini, sebagaimana pengalaman kami di Sarawak, saya mempunyai keyakinan bahwa tempat ini memang sesuai,” katanya.

Namun, lanjutnya, pihaknya juga membutuhkan hasil laporan dari ahli dan sebagainya. Serta menyesuaikan keinginan dan peraturan yang ada dalam Negara Indonesia. Sebab, ini bukan satu hal atau pun proyek yang dibuat sesuka hati.

Sesuai pengalaman pihaknya membangun PLTA di Sarawak, agar pembangunan PLTA di Malinau ini menekankan bahwa orang-orang yang ada di lokasi harus diberikan perhatian, karena merekalah yang mengorbankan wilayahnya untuk menghasilkan tenaga listrik. Perhatian kehidupan mereka akan bertambah baik. “Saya percaya Pak Bupati mempunyai rancangan-rancangan untuk mereka,” ucapnya.

 

PEMDA MENDUKUNG

Terkait rencana pembangunan PLTA tersebut, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, yang turut mendampingi ke lokasi pembangunan menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan. Sebab apa yang dilakukan ini sejalan dengan kebijakan nasional, di mana pada periode kedua Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mendorong terlaksanakannya investasi besar di Indonesia.

“Peran pemerintah daerah itu tentu mendukung ya. Ya berkaitan dengan berbagai hal yang diperlukan dan berbagai aturan-aturan yang diperlukan berkaitan dengan terlaksanakannya investasi ini,” ujar Yansen TP.

Pembangunan PLTA ini, lanjutnya, sangat erat kaitannya dengan berbagai aktivitas pembangunan. Baik lokal maupun nasional nanti. Karena ibu kota negara (IKN) akan pindah ke Kalimantan dan otomatis itu membutuhkan energi listrik.

Oleh sebab itu, menurutnya tidak ada alasan Malinau tidak mendukung investasi besar yang juga akan banyak berdampak positif ini. Terlebih bagi Malinau sendiri punya potensi besar dan ini bisa dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Banyak hal nanti yang berdampak. Di samping nanti itu berkaitan dengan energi tersedia dengan baik, juga berkaitan dengan berbagai macam pengembangan sektor-sektor ekonomi, pertanian dan yang paling penting juga pengembangan pariwisata,” ungkapnya.

Jadi untuk itu, kata bupati Malinau dua periode ini, sesuai dengan salah satu visi misi Malinau, maka pihaknya memberi bonus, memudahkan dan memperlancar akses perizinan yang ke arahnya investasi.

Lebih lanjut, berkaitan dengan masyarakat setempat, Yansen juga berharap nanti dengan adanya pembangunan PLTA ini, masyarakat yang terkena dampak juga harus dilibatkan dan diperlakukan dengan bijak. Terutama perkampungan mereka nantinya agar dibina dengan baik, sehingga dalam jangka panjang mereka bisa bertumbuh menjadi sebuah masyarakat yang menopang PLTA itu sendiri.

“Pada prinsipnya, kami mendukung sepenuhnya investasi ini dan mendukung di kala diperlukan berkaitan dengan hal-hal pelaksanaan di lapangan,” pungkasnya.

Dalam peninjauan lokasi ini, selain para pejabat daerah, pemilik PT KPP Group yaitu Juanda Lesmana, PT PLN, PT Inalum dan berbagai pihak lainnya yang berkaitan dengan pembangunan PLTA di Sungai Mentarang ini juga turut hadir. (ags/lim)


BACA JUGA

Selasa, 14 Januari 2020 10:17

Berusia 60 Tahun, Bupati Punya Semangat Tinggi

MALINAU – Senin (13/1), Dr. Yansen TP, M.Si genap berusia…

Senin, 13 Januari 2020 14:48

Menginspirasi Masyarakat Melalui Buku

MALINAU — Terinspirasi dari visi orang tuanya, Dr. Yansen TP,…

Jumat, 10 Januari 2020 13:27

Begini Perjuangan Melestarikan Jantung Hutan Borneo

Sempat mengikuti equator prize 2019, dalam ajang bergengsi United Nations…

Rabu, 08 Januari 2020 15:37

Syukurlah..!! Layanan Speedboat Berangsur Normal

MALINAU – Aksi mogok jalan massal speedboat reguler sempat membawa…

Selasa, 07 Januari 2020 12:04

Tahun 2020 Pejabat Diminta Fokus

MALINAU – Usai melakukan pelantikan pejabat eselon III dan IV…

Selasa, 07 Januari 2020 12:02

Nomenklatur Berubah, Pegawai Dimutasi dan Bergeser

MALINAU – Setelah pada tanggal 3 Desember 2019 lalu Pemerintah…

Selasa, 07 Januari 2020 11:32

Pantau Hoaks, Ada Tim Patroli Siber

MALINAU – Tahun 2020 akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada),…

Selasa, 07 Januari 2020 11:26

Penumpang Beralih Gunakan Pesawat

MALINAU – Tidak beroperasinya speedboat reguler yang melayani berbagai daerah…

Jumat, 03 Januari 2020 14:07

Awal Tahun, Sidak Sampai ke Kecamatan

MALINAU – Mengawali hari pertama kerja di tahun 2020, Pemerintah…

Kamis, 02 Januari 2020 15:31

Pelaku UMKM Jajakan Kuliner dan Batik Daerah

MALINAU – Cuaca Bumi Intimung, sebutan lain Kabupaten Malinau, sedari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers