MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 14 November 2019 11:47
Polda Ingatkan Tetap Waspada
MENINGGAL: Jasad pelaku bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) meningkatkan kewaspadaan serta keamanan atas insiden ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Berliando mengatakan, saat ini di Polda Kaltara sedang dilakukan kegiatan focus group discussion (FGD) terkait penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila, hal itu menjadi salah satu upaya Polda Kaltara agar hal serupa tidak terjadi di Kaltara.

“Bapak Kapolda juga telah memerintahkan kepada seluruh personel agar selalu waspada,” kata Berliando kepada Radar Tarakan, Rabu (13/11).

Lebih lanjut Berlindo menjelaskan, hingga saat ini belum ada perintah untuk siaga I bagi seluruh jajaran Polda Kaltara. Meski begitu, Polda tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan berkaitan dengan insiden tersebut.

“Secara kedinasan memang belum ada tapi secara lisan Bapak Kapolda telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Polres yang ada di Kaltara untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” bebernya.

Menyoal apakah di Kaltara sudah ada terdeteksi paham radikalisme, pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 96 itu mengaku, sejauh ini belum ada yang terdeteksi secara akurat. Namun, Polda akan tetap melakukan upaya pencegahan, agar paham radikalisme tidak semakin meluas di Kaltara.

“Yang pasti untuk sosialisasi pencegahan akan tetap terus kami lakukan,” sebutnya.

Wakapolres Bulungan, Kompol Roberto Asfrianza mengaku akan lebih meningkatkan pengamanan. Khususnya pengamanan di objek vital yang ada di Bulungan. “Semua akan kita tingkatkan agar hal seperti itu tidak terjadi di Bulungan. Terutama objek vital sebab, kerap kali terjadi di objek-objek vital,” ujarnya.

Terpisah, Wakapolres Tarakan, Kompol Bambang Herkamto mengatakan, meski adanya keamanan yang diperketat namun untuk standar operasional prosedur (SOP) penjagaan tetap berjalan seperti biasa. Misalnya, pengunjung yang membesuk ke rutan Mapolres Taraka akan dilakukan pemeriksaan setiap barang bawaan.

“Dengan adanya persitiwa di Polrestabes Medan, tentu ada intruksi sementara dari pimpinan bahwa kita harus  meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Dirinya juga sudah mengintruksikan, agar pemeriksaan barang bawaan setiap pengunjung yang ingin membesuk, dilakukan secara detail. Selain itu, semua pengunjung yang menggunakan topi dan jaket akan dimintai petugas untuk melepasnya saat body chek.

“Sekarang ini, di rutan Polres Tarakan juga sudah kita benahi yaitu kita pasang pagar, guna memudahkan petugas dalam melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Tidak ada peningkatakan keamanan di polres, namun pihaknya juga memastikan akan meningkatkan keamanan terhadap sejumlah objek vital yang ada di  Tarakan.

“Apa yang kita lakukan ini adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Tarakan. Baik yang berkunjung ke Mako Polres maupun objek vital lain,” imbuh Bambang.

Selain digunakan anggota kepolisian untuk berkantor, Mako Polres Tarakan juga merupakan tempat pelayanan publik yaitu pengurusan SKCK dan SIM. Untuk itu, Bambang menegaskan, kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir datang dan pihaknya mempersilakan datang melakukan aktivitas seperti biasa.

“Kami menjamin bahwa di Mako Polres Tarakan dan wilayah Tarakan saat ini masih dalam kondisi aman dan kondusif,” bebernya.

Terhadap modus ojol yang digunakan pelaku di Polrestabes Medan, lanjut Bambang, pihaknya akan mengintruksi kepada petugas yang memesan makanan melalui ojek online (ojol) untuk menunggu di penjagaan Polres Tarakan. Kemudian personel yang mengambil pesanannya, akan mengambil di depan pintu penjagaan.

“Sementara ini penambahan personel belum ada, karena kita menilai untuk saat ini personel kita masih sangat cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan kemarin (13/11) telah diketahui. Diduga pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution (RMN) (24), asal Medan. Polri masih menduga pelaku sendirian dalam melakukan aksinya alias lone wolf. Enam korban terluka dalam kejadian bom bunuh diri tersebut.

Bom itu meledak sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan terjadi di sekitar area parkir kendaraan Polrestabes Medan. Enam korban luka karena sedang berada di area parkir, yakni empat anggota polisi, satu pekerja harian lepas dan warga.

Dampak ledakan juga merusak empat kendaraan, tiga kendaraan dinas dan satu kendaraan milik pribadi. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, ledakan itu terjadi di area parkir Polrestabes Medan, diduga meledak sebelum ke tempat yang ditarget. ”Ini masih didalami lagi, apa memang targetnya di area parkir atau meledak duluan,” ujarnya.

Setelah dilakukan evakuasi terhadap enam korban, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP) dan menemukan pelaku yang diduga melakukan bom bunuh diri. Pemeriksaan terhadap sidik jari pelaku dilakukan. ”Hasilnya, pelaku diduga berinisial RMN yang dalam catatan kependudukan masih berstatus pelajar atau mahasiswa,” paparnya. 

Untuk membuktikan secara ilmiah, nantinya Polri akan melakukan tes DNA dan membandingkannya dengan DNA kedua orang tuanya. Sehingga, benar-benar pelakunya akan diketahui. ”Tidak hanya berdasar satu bukti saja,” jelasnya.

Dari penyelidikan dan penyidikan, sementara disimpulkan bahwa RNM ini merupakan lone wolf atau pelaku tunggal aksi teror. Namun begitu, petugas tidak akan berhenti untuk mengecek kemungkinan lainnya. ”Kalau ada jaringannya tentu akan segera diketahui,” tegasnya.

Bagaimana bisa pelaku lolos dari pemeriksaan petugas? Dia menjelaskan bahwa pelaku diduga menyamar sebagai ojek online dengan menggunakan jaket khas ojek online. Petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap bawaan dari pelaku, saat memasuki kantor Polrestabes Medan. ”Saat itu juga ada acara pelayanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). ”Pelaku kemungkinan memanfaatkan itu,” paparnya.

Lagi pula, pelaku diduga membawa bom itu dengan cara melilitkannya ke badan. Dengan begitu tertutupi dengan baju yang dikenakan. ”Petugas juga bisanya memeriksa bawaan, isi tas dan sebagainya,” terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum diketahui bom jenis apa yang meledak sekaligus daya ledakannya, apakah low explosive atau high explosive. Yang pasti, telah ditemukan sejumlah sisa bom, di antaranya baterai 9 volt, pelat besi, paku, kabel dan tombol switch off. ”Bagian tubuh pelaku juga ditemukan,” terangnya.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menepis tuduhan yang menyebut pemerintah dan aparat keamanan telah kebobolan. Menurut dia aksi terorisme memang demikian. Selalu mencuri-curi kesempatan untuk berbuat onar dengan cara meresahkan masyarakat. ”Main hit and run. Lari sembunyi, lari sembunyi,” ungkap dia kepada awak media kemarin.

Menurut Mahfud, Itu merupakan cara-cara lama yang biasa dilakukan oleh teroris. Setelah insiden di Medan, dia yakin Polri akan bergerak cepat untuk mengungkap jaringan dari teroris yang meledakan diri di Polrestabes Medan. ”Yang jelas kami menindak seperti itu kan langsung mencari jaringannya,” ucap dia. Dari teroris tersebut, jaringan yang berada di belakang akan terbuka. ”Dan itu selalu tidak sulit,” tambahnya.

Langkah-langkah pengawasan untuk mencegah aksi terorisme selalu berjalan. Hanya, mereka tidak mungkin langsung mengamankan terduga teroris yang belum melakukan tindakan melanggar hukum. Karena itu, setelah ada aksi, Polri begerak cepat. Berkaitan dengan pelaku terorisme, menurut dia kualitas dan subjeknya sudah bertambah. ”Dulu orang-orang tua dewasa. Sekarang ada perempuan,” ungkapnya.

Dari Istana, kencaman terhadap aksi teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan disuarakan. Juru bicara kepresidenan Fadjroel Rachman menyebut, aksi tersebut merupakan bentuk kejahatan dari kelompok tidak manusiawi. Dia menegaskan pemerintah tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap aksi terorisme.”Para pelaku atau kelompok terorisme akan terus dikejar, ditangkap dan diadili oleh sistem hukum yang berlaku,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Fadjroel menambahkan, Presiden Joko Widodo sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dan Menko Polhukan Mohammad Mahfud MD mengenai kasus tersebut. Presiden meminta aparat mempercepat proses penanganannya.

Dengan begitu diharapkan dapat mengembalikan kondusifitas dan rasa aman bagi masyarakat. Untuk itu, Fadjroel meminta masyarakat tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa. ”Pemerintah akan melindungi setiap WNI dari kemungkinan tindakan-tindakan terorisme,” tuturnya. Setelah bom meledak di Medan, pihak kepolisian di seluruh wilayah langsung meningkatkan kewaspadaan.

Lebih lanjut dia menyampaikan, masih berulangnya kasus terorisme di Indonesia, Presiden Jokowi sudah meminta agar persoalan tersebut tidak hanya diselesaikan aparat negara. Melainkan harus pula didukung oleh masyarakat. Salah satu upaya yang diharapkan adalah aktif memantau lingkungan dan tidak imenyebarkan konten-konten yang menimbulkan ketakutan. ”Menimbulkan ketakutan Itu kan tujuan teroris,” tuturnya.

MENHUB AKAN MEMANGGIL PENANGGUNG JAWAB APLIKATOR

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana memanggil aplikator. Pihaknya akan mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku terkait mitra dan proses rekrutmen. ”Satu, tentu mengevaluasi yang bersangkutan. Kedua, lakukan evaluasi proses rekrutmen,” ujarnya.

Jika tidak sesuai dengan standar, ia akan mendesak aplikator untuk memperbaiki dan memperketat SOP yang dimiliki. Sehingga, bisa meminimalisir penyalahgunaan profesi tersebut.

Ia juga meminta aplikator untuk rutin melakukan pemantauan terhadap mitra aktif. Dengan begitu, kemunculan orang yang mencurigakan bisa dicegah. Menurut dia, orang-orang tersebut biasanya memiliki kelaian dalam kegiatan sehari-hari. Begitu terdeteksi, bisa segera ditangani. ”Karenanya kami akan panggil aplikator dan evaluasi. Kami minta bikin sop yang ketat,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menilai, peredaran atribut driver ojek online kini begitu bebas. Banyak dijual di mana-mana. Karena itu, tak menutup kemungkinan digunakan sebagai sarana penyamaran. ”Dia seolah-olah bekerja sebagai itu dan bisa masuk ke mana-mana. Karena itu akan dikonfimasi dulu ke aplikator,” tegasnya.

Budi juga akan mengkomunikasikan terkait pembatasan penjualan dan pendistrbusian atribut ojek online. Pihaknya akan meminta, aplikator benar-benar mendistribusikan pada mitranya saja.

”Selama ini peraturan hanya untuk keselamatan dan keamanan. Ternayta ada seperti ini (penggunaan atribut ojol dalam aksi bom bunuh diri, red). Nanti kita optimalkan pengawasan,” tuturnya. (jpg/zar/*/jai/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:20

Tak Ada Sertifikat Halal, Produk IKM Ditolak

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro…

Jumat, 06 Desember 2019 14:39

Speedboat Nyaris Ludes Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR – Speedboat Sadewa Lestari Benuanta VIP rute Bulungan-Tarakan…

Jumat, 06 Desember 2019 11:55

Kategori P1/TL, Pelamar Tetap Ikut SKD

TANJUNG SELOR – Pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Jumat, 06 Desember 2019 11:52

Dua Jam, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia

TANJUNG SELOR – Meski sebelumnya telah menggelar razia Operasi Patuh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:42

Satu dari Lima Anak Perempuan Alami Kekerasan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil survei prevalensi yang dilakukan oleh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:39

2020, APBN Mulai Garap KBM

TANJUNG SELOR - Percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

Anak Disabilitas Wajib Mendapat Pengakuan

KEBERADAAN anak disabilitas di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) wajib mendapat…

Rabu, 04 Desember 2019 11:38

298 Kepala Keluarga Bakal Migrasi ke Bulungan

TANJUNG SELOR - Jika tak ada aral, Menteri Desa dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.