MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 13 November 2019 13:58
Masuk Ilegal, WNA Malaysia Dideportasi
DIPULANGKAN: Imigrasi Kelas II Nunukan memulangkan seorang WNA Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (12/11).

PROKAL.CO, NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, yang sebelumnya masuk ke daerah Sebatik Indonesia, tanpa dokumen lengkap atau ilegal bersama beberapa orang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal, Selasa (29/10) lalu.

WNA tersebut bernama Rasinah (57), dideportasi melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka Nunukan dengan tujuan Tawau, Sabah - Malaysia menggunakan salah satu Kapal Fery. Rasinah pun didampingi personel Imigrasi Kelas II Nunukan hingga sampai ke dalam kapal yang ditumpangi untuk memastikan benar-benar pulang ke Malaysia.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo mengatakan, pihaknya memulangkan WNA tersebut, pasca petugas dari pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak memberikan Rasinah dokumen keimigrasian, yaitu dokumen perjalanan atau Sijil Perakuan Cemas (SPC) pada Sabtu (9/11) kemarin.

“Ya, yang bersangkutan telah  dilengkapi paspor sebagai syarat pemulangan ke negaranya,” ungkap Bimo kepada pewarta harian ini.

Dijelaskan Bimo, Rasinah dipulangkan lantaran melanggar Pasal 75 Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Dirinya sempat didetensi di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan sejak Rabu (30/10) atau terhitung sejak dua pelan lalu.

“Berdasarkan prosedur yang berlaku, yang bersangkutan (Rasinah, Red) langsung kami pulangkan setelah didetensi selama hampir dua pekan. Di Malaysia nanti, ada yang akan menjemputnya karena kita sudah koordinasikan,” beber Bimo.

Rasinah sebelumnya memang ditangkap oleh Tim Satgas Paska Busur Ambalat Lanal Nunukan. Dirinya mengaku melakukan perlintasan ilegal dari Tawau- Sabah, Malasyia menuju ke Sungai Nyamuk, Sebatik dengan alasan menghemat biaya dan tidak memiliki dokumen paspor malaysia.  Yang bersangkutan kemudian menuju ke Pulau Nunukan dengan berniat hendak membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia yang akan dipergunakan untuk membeli tanah di Sungai Nyamuk, Sebatik. (raw/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:34

Penjelajah Borneo Laka di Jalur Ekstrem

NUNUKAN – Diduga terlalu cepat memacu kendaraan mobil di medan…

Jumat, 06 Desember 2019 15:03

Akhir Tahun, WNI di Malaysia Makin Banyak yang Dideportasi

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia terus mendeportasi ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Jumat, 06 Desember 2019 14:53

218 Pelajar dan Mahasiswa Terima Beasiswa Cerdas

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memberikan Beasiswa Nunukan Cerdas…

Kamis, 05 Desember 2019 13:07

Kapal Laut Dilarang Angkut Pakaian Bekas

NUNUKAN – Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Rabu, 04 Desember 2019 12:35

Kasus Angkut BBM Ilegal, Bea Cukai Masih Fokus Periksa Saksi

NUNUKAN –Pihak Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe…

Selasa, 03 Desember 2019 13:29

Perkada Bisa Jadi Jalan Terakhir

NUNUKAN - Pembagian anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)…

Selasa, 03 Desember 2019 13:26

Usul Sekolah Filial, Harapkan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Usulan pembangunan gedung sekolah filial di Desa Tanjung…

Senin, 02 Desember 2019 14:59

Kenapa Ini...?? APBD 2020 Batal Disahkan

NUNUKAN – Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan Dewan Perwakilan…

Senin, 02 Desember 2019 14:56

Delapan Hektare Lahan Gosong

NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di RT…

Jumat, 29 November 2019 14:50

Masuk Zona Hijau Pelayanan Publik

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memberikan kepatuhan dan kualitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.