MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 13 November 2019 13:58
Masuk Ilegal, WNA Malaysia Dideportasi
DIPULANGKAN: Imigrasi Kelas II Nunukan memulangkan seorang WNA Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (12/11).

PROKAL.CO, NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, yang sebelumnya masuk ke daerah Sebatik Indonesia, tanpa dokumen lengkap atau ilegal bersama beberapa orang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal, Selasa (29/10) lalu.

WNA tersebut bernama Rasinah (57), dideportasi melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tunon Taka Nunukan dengan tujuan Tawau, Sabah - Malaysia menggunakan salah satu Kapal Fery. Rasinah pun didampingi personel Imigrasi Kelas II Nunukan hingga sampai ke dalam kapal yang ditumpangi untuk memastikan benar-benar pulang ke Malaysia.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo mengatakan, pihaknya memulangkan WNA tersebut, pasca petugas dari pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak memberikan Rasinah dokumen keimigrasian, yaitu dokumen perjalanan atau Sijil Perakuan Cemas (SPC) pada Sabtu (9/11) kemarin.

“Ya, yang bersangkutan telah  dilengkapi paspor sebagai syarat pemulangan ke negaranya,” ungkap Bimo kepada pewarta harian ini.

Dijelaskan Bimo, Rasinah dipulangkan lantaran melanggar Pasal 75 Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Dirinya sempat didetensi di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan sejak Rabu (30/10) atau terhitung sejak dua pelan lalu.

“Berdasarkan prosedur yang berlaku, yang bersangkutan (Rasinah, Red) langsung kami pulangkan setelah didetensi selama hampir dua pekan. Di Malaysia nanti, ada yang akan menjemputnya karena kita sudah koordinasikan,” beber Bimo.

Rasinah sebelumnya memang ditangkap oleh Tim Satgas Paska Busur Ambalat Lanal Nunukan. Dirinya mengaku melakukan perlintasan ilegal dari Tawau- Sabah, Malasyia menuju ke Sungai Nyamuk, Sebatik dengan alasan menghemat biaya dan tidak memiliki dokumen paspor malaysia.  Yang bersangkutan kemudian menuju ke Pulau Nunukan dengan berniat hendak membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia yang akan dipergunakan untuk membeli tanah di Sungai Nyamuk, Sebatik. (raw/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:37

KTP Dukungan Jalur Independen Ditutup Februari

NUNUKAN – Bakal Calon (Balon) Bupati Nunukan yang ingin menempuh…

Senin, 20 Januari 2020 13:18

2020, Dana Bos Langsung Ditransfer ke Sekolah

NUNUKAN - Adanya ketentuan dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan…

Senin, 20 Januari 2020 13:16

Anjing Melenggang Nyebrang Jalan, Mobil Terjun ke Jurang

NUNUKAN – Mobil sedan yang ditumpangi satu keluarga dengan seorang…

Jumat, 17 Januari 2020 14:19

P3K Diklaim Akan Jadi Beban Pemkab

NUNUKAN – Sepertinya keberadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K)…

Jumat, 17 Januari 2020 14:16

King Cobra 5 Meter Masuk Rumah Warga

NUNUKAN –Warga Jalan Anastasya Wijaya – Sedadap, Nunukan Selatan, dikejutkan…

Jumat, 17 Januari 2020 11:07

Salah Input Data KIS, Kadir Dinyatakan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bernama…

Selasa, 14 Januari 2020 09:58

Rian Nyaris Tewas Disengat Kabel Listrik

NUNUKAN – Bocah bernama Rian Jimmi, warga Desa Long Katung…

Selasa, 14 Januari 2020 09:49

Harapkan Segera Difungsikan dan Ditanami Pepohonan

NUNUKAN – Sebelum me-launching aplikasi Sebatik Polres Nunukan, Kapolda Kaltara…

Sabtu, 11 Januari 2020 11:37

Kepala Staf Umum TNI Tinjau Perbatasan, Ada Apa?

NUNUKAN – Jumat (10/1), Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI)…

Kamis, 09 Januari 2020 16:14

Tim SAR Hentikan Pencarian Mansyah

NUNUKAN – Dihari ke-7, Selasa (7/1) merupakan hari pencarian terakhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers