MANAGED BY:
SELASA
07 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 12 November 2019 14:16
DIKELUHKAN..!! Makanya Tarif Jasa Pengiriman Perlu Diatur

Keluhan Layanan Pelabuhan Tengkayu I

PADAT: Kondisi Pelabuhan Tengkayu I, Senin (11/11)pagi.

TARAKAN - Sistem baru dalam aktivitas pengiriman barang pada Pelabuhan Tengkayu I menimbulkan keluhan dari sebagian masyarakat, seperti para pedagang online. Pada sistem tersebut mengharuskan penggunaan jasa buruh untuk diteruskan ke petugas speedboat.

Mereka yang harus menempuh sistem baru ini mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan, karena adanya jasa buruh.

Andi Odang (27) salah satu pedagang online ikan hias menuturkan dengan berlakunya sistem tersebut pengeluarannya membengkak. Jika sebelumnya ia hanya membayar ongkos pengantaran speedboat saja, saat ini ia juga harus membayar jasa buruh pada setiap pengiriman.

“Dulu kalau mau kirim ikan langsung titip ke speedboat-nya, langsung bayar di situ. Sekarang saya sudah tidak bisa masuk lagi. Harus lewat buruh, otomatis bayar buruh juga supaya ikan saya bisa diantarkan ke speedboat. Sekali titip minimal bayar Rp 20 ribu. Itu kan menambah pengeluaran pengiriman,” ujarnya.

Senada, Sunarti (30) pedagang pakaian juga mengalami hal serupa. “Memang tidak ada tarif tertentu, tapi kalau dikasih sedikit juga minta tambah. Itu sama saja tidak seikhlasnya. Setiap ngirim bayar buruh otomatis untungnya habis di situ,” keluhnya.

Kepala Bidang Laut pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Datu Iman Suramenggala menjelaskan, diberlakukannya sistem tersebut dikarenakan adanya pengerjaan pada ruang tunggu dermaga. Sehingga, demi keamanan aktivitas keberangkatan maka aktivitas di dermaga dikurangi.

“Aktivitas pengunjung selain petugas speedboatdan penumpang yang mau berangkat. Karena wilayah kerja merupakan daerah rawan. Petugas pengecekan tiket saja sudah kami alihkan. Kalau kemarin pengecekan tiket dilakukan di ruang tunggu dermaga, sekarang pengecekan sudah dilakukan di ruang tunggu pembelian karcis,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya telah membangun komitmen dengan buruh agar tidak menentukan tarif tertentu untuk jasa titipan. Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan agar tidak memungut biaya pada titipan berupa dokumen yang berbobot ringan.

“Kami sudah komitmen dengan perusahaan yang menaungi buruh kalau ada barang berbentuk dokumen tidak terlalu banyak, maka jangan dipungut biaya. Tapi kalau banyak, maka itu tergantung bagaimana komunikasinya saja. Itu bukan tarif angkut yang diminta. Itu pembayaran angkut speedboat. Karena pengirim kan tidak bisa ketemu petugas speedboatlangsung jadi dititiplah kepada buruh,” ungkapnya.

“Sebelumnya kan orang bisa mengirim barang dengan menitipkan langsung kepada motoris speedboat, jadi dengan dititipkannya dengan buruh dalam jumlah besar, otomatis kan buruh juga perlu pengertian dari penitip. Minimal pemohon memahami memberikan beberapa untuk ongkos buruh, tapi itu tidak harus, hanya pengertian dari penitip saja,” ungkapnya.

Lanjutnya, sejauh ini pihaknya tidak menemukan adanya buruh yang mencoba menentukan tarif kepada pengguna jasa. Meski demikian, ia belum memastikan apakah terdapat oknum yang menentukan tarif khusus.

“Selama pantauan kami, buruh ini tidak pernah menetapkan tarif tertentu untuk titipan barang besar, tapi itu hanya sesuai pengertian penitip saja. Sejauh ini kami melihat masyarakat sudah cukup mengerti dengan kebijakan ini, tapi memang ada beberapa pengusaha yang punya bisnis mempermasalahkan hal ini. Itu bukan keluhan masyarakat sebenarnya tapi keluhan orang tertentu. Logikanya begini, masa minta tolong kepada orang untuk mengangkat barang berkoli-koli, tapi tidak mengerti memberikannya uang untuk beli minum. Mari kita melihat dari sisi manusiawi,” imbuhnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Selasa, 07 Februari 2023 10:04

Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,34 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sumber pertumbuhan…

Selasa, 07 Februari 2023 10:02

Kerusakan Situs Sejarah di Tarakan, Pemilik Lahan Diminta Bertanggung Jawab

Kerusakan sebuah loopghraf, situs sejarah di Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah dalam…

Senin, 06 Februari 2023 12:57

Pemkot Tarakan Akan Bayarkan Iuran BPJS untuk 500 UMKM

Sebanyak 500 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tarakan…

Senin, 06 Februari 2023 12:55

Suplai BBM bagi Nelayan Tarakan Belum Membaik

 Kesulitan masih dirasakan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kendati…

Senin, 06 Februari 2023 12:54

Pembebasan Lahan TPA Baru Kelar

Sesaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu…

Senin, 06 Februari 2023 12:50

Tegaskan Masyarakat Wajib Minta Karcis

Demi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi parkir, Perumda…

Jumat, 03 Februari 2023 12:21

Desember 2022, Ekspor Komoditi Kaltara Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ekspor komoditi…

Jumat, 03 Februari 2023 12:12

Anggaran Rp180 Miliar untuk Pemilu di Kaltara Kurang?

Mendekati pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Jumat, 03 Februari 2023 12:11

DLH Tarakan Ingatkan Sanksi Kurungan bagi Oknum Pembuang Sampah Sembarangan

Hingga saat ini kondisi sampah di Gunung Selatan telah berkurang…

Jumat, 03 Februari 2023 12:09

Ombudsman Kaltara Nilai Perumda Belum Transparan Terhadap Soal Suntikan Dana

Adanya usulan DPRD Kota Tarakan terhadap pembubaran Perumda yang dianggap…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers