MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 12 November 2019 14:03
Pendaftaran CPNS Diundur

Kanreg VIII Masih Validasi

ABDI NEGARA: Pendaftaran CPNS di lingkungan Pemprov Kaltara tahun ini diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) yang awalnya dijadwalkan Senin (11/11), diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pengembangan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Denny Prayudi mengatakan, formasi CPNS sebelumnya diterbitkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo secara tertulis.

Bahkan, penetapan formasi itu sudah ditindaklanjuti dengan diterbitkannya Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 800.08/1398.1/2.1-BKD tentang Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemprov Kaltara Tahun Anggaran 2019. “Tapi, saat ini kami sudah berbicara soal sistem. Artinya, untuk bisa mendaftar, formasi dari Kemenpan-RB itu harus sudah ter-upload (diunggah) otomatis di SSCASN BKN,” ujar Denny kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Senin (11/11).

Untuk sementara, masih dalam proses validasi di Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarmasin terhadap semua wilayah kerja yang menerima kuota CPNS tahun ini. Setelah validasi dari Kanreg selesai, pendaftaran seleksi abdi negara dibuka. “Karena validasi yang masih berlangsung inilah yang membuat pendaftaran secara otomatis diundur,” jelasnya.

Sebab, jika belum divalidasi, pelamar belum bisa melihat formasi yang ada di SSCASN. Sehingga untuk sementara ini, BKD masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kanreg VIII BKN Banjarmasin.

“Jika sudah klir, baru periode pendaftarannya diundur. Inilah makanya di pengumuman awal, kami mencantumkan keterangan tentatif. Artinya, kami tetap menyesuaikan dengan arahan dari pusat maupun BKN,” bebernya.

Sementara ini, masih ada tahapan yang dilakukan di Kanreg VIII BKN Banjarmasin. “Baru dalam proses ya, belum di klik ok di sana,” tegasnya.

Artinya, ketika sudah divalidasi dan siap untuk dibuka pendaftaran secara daring (online), maka periode pendaftaran di sistem yang dimundurkan. Dalam hal ini, tidak secara keseluruhan dari Keputusan Gubernur itu diubah, tapi hanya jadwal yang diubah.

Disinggung soal nilai ambang batas (passing grade), sejauh ini masih menunggu keputusan Menpan-RB. Oleh karena itu, para calon pelamar diminta untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu. “Hati-hati dalam membaca pengumuman. Ikuti saja sesuai dengan pengumuman. Termasuk sesuaikan dengan kualifikasi pendidikan. Jika tidak ada, jangan dipaksakan, lebih baik mendaftar di tempat lain. Karena jika salah mendaftar, maka sudah tidak bisa lagi diperbaiki,” imbuhnya.

Minggu (10/11), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Burhanuddin mengatakan, sesuai pengumuman Menpan-RB Nomor B/1069/M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah, ada enam poin yang ditetapkan.

Salah satu yang perlu diperhatikan, agar para calon pelamar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan berkaitan dengan proses penerimaan CPNS tahun 2019. “Perlu kami informasikan bahwa tidak ada satu orang atau pihak mana pun yang dapat membantu kelulusan. Jadi, tak ada celah buat calo di sini,” tegas Burhanuddin saat ditemui di Tanjung Selor.

Ia juga mengungkap penetapan jadwal yang memang tentatif. “Perubahan jadwal pendaftaran atau hal-hal lainnya, itu akan segera diumumkan melalui portal SSCASN tahun 2019, media resmi lainnya milik Pemprov Kaltara dan media cetak,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menyebutkan, sejumlah ketentuan seperti persyaratan umum dan khusus bahkan tata cara pendaftaran sudah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur yang dibagi melalui akun resmi Pemprov Kaltara.

Tahun ini Pemprov Kaltara hanya mendapatkan jatah 30 formasi yang terbagi atas dua bidang, yakni kesehatan dan teknis. Kesehatan diberi kuota 103 formasi yang terbagi atas 48 jabatan. Sedangkan tenaga teknis 197 formasi dan terbagi di 118 jabatan.

Adapun penegasan dalam pengumuman itu adalah masalah batas usia minimal dan maksimal serta tidak menjadi anggota dan pengurus partai politik (parpol) atau terlibat politik praktis. Termasuk mengenai seleksi atau tes yang dilakukan secara nasional dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

Termasuk soal usulan penurunan standar minimal IPK untuk sarjana asal Kaltara dari 2,75 menjadi 2,3. Usulan penurunan standar minimal nilai IPK ini bukan hal baru, melainkan tahun-tahun sebelumnya juga demikian.

Dan yang lebih menarik lagi, ada alokasi jabatan khusus untuk penyandang disabilitas yang ditetapkan 2 persen dari total formasi. Artinya, untuk di Pemprov Kaltara yang mendapat jatah 300 formasi, ada enam jabatan untuk formasi khusus disabilitas.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, peserta formasi khusus disabilitas akan mendapatkan perlakuan khusus, salah satunya diberi waktu pelaksanaan SKD dan SKB 120 menit.

Selain itu, penyelenggara juga menyediakan fasilitas saat pelaksanaan SKD dan SKB berupa aksebilitas dan pendampingan. Serta verifikasi persyaratan pendaftaran dilakukan dengan mengundang pelamar untuk memastikan kesesuaian formasi dengan kondisi pelamar.

Sesuai dengan Keputusan Gubernur, formasi khusus disabilitas yang terdiri dari 6 orang itu meliputi dua tenaga kesehatan pada jabatan pelaksana/terampil-perawat (D-III keperawatan).

Sedangkan empat lainnya, tenaga teknis, yang terdiri dari dua di jabatan ahli pertama-penyuluh kehutanan (S-1 kehutanan), dan dua di jabatan pelaksana pemula/pemula-penyuluh kehutanan (sekolah kehutanan menengah atas).

Adapun petugas yang disiapkan untuk membacakan soal dan pemandu saat formasi khusus disabilitas akan dikoordinasikan dengan BKN. “Jadi penyandang disabilitas ini di ruangan khusus, dan kami juga sudah siapkan ruangan khusus itu,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, materi untuk seleksi SKD tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni meliputi tes wawasan kebangsaan (TKB), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP) dengan menggunakan sistem CAT.

Prinsip penetapan kelulusan para peserta seleksi CPNS tersebut dilakukan dengan melihat nilai ambang batas kelulusan (passing grade) yang diatur dalam peraturan menteri (permen) tersendiri.

Selain itu, diingatkan kepada para calon peserta seleksi CPNS, agar menyerahkan berkasnya kepada panitia penyelenggara setelah berhasil melakukan pendaftaran secara online untuk diverifikasi ulang secara manual.

Sedangkan untuk lokasi pelaksanaan tes, tetap menggunakan laboratorium CAT Pemprov Kaltara di Jalan Durian, Tanjung Selor. Dalam waktu dekat ini unit komputer yang ada di laboratorium itu akan dicek ulang untuk memastikan semuanya aman dan dapat digunakan.

 

TIDAK SERENTAK

Pemerintah membuka tiga jalur, yakni calon pegawai negeri sipil (CPNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan. Meski begitu, masih ada beberapa instansi yang belum membuka pendaftaran.

“Sebagian kecil belum diumumkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana Minggu (10/11). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) termasuk instansi yang belum membuka pendaftaran kemarin.

Menurut Bima, Kemendikbud masih belum selesai proses merger dengan pendidikan tinggi. Sedangkan, Kemenkeu meminta untuk diumumkan 13 November mendatang. “Karena akan dipresentasikan ke pimpinan dahulu,” ucap pria 58 tahun itu.

Hingga pukul 18.35 Minggu (10/11), sudah ada 385 instansi yang sudah mengisi formasi rekrutmen ASN. “Diharapkan bisa selesai validasi malam ini dan diumumkan besok (hari ini, Red). Yang belum selesai karena revisi formasi, pengumumannya akan menyusul,” jelas Bima.

Mengenai kesiapan server, alumnus teknik mesin Institut Teknologi Surabaya itu mengaku siap. Didukung dengan sistem Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Berkaca dari tahun lalu, sebanyak 4,5 juta pendaftar mengakses web sistem seleksi calon ASN (SSCASN) di hari pertama pendaftaran.

Bima memperkirakan, mayoritas pendaftar akan melihat-lihat lowongan dan menghitung potensi kompetisinya. Mengantisipasi pendaftaran di hari-hari terakhir. “Antisipasinya di angka itu (4,5 juta orang). Biasanya pendaftar window shopping dulu. Mereka sudah banyak belajar dari pengalaman tahun lalu,” ujar bapak tiga anak itu.

Dia berharap sistem tidak kacau seperti tahun lalu. Apalagi, waktu pendaftaran dibuka selama 14 hari. Mulai 11 hingga 24 November mendatang. Bima juga mengingatkan agar pendaftar membaca dengan teliti formasi dan syarat pendaftaran yang dipilih. Terutama lokasi dan kualifikasi pendidikan. Meski begitu, pemerintah tetap membuka layanan komplain bila dalam seleksi nanti masih ada yang protes jika tidak lolos tes administrasi.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja menuturkan, pemerintah memberikan kesempatan kepada peserta tes CPNS protes, bertanya maupun menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil seleksi administrasi. Masa sanggahan diberikan selama 3 hari. Mulai dari 16 sampai 19 Desember mendatang. Nantinya, keputusan apakah sanggahan tersebut diterima atau ditolak akan diumumkan pada 26 Desember.

“Kami ingin meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan CPNS. BKN akan membuka pos pengaduannya online maupun hotline dari BKN. Dan administrasi itu yang menyeleksi instansi tujuan pelamar,” tutur Setiawan.

Dalam percakapan di pesan singkat, Bima menunjukkan surat pengumuman formasi CPNS Kabupaten Pulau Morotai. Yang lucu, surat tersebut ditujukan kepada 'para pencari kerja dimana saja berada'. “Saking takutnya tidak ada pendaftar di daerah terpencil,” selorohnya.

Meski terlihat konyol, namun hal tersebut menunjukkan tidak meratanya persebaran ASN di Indonesia. Bima mengakui itu sulitnya mencari pendaftar untuk menjadi ASN dokter, teknisi, dan guru untuk daerah tertinggal, terdepan terluar (3T). (iwk/han/jpg/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:23

Jangan Pandang Bulu Atasi Pengetap

TANJUNG SELOR – Menanggapi terkait masih merajalelanya pengetap di stasiun…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:20

Tak Ada Sertifikat Halal, Produk IKM Ditolak

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro…

Jumat, 06 Desember 2019 14:39

Speedboat Nyaris Ludes Dilahap Si Jago Merah

TANJUNG SELOR – Speedboat Sadewa Lestari Benuanta VIP rute Bulungan-Tarakan…

Jumat, 06 Desember 2019 11:55

Kategori P1/TL, Pelamar Tetap Ikut SKD

TANJUNG SELOR – Pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Jumat, 06 Desember 2019 11:52

Dua Jam, Puluhan Kendaraan Terjaring Razia

TANJUNG SELOR – Meski sebelumnya telah menggelar razia Operasi Patuh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:42

Satu dari Lima Anak Perempuan Alami Kekerasan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil survei prevalensi yang dilakukan oleh…

Kamis, 05 Desember 2019 12:39

2020, APBN Mulai Garap KBM

TANJUNG SELOR - Percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

Anak Disabilitas Wajib Mendapat Pengakuan

KEBERADAAN anak disabilitas di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) wajib mendapat…

Rabu, 04 Desember 2019 11:38

298 Kepala Keluarga Bakal Migrasi ke Bulungan

TANJUNG SELOR - Jika tak ada aral, Menteri Desa dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.