MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Senin, 11 November 2019 11:58
Hari Ini, Pendaftaran CPNS Dibuka

Nilai SKD 2018 Bisa Digunakan P1/TL

-

PROKAL.CO, JIKA tak ada perubahan jadwal sebagaimana yang tercantum dalam Keputusan Gubernur Kaltara Nomor 800.08/1398.1/2.1-BKD tentang Kebutuhan PNS di lingkungan Pemprov Kaltara 2019, pendaftaran CPNS tahun 2019 akan dibuka hari ini, Senin (11/11).

Pendaftaran secara online bersamaan dengan penyerahan berkas untuk diverifikasi manual dijadwalkan selama dua pekan, hingga Minggu (24/11). Berikutnya, dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi administrasi hingga usulan penetapan NIP bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi CPNS (lihat grafis).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Burhanuddin mengatakan, sesuai pengumuman Menpan-RB Nomor B/1069/M.SM.01.00/2019 tentang Informasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah, ada enam poin yang ditetapkan.

Salah satu yang perlu diperhatikan, agar para calon pelamar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan berkaitan dengan proses penerimaan CPNS tahun 2019. “Perlu kami informasikan bahwa tidak ada satu orang atau pihak mana pun yang dapat membantu kelulusan. Jadi, tak ada celah buat calo di sini,” tegas Burhanuddin kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, kemarin (10/11).

Selain itu, ia menyebutkan bahwa saat ini jadwal pelaksanaan rekrutmen CPNS di lingkungan Pemprov Kaltara sudah ditetapkan dan diumumkan. Namun, penetapan jadwal tersebut masih bersifat tentatif atau terdapat kemungkinan terjadi perubahan.

“Tapi jika ada perubahan jadwal pendaftaran atau hal-hal lainnya, itu akan segera diumumkan melalui portal SSCASN tahun 2019, media resmi lainnya milik Pemprov Kaltara dan media cetak,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menyebutkan, sejumlah ketentuan seperti persyaratan umum dan khusus bahkan tata cara pendaftaran sudah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur yang dibagi melalui akun resmi Pemprov Kaltara.

Ia juga menyebutkan, untuk tahun ini Pemprov Kaltara hanya mendapatkan jatah 30 formasi yang terbagi atas dua bidang, yakni kesehatan dan tekbis. Kesehatan diberi kuota 103 formasi yang terbagi atas 48 jabatan. Sedangkan tenaga teknis 197 formasi dan terbagi di 118 jabatan.

“Ini sudah kami umumkan secara resmi melalui website Pemprov. Silakan lihat di situ untuk persyaratan dan jadwalnya,” seru Burhanuddin.

Adapun penegasan dalam pengumuman itu adalah masalah batas usia minimal dan maksimal serta tidak menjadi anggota dan pengurus partai politik (parpol) atau terlibat politik praktis. Termasuk mengenai seleksi atau tes yang dilakukan secara nasional dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT).

Termasuk soal usulan penurunan standar minimal IPK untuk sarjana asal Kaltara dari 2,75 menjadi 2,3. Usulan penurunan standar minimal nilai IPK ini bukan hal baru, melainkan tahun-tahun sebelumnya juga demikian.

Dan yang lebih menarik lagi, ada alokasi jabatan khusus untuk penyandang disabilitas yang ditetapkan 2 persen dari total formasi. Artinya, untuk di Pemprov Kaltara yang mendapat jatah 300 formasi, ada enam jabatan untuk formasi khusus disabilitas.

Burhanuddin mengatakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, peserta formasi khusus disabilitas akan mendapatkan perlakuan khusus, salah satunya diberi waktu pelaksanaan SKD dan SKB 120 menit.

Selain itu, penyelenggara juga menyediakan fasilitas saat pelaksanaan SKD dan SKB berupa aksebilitas dan pendampingan. Serta verifikasi persyaratan pendaftaran dilakukan dengan mengundang pelamar untuk memastikan kesesuaian formasi dengan kondisi pelamar (lihat grafis). “Untuk formasi khusus di sabilitas ini, mengisi yang jumlahnya besar,” kata Burhanuddin.

Sesuai dengan Keputusan Gubernur, formasi khusus disabilitas yang terdiri dari 6 orang itu meliputi dua tenaga kesehatan pada jabatan pelaksana/terampil-perawat (D-III keperawatan).

Sedangkan empat lainnya, tenaga teknis, yang terdiri dari dua di jabatan ahli pertama-penyuluh kehutanan (S-1 kehutanan), dan dua di jabatan pelaksana pemula/pemula-penyuluh kehutanan (sekolah kehutanan menengah atas).

“Tapi, bagi penyandang disabilitas yang mendaftar di formasi umum, maka dia tetap mengikuti aturan di formasi umum, di antaranya waktu peaksanaan SKD dan SKB hanya diberi 90 menit,” tegasnya.

Adapun petugas yang disiapkan untuk membacakan soal dan pemandu saat formasi khusus disabilitas akan dikoordinasikan dengan BKN. “Jadi penyandang disabilitas ini di ruangan khusus, dan kami juga sudah siapkan ruangan khusus itu,” sebutnya.

Ia juga menjelaskan, materi untuk seleksi SKD tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni meliputi tes wawasan kebangsaan (TKB), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP) dengan menggunakan sistem CAT.

Sementara untuk prinsip penetapan kelulusan para peserta seleksi CPNS tersebut dilakukan dengan melihat nilai ambang batas kelulusan (passing grade) yang diatur dalam peraturan menteri (permen) secara tersendiri.

“Pastinya kami sudah siapkan semua dan website juga sudah bisa diakses. Insyaallah tinggal jalan saja lagi,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada para calon peserta seleksi CPNS, agar menyerahkan berkasnya kepada panitia penyelenggara setelah berhasil melakukan pendaftaran secara online untuk diverifikasi ulang secara manual. “Karena kami belum berani menerima dokumen atau berkas secara online. Memang ada beberapa daerah itu ada yang diantar dan ada juga yang di-upload. Itu tergantung kebijakan,” jelasnya.

Sedangkan untuk lokasi pelaksanaan tes, tetap menggunakan laboratorium CAT Pemprov Kaltara di Jalan Durian, Tanjung Selor. Dalam waktu dekat ini unit komputer yang ada di laboratorium itu akan dicek ulang untuk memastikan semuanya aman dan dapat digunakan. “Kami berharap proses pelaksanaan seleksi abdi negara di daerah ini dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar. Dan yang terpenting, kita harapkan 300 formasi dapat terisi semua,” ujarnya.

 

DISARANKAN TETAP IKUT SKD

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini muncul kebijakan baru, yakni nilai SKD CPNS tahun 2018 sah digunakan.

Artinya, untuk peserta seleksi CPNS tahun 2018 yang dinyatakan lulus passing grade pada SKD boleh tak mengikuti SKD tahun ini. Tapi, dengan catatan jika nilai SKD 2018 memenuhi nilai ambang batas SKD 2019 untuk jabatan dan formasi yang dilamar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Burhanuddin mengatakan, kebijakan itu diatur dalam Permenpan-RB Nomor 23 Tahun 2019. “Di sini, peserta seleksi CPNS tahun 2018 yang nilai SKD-nya sudah memenuhi nilai ambang batas atau P1/TL dapat digunakan untuk tahun ini, sehingga diperbolehkan untuk tidak mengikuti SKD tahun 2019,” jelasnya.

Namun, bukan berarti yang P1/TL ini dipastikan dapat masuk ke tahap SKB. Sebab, tetap akan dilakukan perankingan lagi dari yang lulus SKD tahun ini. Artinya, jika yang P1/TL ini tidak memenuhi syarat, maka tetap akan gugur (lihat grafis).

Salah satu ketentuan untuk bisa masuk ke tahap SKB, peserta wajib masuk dalam tiga besar atau tiga kali formasi dari jabatan yang dilamar. Jika misalnya dibutuhkan dua orang pada jabatan tersebut, maka akan diambil 6 besar dari hasil SKD untuk masuk ke tahap SKB.

“Jadi, kalau saya sarannya, meskipun masuk kategori P1/TL, lebih baik ikut saja SKD tahun ini. Karena itu nanti akan dilihat nilai tertingginya. Mana tahu, nilai SKD tahun ini lebih tinggi dari yang tahun lalu,” bebernya.

Adapun, jika yang P1/TL ikut SKD tahun ini, lalu dia tidak lulus passing grade, maka nilai SKD yang digunakan pada 2018 lalu. Tapi, jika memilih untuk mengambil SKD tahun ini, maka yang bersangkutan wajib mengikutinya.

Sementara, sejauh ini nilai ambang batas untuk SKD CPNS tahun 2019 belum diterima oleh pihaknya. Artinya, belum dapat dipastikan apakah nilai ambang batas SKD tahun 2018 sama dengan tahun 2019 atau mungkin akan mengalami kenaikan.

Melihat formasi dan jabatan yang diberikan untuk Pemprov Kaltara tahun ini, itu peserta P1/TL ada, di antaranya analis data dan informasi. Pastinya, ia berharap kepada yang P1/TL untuk tetap mengikuti SKD agar ada pilihan nilai yang akan digunakan. (iwk/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 12:12

Rem Blong, Pikap Masuk ke Jurang

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Diduga rem tak berfungsi atau blong,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.