MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Senin, 11 November 2019 11:53
Ada yang Berulang Kali Gagal, Ada yang Tahu Lulus dari Teman

Suka Duka Pengalaman Peserta Tes CPNS di Kaltara

PROKAL.CO, Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) bagi sebagian orang adalah impian. Mereka yang ikut tes CPNS setiap tahunnya bak berjuang di medan perang. Mengerahkan segala kemampuan, untuk dapat menjadi abdi negara.

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

KEGAGALAN bisa menjadi akhir yang menyedihkan. Namun, di antara peserta, ada saja yang mencoba peruntungan. Maka, harus kembali dari nol lagi menjalani setiap proses atau tahapan.

Tirto, seorang warga di Kabupaten Bulungan yang sudah kesekian kalinya gagal lulus sebagai abdi negara. Akan tetapi, dirinya mengaku tak menyerah dan akan mengikuti seleksi CPNS lagi.

“Mungkin saat itu bukan nasib baik pada saya. Itulah seleksi CPNS yang keempat kalinya ini akan saya maksimalkan,” katanya kepada Radar Tarakan, kemarin (10/11).

Ditanya mengenai tes apa saja sulit dan sering gagal? Ia gagal di tes intelegensia umum (TIU). “Kalau rincian berapa nilai yang saya dapat, saya tak ingat. Pokoknya di TIU itu yang tak capai target,” ucapnya.

Di sisi lain, dirinya mengaku cukup sedih manakala dalam proses seleksi kali ini tak dinyatakan berhasil. Mengingat, usianya yang sudah mendekati batas akhir. Sehingga menurutnya itu menjadi beban olehnya. Ditambah saat ini dirinya sudah memiliki seorang istri dan calon buah hati.

“Berdoa yang baik–baik saja. Yang jelas akan saya maksimalkan nantinya. Yaitu dengan lebih meningkatkan dalam membaca buku-buku yang berkaitan dengan seleksi CPNS,” tutur pria yang saat ini usianya akan menginjak 34 tahun.

Namun, siapa menyangka, di antara ribuan peserta seleksi CPNS di Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki nasib baik. Yakni, dalam keiikutsertaannya dalam seleksi CPNS langsung dinyatakan lulus dan resmi menjadi abdi negara.

Yaitu Asdianto, pria kelahiran Bone, 4 Desember 1985. Awalnya dirinya tak menyangka bisa lulus dalam seleksi CPNS di provinsi termuda di Indonesia ini.  “Ya, saya saat itu satu kali tes saja. Itu pun tak menyangka bisa langsung lulus (PNS),” ungkapnya.

Ia bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara. Jabatannya analis ketenagakerjaan. Di antara rekan seperjuangannya dahulu asal Makasar sebanyak 5 orang. Hanya dirinya yang dinyatakan lulus.

“Saya waktu itu bersama 5 orang. Nah, saat itu pun hanya saya yang dinyatakan lulus. Itu pun informasi saya lulus dapat dari rekan–rekan saya. Karena saya pikir nasib saya pun sama seperti mereka kala itu,” katanya.

“Ternyata, hasil tes yang sudah saya lalui mendapatkan hasil cukup memuaskan. Yaitu hasilnya dengan nilai 342. Rincinya, TWK: 80, TIU: 120 dan TKP: 142,” sambungnya.

Ditanya mengenai persiapannya saat akan menghadapi tes CPNS, pria yang akrab disapa Asdi ini menjelaskan bahwa dirinya banyak membaca buku-buku dengan berbagai literasi. Membaca pun tak hanya menjelang mengikuti CPNS.

“Tapi, bagi saya membaca itu penting dan wajib. Selain menambah wawasan dan pengetahuan. Yang pasti rajin membaca itu pun sesuai dengan ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Tambahnya juga, membaca itu pun tidak harus pada buku yang relevan dengan jurusan atau profesi. Melainkan, semua dapat dibaca agar tahu apa yang sebelumnya belum diketahui. “Saya yakin, jika itu pun nantinya dapat diimplementasikan oleh rekan–rekan yang saat ini akan berjuang. Maka, insyaallah akan dimudahkan dalam menjawab setiap soal yang ada,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.