MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 November 2019 09:14
Longsor di KTT Murni Kecelakaan Tambang

Hasil Investigasi Dilaporkan ke Kemen ESDM

INVESTIGASI: Kepala ESDM Kaltara, Ferdy Manurung Tanduklangi bersama inspektur tambang mengecek kondisi longsor yang terjadi di kawasan pertambangan PT Pipit Mutiara Jaya, Kabupaten Tana Tidung.

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan bahwa insiden longsor yang terjadi di kawasan pertambangan PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) Site Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Selasa (31/10) murni kecelakaan tambang.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ferdy Manurung Tanduklangi mengatakan, untuk memastikan penyebab terjadinya tanah longsor tersebut, tim dari inspektur tambang telah melakukan investigasi ke lokasi longsoran. Selain itu, tim dari ESDM Kaltara juga sudah meninjau ke lokasi tersebut.

“Kemarin saya juga sudah mengecek ke lapangan dan di sana tidak ada masalah. Hanya kecelakaan tambang saja, jadi murni kecelakaan tambang,” ungkap Ferdy kepada Radar Kaltara. Di dalam dunia pertambangan, sambung Ferdy, ada namanya istilah kecelakaan tambang di luar tambang atau alam. Nah, insiden longsor itu ada kombinasi antara tambang dengan alam. “Kalau unsur kelalaian tidak ada. Saya lihat sendiri, itu faktor alam dan saya heran juga kenapa di video dengan di lokasi berbeda,” sebutnya.

Sebab jika di dalam video itu seperti fenomena likuefaksi tanah atau pencairan tanah seperti terjadi di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Padahal fakta di lapangan tidak seperti itu, bahkan lokasi longsoran itu terjadi di dataran rendah. “Kalau di video itu jauh sekali, mirip fenomena likuefaksi,” ujarnya.

Awalnya, tanah itu datar, kemudian digali untuk mengambil batu bara yang ada di bawah tanah tersebut. Tanah bekas galian itulah yang kemudian longsor. “Di area tambang itu tanah nya berair, jadi itulah juga yang memengaruhi terjadinya longsor. Sebenarnya yang longsor itu jalan,” bebernya.

Ferdy mengaku heran, kenapa video yang beredar di masyarakat menjadi viral, padahal kejadian di lapangan biasa saja. “Saya sudah tanya ke pihak perusahaan, dan mereka mengaku bahwa sudah mengantisipasi hal itu. Tetapi perusahaan juga tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti itu, karena harusnya longsor terjadi dari depan malah terjadi dari arah belakang,” sebutnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 18:28

Gerindra Berduka, Anggota DPRD Kaltara Andi Kasim Tutup Usia

TANJUNG SELOR - Politisi Partai Gerindra yang juga anggota Dewan…

Senin, 03 Agustus 2020 17:45

Berduka, Anggota DPRD Kaltara Andi Kasim Tutup Usia

  TANJUNG SELOR - Politisi Partai Gerindra yang juga Wakil…

Kamis, 30 Juli 2020 18:14

Pasien Positif Covid-19 di Bulungan Kembali Bertambah

TANJUNG SELOR - Pasien terkonfirmasi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di…

Kamis, 30 Juli 2020 11:53

Stok Aman, Harga Stabil

TANJUNG SELOR - Menjelang Iduladha yang jatuh Jumat (31/7). Dinas…

Kamis, 30 Juli 2020 11:47

Demokrat ke Zainal-Yansen, Klaim 7 Kursi

TANJUNG SELOR - Beberapa partai politik (parpol) sudah menentukan sikap…

Kamis, 30 Juli 2020 11:13

Batal Berangkat, Lima Jemaah Tarik Setoran

TANJUNG SELOR – Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi membatalkan penyelenggaraan…

Kamis, 30 Juli 2020 11:12

Tak Berizin, Toko Produk Malaysia Ditutup

TANJUNG SELOR – Salah satu toko di Jalan Cendana Tanjung…

Kamis, 30 Juli 2020 11:08

Harga dan Stok Sembako Diklaim Aman

TANJUNG SELOR – Jelang Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah, Dinas…

Rabu, 29 Juli 2020 15:33

Operasi Patuh Kayan Minim Pelanggaran

TANJUNG SELOR – Operasi Patuh Kayan 2020 yang dilaksanakan Polda…

Rabu, 29 Juli 2020 15:31

Elpiji Aman, Ditambah 11.320 Tabung

TANJUNG SELOR – Jelang Idul Adha, Pertamina Marketing Operation Region…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers