MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 November 2019 09:14
Longsor di KTT Murni Kecelakaan Tambang

Hasil Investigasi Dilaporkan ke Kemen ESDM

INVESTIGASI: Kepala ESDM Kaltara, Ferdy Manurung Tanduklangi bersama inspektur tambang mengecek kondisi longsor yang terjadi di kawasan pertambangan PT Pipit Mutiara Jaya, Kabupaten Tana Tidung.

TANJUNG SELOR – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan bahwa insiden longsor yang terjadi di kawasan pertambangan PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) Site Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Selasa (31/10) murni kecelakaan tambang.

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ferdy Manurung Tanduklangi mengatakan, untuk memastikan penyebab terjadinya tanah longsor tersebut, tim dari inspektur tambang telah melakukan investigasi ke lokasi longsoran. Selain itu, tim dari ESDM Kaltara juga sudah meninjau ke lokasi tersebut.

“Kemarin saya juga sudah mengecek ke lapangan dan di sana tidak ada masalah. Hanya kecelakaan tambang saja, jadi murni kecelakaan tambang,” ungkap Ferdy kepada Radar Kaltara. Di dalam dunia pertambangan, sambung Ferdy, ada namanya istilah kecelakaan tambang di luar tambang atau alam. Nah, insiden longsor itu ada kombinasi antara tambang dengan alam. “Kalau unsur kelalaian tidak ada. Saya lihat sendiri, itu faktor alam dan saya heran juga kenapa di video dengan di lokasi berbeda,” sebutnya.

Sebab jika di dalam video itu seperti fenomena likuefaksi tanah atau pencairan tanah seperti terjadi di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Padahal fakta di lapangan tidak seperti itu, bahkan lokasi longsoran itu terjadi di dataran rendah. “Kalau di video itu jauh sekali, mirip fenomena likuefaksi,” ujarnya.

Awalnya, tanah itu datar, kemudian digali untuk mengambil batu bara yang ada di bawah tanah tersebut. Tanah bekas galian itulah yang kemudian longsor. “Di area tambang itu tanah nya berair, jadi itulah juga yang memengaruhi terjadinya longsor. Sebenarnya yang longsor itu jalan,” bebernya.

Ferdy mengaku heran, kenapa video yang beredar di masyarakat menjadi viral, padahal kejadian di lapangan biasa saja. “Saya sudah tanya ke pihak perusahaan, dan mereka mengaku bahwa sudah mengantisipasi hal itu. Tetapi perusahaan juga tidak menyangka kalau kejadiannya akan seperti itu, karena harusnya longsor terjadi dari depan malah terjadi dari arah belakang,” sebutnya.

Kecelakaan tambang, jelas Ferdy, ada kategorinya. Kecelakan tambang kecil, sedang dan besar. Untuk kejadian yang terjadi di KTT itu antara kecil hingga sedang, karena luar area yang longsor itu hanya sekitar 15 meter saja. “Untuk hasil investigasi, akan kami laporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM), dan saat ini PMJ sudah beroperasi normal,” bebernya.

Sebelumnya diketahui, lokasi longsor berada tepat di Jalan Tambang dari Disposal menuju Pit 9 Utara. Dalam peristiwa itu, 6 unit alat berat yang tertimbun di antaranya 3 unit ekskavator, 1 unit buldoser, 1 unit articulated dump truck (ADT) dan 1 unit light vehicle (LV).

Romi Kurnia, Staf Pengawas Keselamatan Pekerja PMJ mengatakan, longsor tersebut menurutnya bencana yang memang tidak bisa diduga. Sebelum kejadian, dirinya melakukan perbincangan bersama rekan kerja. Jika tidak ada hujan selama sepekan dan datang hujan selama seharian, maka dapat mengakibatkan longsor.

"Jadi kejadian yang sebenarnya tidak seperti pada video yang beredar, memang menurut analisa saya ketika tidak terjadi hujan selama seminggu dan hujan pun tiba selama seharian itu pasti akan terjadi longsor,” bebernya.

“Tapi kalau dalam video yang beredar itu seperti longsor dahsyat, padahal tidak seperti itu dan tidak sedalam yang ada di video. Kenapa begitu, karena pada saat pengambilan video tersebut itu posisi si perekam memang berada di bawah. Jadi seakan-akan itu seperti tinggi," jelasnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Rabu, 30 November 2022 11:42

Cuaca Ekstrem, BPBD Bulungan Siaga Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan siap siaga menghadapi cuaca…

Rabu, 30 November 2022 11:40

Di Bulungan, Satu Sanggahan Calon PPPK Guru Diterima

PROSES seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di lingkungan…

Senin, 28 November 2022 07:55

MENYEDIHKAN..!! 11 Tahun Food Estate Belum Maksimal

Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) RI telah menetapkan Bulungan sebagai…

Senin, 28 November 2022 07:53

Perkuat Pamtas hingga Amankan PSN

TAHUN ini, Komando Resor Militer (Korem) 092/Maharajalila memasuki usia yang ketiga…

Senin, 28 November 2022 07:51

Nunggak, Siap-siap Water Meter Dicabut Permanen

Agar penyegelan listrik Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Sungoi Sesayap…

Senin, 28 November 2022 07:50

Masterplan Bunda Hayati Mulai Disusun

Pemkab Bulungan bersama  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai…

Senin, 28 November 2022 07:48

Pemkab Keluarkan SE Suntik Booster untuk ASN

 Capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Bulungan masih rendah.…

Jumat, 25 November 2022 11:20

Gubernur Kaltara Usulkan Kuota BBM Ditambah

 Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang menemui Komite Badan…

Jumat, 25 November 2022 11:14

Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal

Setelah memasuki hari kedua, seorang pelajar SD yang tenggelam di…

Jumat, 25 November 2022 11:13

UMP Kaltara Naik Rp 234.964, Apindo Menolak

Dewan Pengupahan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan Upah Minimum Provinsi…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers