MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 08 November 2019 14:45
Pahlawan Itu Bukan Dikendalikan Teknologi

Irianto: Orang Tua Sangat Berperan

PAHLAWAN MASA KINI: Dari kiri ke kanan, moderator, Ketua PB PMII Agus Mulyono, Ketua PB HMISaddam Al Jihad, Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie, Dirbinmas Polda Kaltara Kombes Pol Moh Yamin Sumitra, Presiden BEM UBT Alif Putra dalam kegiatan Respons Kaltara, Kamis (7/10).

PROKAL.CO, TARAKAN – Definisi seorang pahlawan tidak harus diidentikkan dengan mengangkat senjata membela bangsa dan negara. Tapi menjadi pahlawan juga bisa dilakukan dengan memberi manfaat bagi banyak orang, terutama bangsa dan negara.

Itu diungkapkan Ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono dalam kegiatan Respons Kaltara dengan tema pahlawan di mata pemudadi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kamis (7/10) pagi.

“Konsep pahlawan tidak melulu orang yang mengangkat senjata dan mengangkat mikrofon, tapi orang yang bisa memberikan manfaat bagi orang banyak juga bisa didefinisikan sebagai pahlawan,” ungkapnya.

“Siapa pun bisa menjadi pahlawan, asalkan dia bsia memberikan manfaat ke banyak orang dengan mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri,” tuturnya.

Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Saddam Al Jihad mengatakan, keberadaan pahlawan yang berjuang untuk bangsa dan negara bisa menjadi contoh pemuda saat ini dalam melakukan berbagai hal. “Saat pemuda-pemuda ketika melakukan pergerakan, baik dengan turun ke jalan atau berkreasi dengan musik atau teknologi harus memiliki motivasi untuk menjadi seorang pahlawan. Artinya pahlawan saat ini tidak melulu berbicara dengan darah saja, tapi lewat seni atau apa pun itu bisa menjadi pahlawan,” ucapnya.

Dirinya mengharapkan muncul gerakan mengubah citra ke depan terhadap aktivis pemuda. Agar memunculkan daya saing. Saat ini peranan teknologi sangat penting untuk menciptakan aktivis pemuda yang memiliki daya saing. “Kami harapkan anak-anak muda ini bisa mengendalikan teknologi, bukan malah menjadi yang dikendalikan oleh teknologi,” tuturnya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UBT Alif Putra mengatakan, definisi pahlawan itu adalah seseorang yang berani memperjuangkan kebenaran dan berani mengorbankan dirinya untuk kepentingan bangsa dan negara. “Namun generasi milenial saat ini mencari dan menciptakan sosok pahlawan baru, bukan berarti kita melupakan pahlawan yang memperjuangkan negara kita sebelumnya. Kita ketahui bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” tuturnya.

Saat ini tugas generasi muda dan pemuda ialah menciptakan pahlawan baru, segala lini dari sendi-sendi kehidupan bernegara Indonesia berpeluang melahirkan pahlawan baru di era milenial. “Artinya generasi saat ini harus menyesuaikan dengan tantangan zaman,” tuturnya.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kaltara Kombes Pol Moh. Yamin Sumitra  mengungkapkan bahwa menjadi seorang pahlawan masa kini tidak harus mengangkat senjata seperti dulu, semua profesi bisa menjadi pahlawan. “Semua profesi bisa menjadi pahlawan asalkan bisa melaksanakan profesinya baik dan benar, hal itu saja dilakukan sudah bisa kita katakan sebagai pahlawan,” imbuhnya.

 

ORANG TUA, PENENTU GENERASI

Pesan-pesan dari yang disampaikan oleh para pahlawan, seyogianya bukan hanya untuk dikutip dan direnungi saja. Namun perlu dijadikan contoh untuk diimplementasikan oleh kita sebagai generasi penerus.

Demikian salah satu pesan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H Irianto Lambrie.

Sejalan dengan temanya, kegiatan yang digagas Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ini, menghadirkan narasumber dari dua generasi. “Mendengarkan penyampaian anak-anak kita, dari kalangan pemuda tadi, dalam memaknai pahlawan, saya optimistis di masa mendatang, Indonesia akan bisa lebih baik. Artinya, generasi muda kita penuh inovasi, memiliki cara pikir yang cerdas dalam menyongsong kehidupan di masa depan yang memiliki tantangan yang semakin berat,” kata Irianto

Diungkapkan, dalam kehidupan ada tiga masa. Yaitu masa lalu, kini dan masa depan. Masa lalu sejarah, kini merupakan hidup yang kita jalani sekarang dan  masa depan adalah yang harus dipersiapkan.

Berbicara soal pahlawan, Gubernur menyebut ayah, sebagai sosok pahlawan dalam keluarga. Seorang ayah, ungkapnya, berperan besar untuk menciptakan generasi yang mendatang. Yaitu dengan cara menanamkan nilai-nilai kebaikan. Utamanya nilai agama.  

“Baik buruknya generasi mendatang, tidak terlepas dari peran orang tua. Utamanya ayah. Untuk itulah, kita harus bisa memberikan contoh, mendidik, serta mengajarkan yang baik kepada anak. Beri kebebasan kepada anak untuk menentukan pilihan. Ajak diskusi, dan yang terpenting jika anak kita lebih dari satu, jangan sekali-kali membeda-bedakan perlakuan terhadap anak kita,” ujar Irianto.

Lebih jauh Gubernur mengatakan, kita semua yang tinggal dan menjadi warga negara Indonesia harus bersyukur. Negara Indonesia memiliki ratusan suku, bahasa dan beragam agama, namun hingga masih terjaga toleransinya. Bersyukur juga, Indonesia memiliki kekayaan alam, posisi, geografis, dan geostrategis yang tidak dimiliki oleh semua negara di dunia.

“Perjuangan para pahlawan telah menghantarkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Di samping mempertahankan apa yang dihasilkan para pahlawan, dengan selalu menjaga, membela dan membangun  Indonesia, tugas generasi sekarang adalah melakukan inovasi untuk bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur kembali membeberkan hasil penelitian Bank Dunia yang dilakukan selama 20 tahun di sejumlah negara. Di mana ada empat kesimpulan penting dalam menghadapi kehidupan. Pertama, kreatifitas atau inovasi yang mempati 40 persen dari keberhasilan. Kemudian kedua, 30 persen adalah networking, ketiga 20 persen teknologi. Dan terakhir kekayaan sumber daya alam yang hanya menyumbang 10 persen keberhasilan.

Sementara itu, masing-masing nara sumber memaknai sosok pahlawan dengan berbeda-beda. Meski demikian, disimpulkan mereka sepakat menyebut pahlawan bukan hanya mereka yang berjuang terhadap kemerdekaan bangsa. Namun siapa pun yang bisa berbuat untuk kemajuan bangsa, juga merupakan pahlawan. “Siapa pun yang hidup di masa kini, bisa menjadi pahlawan di masa mendatang. Perjuangan tak mesti harus dengan mengangkat senjata, namun dengan ide, gagasan, dan inovasi kita juga merupakan sebuah perjuangan untuk kemajuan bangsa,” kata Saddam yang juga senada dengan nara sumber lainnya.

“Sosok pahlawan memang sangatlah berarti bagi kita semua. Tetapi tugas kita saat ini bukan sekadar mengenang, namun juga meneladani perjuangannya serta berusaha mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya dengan karya,” imbuh nara sumber lainnya.

Dalam Respons Kaltara edisi khusus ini juga dihibur artis, Pongky Barata. (jnr/lim)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 14:16

Kabul Pernikahan Bisa Diwakilkan

TARAKAN - Setelah hebohnya kabar perceraian dapat dilakukan secara online,…

Jumat, 13 Desember 2019 14:14

Sertifikat HGB Bisa Diubah SHM

TARAKAN – Minimnya pengetahuan soal mekanisme sertifikasi laha di Bumi…

Jumat, 13 Desember 2019 14:12

Pendapatan Samsat Terealisasi 98 Persen

TARAKAN – Pertengahan Desember ini, Kantor Pelayanan Samsat Induk Tarakan…

Jumat, 13 Desember 2019 14:08

Perpanjangan Dermaga 200 Meter

TARAKAN – Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan rencananya akan diperpanjang ke…

Jumat, 13 Desember 2019 13:58

Apresiasi KPU Terhadap Dukungan Radar Tarakan

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mengapresiasi partisipasi SKH…

Kamis, 12 Desember 2019 11:36

Rekomendasi PAN ke Ibrahim, DPW Kaget

TARAKAN – Ibrahim Ali, A.Md, menjawab isu yang berkembang mengenai…

Kamis, 12 Desember 2019 11:33

Tegas Meminta Antrean Panjang Dihilangkan

TARAKAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara…

Rabu, 11 Desember 2019 13:21

Dukungan Independen Bisa Ditolak

TARAKAN - Untuk maju melalui jalur independen atau perseorangan pada…

Rabu, 11 Desember 2019 13:14

Siaga Nataru, PLN Tak Menjamin 100 Persen

TARAKAN – Status siaga PT PLN (Persero) Tarakan menjelang Natal…

Selasa, 10 Desember 2019 12:38

Warga Amal Tenggelam, Ditemukan Meninggal

TARAKAN - Warga RT 11 Kelurahan Pantai Amal dihebohkan dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.