MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 08 November 2019 14:18
PLBL Dinilai Tidak Miliki Keuntungan

Pemprov Akan Ambil Alih

PENGELOLAAN: Status PLBL Liem Hie Djung Nunukan saat ini masih aset milik Pemkab Nunukan. Rencananya, Pemprov Kaltara akan mengambil alih pelabuhan ini.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sementara itu PLBL Liem Hie Djung dinilai selama ini tidak pernah mendapatkan pemasukan yang mampu menutupi biaya operasional, termasuk belanja pegawai selama beroperasi. Hal itu ditunjukkan selama tiga tahun terakhir ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Roby Nahak Serang mengatakan, PLBL Liem Hie Djung selama beroperasi tidak menunjukkan pemasukan yang dapat menutupi biaya operasional serta biaya belanja pegawai. Sehingga opsi yang dipilih diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).

“Semua biaya yang digunakan di PLBL Liem HieDjung tentu akan digunakan untuk biaya operasional dan belanja pegawai,” kata Roby Nahak Serang.

Dia menjelaskan, biaya yang digunakan PLBL Liem Hie Djung untuk operasional selama tiga tahun terakhir mencapai angka Rp 1,2 miliar per tahun. Biaya tersebut termasuk belanja pegawai ditambah dengan biaya operasional lain mencapai Rp 200 juta per tahun. Dengan biaya tersebut dianggap belum dapat menutupi segala kebutuhan di PLBL Liem Hie Djung.

Sementara pendapatan PLBL Lie HieDjung selama setahun sebesar Rp 260 juta hingga Rp 377 juta. Jika dilihat dari pendapatan tersebut masih sangat tinggi kekurangan, karena pembiayaan operasional mencapai angka Rp 1 miliar per tahun. Untuk biaya kekurangan tersebut harus dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan.

Jika kondisi ini terus terjadi, maka akan sulit melakukan pengembangan karena tiap tahun terjadi defisit. “Tentu ada penyebab, kenapa pendapatan PLBL Liem Hie Djung tidak dapat bertambah tiap tahun,” ujarnya.

Menurutnya, pemasukan PLBL Liem Hie Djung tidak dapat maksimal karena berbagai, seperti belum berfungsi pelayanan pelayaran internasional. Selama ini PLBL Liem Hie Djung baru melayani pelayaran lokal yakni rute Nunukan–Sebuku (PP), dan pelayaran regional Nunukan–Tarakan, sedangkan pelayaran Nunukan–Tawau masih dilaksanakan di Pelabuhan Tunon Taka.

“Disparitas antara pendapatan dan biaya operasional itulah yang antara lain menjadi pertimbangan sehingga memilih untuk menyerahkan pengelolaan PLBL Liem HieDjung kepada Pemprov Kaltara dengan sistem bagi hasil,” ujarnya.

Sistem pengelolaan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung yang diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) belum disepakati. Sehingga, pertemuan kembali akan dilakukan antara Pemprov Kaltara dengan Pemkab Nunukan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Taupan Madjid menyampaikan, pertemuan akan dilakukan pada Rabu (13/11) mendatang. Tujuannya membicarakan bentuk pengelolaan PLBL Liem Hie Djung yang bakal diserahkan ke Pemprov Kaltara berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah bahwa pelabuhan antar kabupaten dalam wilayah provinsi adalah kewenangan pemerintah provinsi.

“Pekan depan dirapatkan untuk yang kedua kalinya. Pada prinsipnya kembali ke UU 23/2014 kewenangan di provinsi. Dan status lahan masih milik Pemkab Nunukan,” ucap Taupan Madjid kepada Radar Kaltara.

Dijelaskan, terkait hal ini pembahasan pertama yang dilakukan belum berakhir dengan kesepakatan. Sehingga, dilanjutkan dengan pertemuan kembali dengan menghadirkan dari dinas terkait. Sebab, kewenangan Dishub Kaltara terkait pengelolaan, sedangkan lahan tersebut merupakan aset Pemkab Nunukan.

“Ini yang dibicarakan bentuk pengelolaan karena UPT sudah ada nantinya. Pembahasan pertama belum final dan sudah dibawa hingga ke pusat. Karena ini terkait aset dinas lain dihadirkan. Jadi ada lintas sektoral terkait aset ada dinas BPKAD,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Taupan sapaan akrabnya, jika PLBL sudah menjadi aset Pemprov Kaltara bentuk pengelolaan nantinya bisa dilakukan seperti Pelabuhan Tengkayu I, Kota Tarakan. Dibutuhkan pegawai untuk mengisi UPT. Kemudian dilakukan penganggaran untuk melakukan perbaikan. Untuk itu pihaknya berharap sebelum diserahkan ke Pemprov Kaltara semua persoalan sudah tuntas. Sehingga langsung dapat berjalan.

“Jika sudah jadi aset Kaltara, kita anggarkan, pegawai diangkat untuk mengisi. Tinggal dilakukan rehab saja atau disempurnakan. Termasuk dibicarakan apakah pegawai juga diserahkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Wahyudi mengatakan, telah dilakukan rapat koordinasi dan telah memilih beberapa opsi yang dapat diambil terkait rencana pengalihan PLBL Liem Hie Djung kepada Pemprov Kaltara. Dengan dilakukan sistem bagi hasil, karena sebelumnya PLBL dikelola langsung Pemkab Nunukan.

“Opsi tersebut diambil setelah mempertimbangkan saran dari sejumlah OPD yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut,” kata Wahyudi.

Menurutnya, opsi tersebut diambil dengan memperhatikan beberapa pertimbangan yang harus dipenuhi. Seperti, disparitas antara pendapatan asli daerah (PAD) dengan biaya operasional PLBL yang cukup besar. Ditambah belum memiliki analisis dampak lingkungan (Amdal), serta beberapa persoalan terkait kejelasan lahan PLBL, maka akhirnya memilih opsi untuk menyerahkan pengelolaan PLBL kepada Pemprov Kaltara dengan sistem bagi hasil.

Satu hal yang juga ditekankan, jika opsi bagi hasil ini dilaksanakan, yakni nasib para tenaga honorer juga harus dipikirkan oleh Pemprov Kaltara. Diserahkan PLBL Liem Hie Djung kepada Pemprov Kaltara dengan sistem bagi hasil, termasuk keberadaan seluruh tenaga honorer tanpa terkecuali. Jika Pemprov Kaltara tidak menginginkan, maka opsi tersebut dapat dipertimbangkan kembali.

“Hasil rapat koordinasi ini akan segera disampaikan kepada Pemprov Kaltara, serta menunggu jawaban terkait penyerahan PLBL Liem Hie Djung,” ujarnya. (nal/akz/ash/eza)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:15

Mesin Koverter Kit Mulai Didistribusikan

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya, nelayan kecil yang menggunakan mesin…

Kamis, 21 November 2019 12:11

Polemik Suket, Bisa Terindikasi Maladministrasi

TANJUNG SELOR – Polemik tak berlakunya surat keterangan (suket) sebagai…

Kamis, 21 November 2019 12:07

Dua Pelamar CPNS Gugur

TANJUNG SELOR – Sejak dibukanya pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri…

Rabu, 20 November 2019 17:59

Listrik Padam 5 Jam Tanpa Pemberitahuan

TANJUNG SELOR – Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan…

Rabu, 20 November 2019 17:57

Kasus Sabu 38 Kg Segera Disidangkan, Vonis Mati..??

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus sabu seberat 38…

Rabu, 20 November 2019 17:55

9 Dokter Spesialis Didorong Ikut Tes CPNS

TANJUNG SELOR – Dari 300 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

Selasa, 19 November 2019 10:28

Penggunaan Suket Jadi Polemik

TANJUNG SELOR – Penggunaan surat keterangan (suket) sebagai pengganti Kartu…

Selasa, 19 November 2019 10:20

Formasi Dokter Spesialis Masih Kosong

TANJUNG SELOR - Jumlah pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Selasa, 19 November 2019 10:17

Petugas Door to Door, Minta Masyarakat Ikut Aktif

Nyaris setiap pelaksanaan pesta demokrasi, data pemilih ganda menjadi momok…

Senin, 18 November 2019 17:47

Puluhan Pelamar CPNS Terkendala Akreditasi

TANJUNG SELOR – Beberapa kendala teknis dialami para pelamar calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*