MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 08 November 2019 11:15
November Hingga Januari, Waspada Banjir, 4 Daerah Ini Paling Rawan

Empat Kecamatan Rawan Bencana

WASPADA: Salah satu fenomena banjir yang pernah terjadi di Bulungan tahun 2018 lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Jika sesuai prediksi, Kalimantan Utara (Kaltara) akan memasuki musim penghujan mulai November 2019 hingga Januari 2020. Di masa itu, warga diminta untuk tetap waspada terhadap terjadinya bencana banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Mohammad Pandi mengatakan, perlu adanya kewaspadaan, karena jika terjadi intensitas hujan yang tinggi, maka tentu akan ada potensi terjadinya banjir di beberapa wilayah di Kaltara ini.

“Waspada yang kita harapkan di sini, jangan sampai ada timbul korban saat terjadi bencana, seperti banjir,” ujar Pandi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor.

Dijelaskannya, jika sesuai dengan pemetaan yang dilakukan. Selain di Tanjung Selor Ibu Kota Kaltara yang biasa terjadi banjir saat musim hujan, di wilayah Kabupaten Nunukan juga demikian. Bahkan di wilayah perkotaan Nunukan yang dulunya tidak pernah banjir, sekarang sudah terjadi banjir. “Meskipun banjirnya hanya karena hujan,” sebutnya.

Termasuk juga di beberapa wilayah kecamatan lainnya di perbatasan dan pedalaman provinsi termuda Indonesia ini, di antaranya seperti di daerah Sembakung, Lumbis, dan Mansalong.

Memang, sejauh ini memang belum ada terlihat curah hujan yang terlalu tinggi. Artinya, kondisi cuaca masih terbilang normal. Hanya saja, kewaspadaan harus tetap ada di masyarakat untuk mengantisipasi sewaktu-waktu hal itu terjadi.

Adapun untuk kesiapan sebagai upaya antisipasi jika terjadi banjir, sejauh ini pihaknya dari BPBD Kaltara sudah tidak ada masalah, karena peralatan yang dimiliki sudah cukup memadai. Bahkan sudah ada juga dibentuk desa tangguh bencana yang di dalamnya terdiri dari para relawan bencana.

“Di sini kita juga mengimbau kepada BPBD kabupaten/kota agar terus melakukan sosialisasi mengenai bahayan bencana, terutama bencana banjir dan tanah longsonr kepada masyarakat,” serunya.

Tapi, perlu juga diketahui bahwa BPBD Kaltara di sini sifatnya hanya mem-backup. Artinya bukan yang bertindak sebagai yang utama. Kalrena jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang utama di sini adalah kabupaten/kota.

Pastinya, jika terjadi bencana banjir, beberapa hal yang dilakukan oleh pihaknya di antaranya fokus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada persoalan yang tidak tertangani, serta menyaipkan titik efakuasi.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan membutuhkan pos pembantu di sejumlah wilayah Bulungan untuk meng-cover 10 kecamatan. Diprediksi bencana yang terjadi tidak hanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi banjir yang menjadi langganan sejumlah daerah.

Kepala BPBD Bulungan, Ali Patokah mejelaskan, daerah yang dianggap rawan bencana yakni Kecamatan Sekatak, Bunyu, Peso dan Tanjung Palas Timur. Empat wilayah ini dinilai sangat rawan terjadinya bencana alam. “Yang harus diantisipasi tidak hanya karhutla tetapi banjir. Dan ada empat daerah rawan bencana. Sehingga dibutuhkan pos untuk mengantisipasi bencana,” ucap Ali Patokah kepada Radar Kaltara.

Dijelaskan, adanya pos pembantu yang nantinya diisi dengan personel 8-15 orang dapat bekerja dengan sigap. Sehingga dapat meminimalisir hal yang tidak diinginkan seperti adanya korban jiwa dan kerugian materil

Ia mencontohkan, kejadi kebakaran lahan yang sulit dijangkau dan minimnya personel membuat penanganan di lapangan tidak maksimal. Jika memiliki pos yang diisi personel dan peralatan standar, tentunya kejadian dapat diantisipasi.

“Seperti di wilayah Sekatak untuk sampai ke sana butuh waktu tiga jam. Saya miris ketika sampai api sudah menghabiskan semuanya. Makanya, kalau ada pos dapat membantu. Selain personel ada juga relawan yang sudah terlatih ditempatkan dan ditopang dengan sarana dan prasarana,” bebernya.

Kemudian untuk bencana banjir yang terjadi di wilayah Tanjung Selor yang mendapatkan dampak dari tingginya debit air dari wilayah hulu tepatnya wilayah Peso. Ia mengingat ketika banjir terjadi di Bulungan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Semula personel dikerahkan ke wilayah hulu, kemudian harus dikerahkan lagi ke wilayah kota. Saat terjadi banjir di Tanjung Selor itu dimulai dari hulu kemudian turun ke wilayah kota melalui DAS membutuhkan waktu sekira 10 jam.

“Kalau ada pos anggota di hulu bisa melaksanakan tugas melakukan evakuasi. Karena kita tidak menginginkan personel juga yang melakukan evakuasi di bagian hulu kemudian di wilayah Tanjung Selor tidak ter-cover. Untuk itu kita membutuhkan pos di daerah yang rawan,” tuturnya. (iwk/akz/eza)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:15

Mesin Koverter Kit Mulai Didistribusikan

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya, nelayan kecil yang menggunakan mesin…

Kamis, 21 November 2019 12:11

Polemik Suket, Bisa Terindikasi Maladministrasi

TANJUNG SELOR – Polemik tak berlakunya surat keterangan (suket) sebagai…

Kamis, 21 November 2019 12:07

Dua Pelamar CPNS Gugur

TANJUNG SELOR – Sejak dibukanya pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri…

Rabu, 20 November 2019 17:59

Listrik Padam 5 Jam Tanpa Pemberitahuan

TANJUNG SELOR – Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan…

Rabu, 20 November 2019 17:57

Kasus Sabu 38 Kg Segera Disidangkan, Vonis Mati..??

TANJUNG SELOR – Masih ingat dengan kasus sabu seberat 38…

Rabu, 20 November 2019 17:55

9 Dokter Spesialis Didorong Ikut Tes CPNS

TANJUNG SELOR – Dari 300 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil…

Selasa, 19 November 2019 10:28

Penggunaan Suket Jadi Polemik

TANJUNG SELOR – Penggunaan surat keterangan (suket) sebagai pengganti Kartu…

Selasa, 19 November 2019 10:20

Formasi Dokter Spesialis Masih Kosong

TANJUNG SELOR - Jumlah pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Selasa, 19 November 2019 10:17

Petugas Door to Door, Minta Masyarakat Ikut Aktif

Nyaris setiap pelaksanaan pesta demokrasi, data pemilih ganda menjadi momok…

Senin, 18 November 2019 17:47

Puluhan Pelamar CPNS Terkendala Akreditasi

TANJUNG SELOR – Beberapa kendala teknis dialami para pelamar calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*