MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 07 November 2019 13:21
Transportasi OnlineDiberikan Stiker

Tanda Kantongi Izin

DIBERIKAN STIKER: Kasat Lantas Polres Tarakan memberikan stiker terhadap transportasi online yang telah mengantongi izin operasi.

PROKAL.CO, TARAKAN - Transportasi online yang berasal dari Grab dan Gojek diberikan tanda stiker oleh Satlantas Polres Tarakan. Transportasi online yang ditempelkan maupun dibagikan stiker merupakan angkutan yang sudah mendapatkan izin resmi dari Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara), dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara.

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan, melalui Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengungkapkan, dari lampiran surat yang didapatkan pihaknya dari Dishub Kaltara, menerangkan bahwa untuk Grab memiliki 2 unit mobil yang memiliki izin dan 17 untuk Gojek.

“Hasil rapat kemarin, dari 17 unit punya Gojek ini dan hanya 8 unit saja yang ready, sedangkan yang 9 itu ada kendaraannya dijual dan diganti,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya hanya memberikan stiker kepada Gojek sebanyak 8 unit dan 2 unit mobil milik Grab. Dari keterangan yang didapatkan pihaknya, meski sudah diberikan stiker namun pihak Gojek menerangkan bahwa mobil tersebut belum beroperasi. Ketika sudah beroperasi, maka pihaknya sudah siap melakukan pengawasan dengan adanya stiker yang ditempelkan tersebut.

“Kita patokan tidak pada stiker pada izinnya. Kalau yang tidak memiliki izin ini, besar harapan untuk menahan diri terlebih dahulu. Silakan urus dan melapor ke pihak provinsi,” ungkapnya.

Diakui Arofiek, pihaknya hanya bisa melakukan pengawasan dan semua izin transportasi online berasal dari Dishub Kaltara. Ketika ada kuota baru lagi untuk transportasi online, maka pihaknya memastikan akan siap melakukan pengawasan lagi.

“Jadi kami berharap masalah keributan untuk sama-sama dicegah. Tadi saya pesankan kepada plat kuning, intinya jangan menindak pelanggaran dengan suatu pidana,” bebernya.

Sementara itu, Ketua SPTI Tarakan Hamka mengatakan, dengan adanya pemasangan stiker itu maka pihaknya bisa mengetahui mana transportasi online yang sudah berizin. Ia berharap adanya pemasangan stiker ini bisa mengatur transportasi online di Kota Tarakan. Bahkan, tambah Hamka, beberapa transportasi konvensional akan bergabung di Gojek nantinya.

“Supaya terjawab pertanyaan masyarakat selama ini, bahwa kami tidak menolak pelayanan aplikasi namun polanya meminta ketegasan aturannya,” tuturnya.

Meski sudah ada kuota untuk transportasi online yang berizin, pihaknya juga ke depannya masih akan mempertanyakan terhadap transportasi online yang masih belum memiliki izin. Pihaknya juga belum mendapatkan kejelasan terhadap penindakan transportasi online yang belum memiliki izin.

Pihaknya berharap pemerintah kota dan provinsi bisa mengambil andil terhadap solusi angkutan konvensional, untuk tetap eksis. “Bisa pemerintah membiayai untuk mobil kami dan itu kami mau, supaya mobil kami berubah,” kata Hamka.

Ditambahkan Kepala Dishub Taupan Madjid, melalui Kasi Angkutan Darat Dhani Karan Rajasha, dengan adanya kuota yang pemasangan stiker terhadap transportasi online, maka harus beroperasi yaitu yang memiliki izin saja. Terhadap hal tersebut, pihaknya sudah jauh-jauh hari memberi tahu kepada transportasi online untuk tidak beroperasi terlebih dahulu sebelum mendapatkan izin.

“Dari mereka mengajukan izin, kita sudah bilang kalau bisa sebelum izinnya keluar jangan beroperasi dulu,” kata Dhani.

Namun saat pengajuan izin, dari pihak Grab hanya mengajukan 2 unit mobil dan pihaknya sempat mempertanyakan hal tersebut. Namun saat itu dari pihak Grab menyatakan, bahwa saat itu untuk uji coba terlebih dahulu.

“Saya menilai ini tidak iktikad baik. Contoh di Bulungan kuota 60, tapi mereka mengajukan hanya 4. Sementara beroperasi lebih dari itu. Jangan ikut terbalik, karena kuotanya tidak tercukupi akhirnya banyak yang ilegal,” bebernya.

Dilanjutkan Dhani, saat itu Gojek malah mengajukan 17 unit mobil meski belum beroperasi. Kemudian rapat yang berlangsung di Pemkot Tarakan lalu, pihak Grab menyampaikan sudah memiliki 280 unit mobil yang tergabung. Selain itu, dalam sehari jumlah panggilan Grab mencapi 5 ribu. Dari penyampaian itu, pihaknya juga sempat menyatakan untuk menyampaikan ke Dishub Kaltara.

“Dari situ akan menjadi dasar, kalau memang Dishub Tarakan merekomendasikan penambahan kuota maka akan kita hitung jumlah kebutuhannya. Tapi sampai hari ini (kemarin, Red) mereka belum mengajukan itu,” bebernya.

Untuk kuota transportasi online yang ada di Kaltara, sebenarnya sudah ditentukan melalui kajian yang dilakukan juga oleh tenaga ahli dari Kementerian Perhubungan. Disebutkan Dhani, dari kajian itu mengeluarkan bahwa Kaltara hanya diberikan kuota 191 unit. Jumlah tersebut sudah tersebar di 5 kabupaten/kota.

“Kemarin Tarakan kita kasih 40 tapi dari Dishub Tarakan meminta 20 aja. Kita tidak boleh egois juga, kalau daerahnya minta dikurangi masa kita mau paksakan,” jelasnya. Sementara itu, pihak Grab yang coba dikonfirmasi awak media belum berkenan memberikan tanggapannya terkait izin dari mitranya.(zar/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:21

WADAWWW..!! Dua Kelurahan Masuk Kategori Kumuh Berat

TARAKAN – Dua kelurahan yang ada di Bumi Paguntaka yakni…

Kamis, 21 November 2019 12:18

63 Rambu Peringatan Bencana Segera Dipasang

TARAKAN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan akan…

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang, Alat Tangkap Nelayan Ditabrak Ponton Batubara

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…

Senin, 18 November 2019 17:56

Malaysia Sokong Kegiatan Wonderful Indonesia

TAWAU – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia kian erat.…

Senin, 18 November 2019 17:54

Monitoring Akan Dilakukan dengan Kartu

TARAKAN - Monitoring yang dilakukan Tim Pengendalian Terpadu Pemprov Kaltara,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*