MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 07 November 2019 10:35
BKSDA Tak Tahu Pasti Populasi Gajah Kalimantan

BKSDA Prioritaskan Pengawasan

Saat ini dalam pengawasan gajah Kalimantan yang berada di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, BKSDA Kaltim bekerja sama dengan perusahaan dan masyarakat yang ada di sekitar wilayah yang menjadi tempat habitat gajah Kalimantan. (Ilustrasi)

PROKAL.CO, TARAKAN – Meski keberadaannya di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan masih menjadi misteri, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim tetap memprioritaskan pengawasan khusus terhadap gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 pada BKSDA Kaltim, Dheny Mardiono kepada pewarta, Rabu (6/10). BKSDA Kaltim menganggap pengawasan khusus terhadap gajah Kalimantan tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaannya masih ada.

“Secara khusus untuk di Kaltara yang sangat prioritas adalah gajah Kalimantan, tetapi sampai saat ini kita belum mengetahui jumlah populasi yang pasti,” tuturnya.

Namun pihaknya memastikan keberadaan gajah Kalimantan di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan masih ada. Hal tersebut diketahui dari penemuan jejak dan kotoran gajah Kalimantan di wilayah tersebut.

“Memang masih misteri untuk jumlah populasinya. Ssaat ini apakah meningkat atau malah menurun, tapi yang jelas dari beberapa kegiatan pengamatan di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan masih ditemukan adanya jejak dan kotoran dari gajah Kalimantan tersebut,” ungkapnya.

Saat ini dalam pengawasan gajah Kalimantan yang berada di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, BKSDA Kaltim bekerja sama dengan perusahaan dan masyarakat yang ada di sekitar wilayah yang menjadi tempat habitat gajah Kalimantan.

“Kita juga bekerja sama dengan Non Governmnet Organization (NGO) untuk melakukan pengawasan dan mengetahui jumlah populasinya yang saat ini masih menjadi misteri,” ucapnya.

Dirinya memastikan populasi gajah saat ini bila terjadi penurunan, tapi tidak disebabkan adanya perburuan. Karena dirinya mengklaim sejauh ini tidak menerima laporan adanya kegiatan perburuan gajah.

“Bila turun, bisa saja gajah ini bergeser ke hutan Malaysia saat dilakukan penghitungan. Izin perkebunan dan HPH (hak pengusahaan hutan) tidak dipungkiri berpengaruh terhadap populasi gajah, tapi izin perkebunan dan HPH ini sebelum diterbitkan pasti melalui kajian terkait dampaknya, termasuk dampak terhadap populasi gajah,” tuturnya.

Elephant Conservation Association sudah melakukan survei di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Namun dari survei yang dilakukan tidak menemukan fisik gajah, hanya kotoran dan jejaknya saja.

“Bertemu langsung sama sekali tidak pernah, kami hanya menemukan jejak dan kotoran saja yang teridentifikasi benar-benar gajah kerdil borneo. Keyakinan kami bahwa di Tulin Onsoi ada gajah kerdil juga berdasarkan informasi dari masyarakat setempat,” tutur Wildlife Conservation Specialist Indonesia pada Elephant Conservation Association Wishnu Sukmantoro.

Survei untuk mengetahui gajah Kalimantan yang ada di Tulin Onsoi menggunakan metode yang sudah dilakukan secara internasional ketika akan meneliti suatu spesies. “Berdasarkan survei dan penelitian yang kami lakukan pada luasan sekitar 25.300 hektare setidaknya sekitar 7 hingga 8 ekor gajah kerdil,” ujarnya.

Dengan adanya survei dan penelitian yang dilakukan sebelumnya, perkiraan adanya 20 hingga 80 ekor gajah di Tulin Onsoi. Namun perlu dilakukan penelitian lagi lebih mendalam, karena belum diketahui apakah itu gajah termasuk pada gajah yang bergerak dari Sabah atau memang gajah yang berada di Tulin Onsoi.

“Tahun 2012 memang ada peneliti asal Malaysia yang melakukan penelitian di Tulin Onsoi yang di mana diperkirakan ada sekitar 20 hingga 80 ekor gajah yang ada di sana. Di Sabah, Malaysia ada sekitar 2.024 gajah kerdil borneo,” ucapnya.

Tidak adanya data pergerakan gajah kerdil borneo menjadi kendala untuk mengetahui ke mana saja pergerakan gajah di Tulin Onsoi. “Sebenarnya kami memasang GPS colar untuk mengetahui pergerakan gajah ini, apakah dia menetap di Tulin Onsoi atau berpindah hingga ke Sabah. Kendalanya kami tidak pernah melihat secara langsung fisiknya selama ini,” pungkasnya. (jnr/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:25

Sekda: Akhir Tahun Segera Susun Laporan

NUNUKAN – Para aparatur sipil negara (ASN), terus diingatkan agar…

Selasa, 19 November 2019 13:59

Warga Mengeluh Kondisi Dermaga Mantikas Memprihatinkan

NUNUKAN – Dermaga Mantikas yang berlokasi di Desa Setabu digunakan…

Sabtu, 16 November 2019 14:58

Alasan Cuaca, Listrik Padam Lima Jam

NUNUKAN – Cuaca buruk melanda wilayah Nunukan, sehingga mengakibatkan listrik…

Sabtu, 16 November 2019 14:55

Tak Ada Anggaran Pemeliharaan, PJU Tak Berfungsi

NUNUKAN – Penerangan jalan umum (PJU) yang seriing tidak dinyalakan,…

Sabtu, 16 November 2019 14:44

Problem Guru, Sertifikasi hingga Penempatan

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan mengungkap jika…

Jumat, 15 November 2019 15:10

Peningkatan Fisik Sekolah Harus Merata

NUNUKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan saat ini…

Jumat, 15 November 2019 15:08

Tenaga Medis Pelosok Jadi Nakes Teladan

NUNUKAN – Salah seorang apoteker di Puskesmas Long Bawan, Kacamatan…

Rabu, 13 November 2019 14:06

Data Pemilih Akan Berubah

NUNUKAN – Pemilihan Kepala Daerah akan segera berlangsung. Komisi Pemilihan…

Rabu, 13 November 2019 13:58

Masuk Ilegal, WNA Malaysia Dideportasi

NUNUKAN - Imigrasi Kelas II Nunukan mendeportasi seorang Warga Negara…

Selasa, 12 November 2019 14:21

Peran Daerah Dibutuhkan untuk Pertumbuhan Ekonomi.

YOGYAKARTA – Daerah diberikan kesempatan berkreasi dalam meningkatkan dan mengembangkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*