MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 04 November 2019 15:41
Adri Patton Tunggu Pinangan Parpol
MENUNGGU: Adri Patton siap menunggu pinangan partai politik pada Pilgub Kaltara 2020. FOTO: DOKUMEN

PROKAL.CO, TARAKAN - Nama Prof. Dr. Adri Patton mencuat jadi perbincangan di tengah masyarakat. Disebut-sebut sebagai figur yang layak bertarung di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara 2020. Kendati demikian, pria yang menjabat sebagai Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) menyatakan dengan tegas bahwa dirinya akan maju apabila ia yang ditawari langsung oleh partai politik (parpol).

Adri bukan tidak memiliki niat untuk maju di Pilgub. Hanya, ia merasa lebih yakin jika parpol yang meminta atau meminang dirinya. Kalau partai politik beranggapan saya orang yang mampu dan bisa, ya kenapa tidak? Kalau partai politik loh ya. Tapi kalau saya mengusulkan diri, saya sudah berbuat untuk Kalimantan Utara, saya berbuat untuk Indonesia dalam menjalankan pendidikan, ujar pria yang akrab disapa Prof. Adri ini.

Menurutnya, dalam politik yang elegan, bukan lagi figur yang mencari partai politik, justru partai politik yang mencari figur yang mampu membawa perubahan positif. Tentu harus didukung popularitas dan elektabilitas, aksebilitas, komitmen, serta visi dan misi ke depan untuk membuat Kaltara lebih maju lagi.

Tapi, Prof. Adri juga menegaskan tidak sembarangan menerima pinangan partai politik. Ia akan melihat dulu apakah dirinya memang pantas untuk posisi yang ditawarkan. Ia tidak ingin hanya sekadar menjadi ‘bamper’ saja. Apakah kalau saya dipilih, memang pantas enggak seorang Adri Patton itu dipilih, sementara ia jadi seorang akademisi. Azas manfaatnya besar enggak dia jadi gubernur atau jadi wakil gubernur daripada jadi akademisi. Itu kan harus dievaluasi, bukan hanya sekadar menunjuk, ungkapnya.   

Baginya, dicalonkan menjadi calon kepada daerah bukan hanya didukung dari sisi popularitas. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Seperti rekam jejak, kemampuan dalam membangun komunikasi di pusat dan faktor-faktor lainnya. Baginya, mengemban amanah menjadi kepada daerah adalah tugas yang berat. 

Sampai kemarin, Prof. Adri mengaku belum ada satupun partai politik yang berkomunikasi dengannya, begitu juga dengan figur. Ia bukan tanpa pengalaman politik dan pemerintahan. Ia pernah menempuh pendidikan ilmu sosial dan politik dan pernah menjadi guru besar Fisip Universitas Mulawarman Samarinda. Prof. Adri juga putra daerah Kaltara yang lahir di Tanjung Selor, 15 Agustus 1963. 

Di bidang pemerintahan, 2009-2012 ia menjabat kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah tertinggal (BPKP2DT) Kalimantan Timur, sebelum Kaltara terbentuk. Kemudian pada 2012 hingga 2015, Prof. Adri menjabat sebagai sekretaris Kabupaten Malinau. 

Prof. Adri sendiri bukan kali ini saja dikaitkan dengan pilkada di Kaltara. Pada proses menuju Pilgub 2015 lalu, namanya juga sempat disebut-sebut meskipun pada akhirnya tidak maju. 

 

TIGA BALON MENDAFTAR DI GOLKAR

Penjaringan oleh DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) telah dibuka. Hingga Minggu (3/11) tercatat baru tiga balon yang mendaftar. Di antaranya, mantan dr. H. Jusuf SK, Yunus Abbas dan Dr. H. Irianto Lambrie.

Sekretaris DPD I Partai Golkar Suharno menyampaikan, sejak dibuka pendaftaran tercatat hingga saat ini sudah ada tiga bakal calon yang mengembalikan berkas. Sementara, satu balon yang sudah berkomunikasi akan mendaftarkan diri yakni H. Udin Hianggio. Yang menyampaikan akan mendaftarkan diri ada satu balon. Waktunya, belum diketahui dan kami masih menunggu, ucap Suharno kepada Radar Tarakan, Rabu (30/10) lalu.

Dijelaskan, jika batas pendaftaran berakhir proses selanjutnya jika hanya ada tiga nama tentunya balon yang terdaftar diserahkan ke DPP Golkar. Namun, sebelum itu, dari DPD I melaksanakan pertemuan tim terlebih dahulu melihat situasi. 

Sementara, kapan rekomendasi dari DPP terbit belum dapat dipastikan. Sebab, ada banyak pertimbangan yang harus dilalui terlebih dahulu. Tim rapatkan dulu sama seperti yang dilakukan tingkat kabupaten. Kalau tiga nama ini yang terdaftar tentunya itu yang kami bawa ke tim nasional atau DPP. Sebab, yang memberikan rekomendasi ada di DPP sendiri, jelasnya.

Komunikasi dengan parpol sejauh ini tetap dilakukan. Namun, belum final akan bersama siapa. Partai Golkar sendiri belum menentukan lantaran proses penjaringan baru saja dilakukan. Untuk mengusung calon partai berlambang beringin ini dipastikan harus berkoalisi. Mengacu pada aturan setidaknya pengusung minimal mengantongi dukungan parpol dengan 7 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara.

Partai Golkar diketahui merupakan satu dari delapan partai pengusung dan memengangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2015 silam. Komunikasi bagus-bagus saja (dengan parpol). Karena kami harus berkoalisi dengan 4 kursi di DPRD jadi butuh 3 lagi. Jika mekanisme sudah final insyaallah kami akan melakukan lobi politik bersama calon dari Golkar, jelasnya.

Sementara, juru bicara Dr. H. Irianto Lambrie, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, menyampaikan, sudah mendaftar di parpol yang membuka penjaringan balon. Jumlahnya, ada delapan parpol yakni, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, Partai Perindo, PAN, Partai Gerindra dan Partai Golkar. Sementara, untuk PKS saat ini tinggal proses pengembalian formulir, ungkapnya. 

Selanjutnya, pihaknya akan mendaftar di ada 2 parpol yakni yakni PKB dan Partai Hanura. Dan pihaknya memastikan akan mendaftarkan ke semua parpol. Dua parpol yang belum buka pendaftaran. Semua parpol kami akan daftarkan, ujarnya. 

 

TARGET PERTAHANKAN PARTISIPAN

Berkaca pada pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan April lalu, jumlah partisipan di Kaltara lebih dari target Komisi Pemilihan Umum (KPU). Melalui hal tersebut, KPU Kaltara akan melakukan pengkajian pada hari H pelaksanaan pemilu 2020 mendatang, untuk mempertahankan tingkat partisipan.

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengatakan koordinasi KPU tingkat kabupaten/kota agar proses sosalisasi pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan baik. Atas pengalaman yang ada, KPU memberikan target kepada seluruh daerah dalam rangka peningkatan partisipasi.

Harapan kami justru minimal harus bisa ditingkatkan, katanya.

Nah, memasuki tahapan awal Pilgub Kaltara ini, pihaknya berharap agar selain pelaksanaan sosialisasi formal, KPU pun dapat melaksanakan sosialisasi secara informal. Dengan kondisi saat ini, KPU akan memanfaatkan media sosial dalam pelaksanaan  sosialisasi, termasuk mengajak masyarakat secara luas dalam menangkal isu hoaks yang dapat mengganggu tahapan pemilu.

Kami akan melakukan diskusi lagi dengan teman-teman, mungkin saja ada pola sosialisasi tertentu yang berhasil, itu akan kami adopsi. Yang paling penting, setiap daerah punya kearifan lokal, ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan partisipasi pemilu, ujarnya.

Pekerjaan sosialisasi ini bukan hanya tugas KPU, tapi kami akan melibatkan banyak pihak. Contohnya kami punya relawan demokrasi yang terdiri dari berbagai segmen seperti pelajar, mahasiswa dan sebagainya, jelasnya.

Dalam keputusan KPU RI, pemilu serentak 2020, jatuh pada Rabu 23 September 2020. Melalui hal tersebut, Suryanata menyatakan bahwa KPU RI dalam memutuskan hari dan tanggal telah mempertimbangkan banyak hal. Sebab itu, melalui kesempatan tersebut, KPU memanfaatkan untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat secara luas.

Di Kaltara, selain Pemilihan Gubernur, ada 4 kabupaten yang juga melaksanakan pemilihan serentak. Dengan lebih awalnya kami menyosialisasikan ini, kami bisa meningkatkan partisipasi pemilih. Kami juga akan menggali, apakah di tanggal tersebut berpotensi mengurangi jumlah partisipasi pemilih, bebernya.

Pasca Pemilu 2019 lalu, KPU Kaltara telah berkonsolidasi internal, yakni menyiapkan usulan kepada pemerintah dalam rangka persiapan anggaran KPU 2020. KPU telah menandatangani NPHD di Kaltara.

“Insyaallah. Secara teknis kami sudah siap. Mohon doanya kepada seluruh masyarakat agar pelaksanaan ini bisa berjalan sukses, lancar dan mempertahankan tingkat partisipasinya, tuturnya.

Khusus tahapan perseorangan, pada 25 Oktober lalu merupakan jadwal penetapan dukungan perseorangan. KPU Kaltara telah menetapkan jumlah dukungan minimal perseorangan sebenyak 54.011 pemilih dukungan sah.

Jadi yang akan maju di jalur perseorangan harus mengumpulkan lebih dari jumlah tersebut, karena akan kami verifikasi lagi, karena takut akan double dengan calon lain, jelasnya

Angka 54.011 pemilih, didasarkan oleh 10 persen jumah daftar pemiih tetap (DPT) terakhir Kaimantan Utara. Nah, pada pemilu terakhir, jumlah DPT Kaltara mencapai 540.108 pemilih. Melalui hal tersebut, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi terkait langkah apa yang harus dilalui.

Ada aplikasi yang harus diisi calon. Artinya dia (calon independen) harus punya operator khusus untuk menginput dukungan itu, ini penting untuk memudahkan kami dan calon peserta agar lebih awal mengetahui bahwa jumlah dukungannya ganda atau tidak, sehingga dukungannya bisa lebih awal, katanya.

Suryanata menyatakan bahwa hingga kini beberapa pihak telah berkomunikasi langsung mengenai jalur perseorangan, namun tidak menyebutkan siapa nama calon tersebut. Kita lihat saja nanti, apakah yang berkonsultasi bersama kami ini serius atau tidak. Mengajukan dukungannya itu mulai Desember 2019 ini, jadi harus persiapkan dukungan mulai sekarang, imbuhnya. (akz/shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 12:18

63 Rambu Peringatan Bencana Segera Dipasang

TARAKAN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan akan…

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang, Alat Tangkap Nelayan Ditabrak Ponton Batubara

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…

Senin, 18 November 2019 17:56

Malaysia Sokong Kegiatan Wonderful Indonesia

TAWAU – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia kian erat.…

Senin, 18 November 2019 17:54

Monitoring Akan Dilakukan dengan Kartu

TARAKAN - Monitoring yang dilakukan Tim Pengendalian Terpadu Pemprov Kaltara,…

Sabtu, 16 November 2019 14:52

Sport Center Terancam Mangkrak Lagi

TARAKAN – Lanjutan pembangunan Sport Center di Kampung Empat, Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*