MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 02 November 2019 11:04
Soroti Alur Kesehatan yang Harusnya Dipersingkat

Ketika Anggota DPD RI Fernando Sinaga ke Gedung Silver

PROKAL.CO, Menjadi salah satu wakil Kalimantan Utara (Kaltara) di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Fernando Sinaga, S.Th, punya tugas baru. Ia  ingin fokus dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang kerap kali dikeluhkan masyarakat bawah.

 

YEDIDAH PAKONDO

 

SIAPA tak kenal sosok Fernando Sinaga? Ya, pria berdarah Batak ini merupakan salah satu anggota DPD RI yang dipercaya masyarakat Kaltara duduk di Senayan. Fernando Sinaga terjun dalam dunia politik dengan maksud membawa kawasan perbatasan agar terus maju dan berkembang, tak tertinggal dari daerah maju lainnya di Indonesia.

“DPD RI ini memiliki fungsi pengawasan, baik itu pengawasan dana pusat dan daerah, serta pengawasan dalam pembangunan daerah dan legislasi daerah. Yang terbaru ialah masalah perda yang sekarang diberi kewenangan UU untuk mengawasi perda di daerah. Mana yang dianggap kurang menguntungkan masyarakat, itu yang perlu kami pangkas,” ucap pejabat DPD RI yang baru dilantik pada 1 Oktober 2019 lalu ini.

Terkait kesehatan masyarakat Kaltara, dijelaskan Fernando bahwa UU tentang perlindungan pasien sebelumnya telah dimasukkan ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2019.

“UU itu sudah digodok oleh DPD yang dulu tapi belum disahkan di DPR sampai saat ini. Makanya kami mengajukan lagi. Kemarin saya memilih UU perlindungan pasien, karena itu saya anggap perlu,” ungkap pria yang meraih 22.211 suara di Kaltara ini.

Bagi Fernando, UU perlindungan pasien sangat tepat bagi masyarakat yang sakit sehingga tidak memiliki kekhawatiran ditelantarkan oleh pihak rumah sakit. Sebab itu, pemerintah harus menjamin masyarakat akan kesejahteraannya.

Di masa kini, kawasan perbatasan banyak memiliki keluhan terkait pelayanan rumah sakit. Prosedur yang panjang harus dilalui pasien di rumah sakit. Menurut Fernando justru akan membuat pasien menjadi tambah sakit karena waktu dan antrean yang panjang.

“Kenapa pihak rumah sakit tidak melakukan penanganan yang singkat dan cepat? Kalau sekarang sudah ambil nomor antrean, terus masuk ke dokter antre lagi, setelah itu tebus lagi ke apotek. Ini jelas memperlambat. Kapan seperti ini terus? Jangan mempersulit pasien dong,” ucap sarjana STT Betel Banjar Baru ini.

Dalam pelayanan BPJS Kesehatan pun mendapat sorotan dari Fernando. Apalagi dengan iuran BPJS yang dinaikkan sebesar 100 persen dengan alasan menjamin mutu pelayanan kesehatan. Secara pribadi, Fernando berencana untuk melakukan pengawasan langsung ke Kaltara berkaitan dengan BPJS Kesehatan ini. Sebab itu, DPD RI ingin membuat tim khusus yang dapat mengawas penggunaan BPJS.

Sebab itu, dalam hal ini pembenahan terhadap pelayanan kesehatan BPJS perlu dilakukan. Dengan naiknya iuran BPJS, Fernando mengharapkan agar setiap pemerintah daerah dapat selektif terhadap masyarakat yang mendapatkan bantuan PBI. Sebab di Kaltara masih terdapat masyarakat yang tidak mampu membayar iuran BPJS.

“Perlu bagi kepala desa, RT, RW untuk melakukan pendataan selektif. Susahnya di Kaltara ini banyak orang kaya yang merasa miskin, ada sebagian tradisi masyarakat Kaltara itu pura-pura miskin. Jangan punya sikap seperti itu. Jadi harus selektif pengawasannya,” ujarnya. (***/lim)


BACA JUGA

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…

Rabu, 12 Februari 2020 15:19

Penyewa Rumah Asal Api Dicari Polisi

TARAKAN - Penyebab kebakaran di Jalan Pinus RT 13, Kelurahan…

Senin, 10 Februari 2020 15:06

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Masa Golden Age

Pemberian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ketika anak memasuki masa…

Senin, 10 Februari 2020 15:02

Honorer Siap-Siap Menganggur

TAK ada lagi istilah honorer, tenaga kontrak, atau outsourcing di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers