MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

ADV

Kamis, 31 Oktober 2019 20:47
Atraksi Budaya Gunting Abuk Masak Indong Dilestarikan
BUDAYA NENEK MOYANG: Tampak pelaksanaan atraksi budaya gunting abuk masak indong dilaksanakan dalam rangkaian Imbaya Ulun Tidung 2019 di Baloy Adat Tidung Desa Wisata Serindit Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara, Selasa (29/10). FOTO: IST

PROKAL.CO, MALINAU — Berbagai macam atraksi adat dan budaya terus ditampilkan di Imbaya Ulun Tidung Tahun 2019. Selasa (29/10), dilaksanakan dua atraksi adat yang menjadi satu bagian di Baloy Adat Tidung Desa Wisata Serindit Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara.

“Sesuai jadwal, kita menggelar atraksi budaya gunting abuk atau potong rambut dan masak indong atau naik ayun,” ujar Ketua Umum Lembaga Adat Besar Tidung (LABT) Kabupaten Malinau Drs. H. Edy Marwan, M.Si, Selasa (29/10) di lokasi acara. 

Sebagai Ketua Umum LABT, dirinya bersyukur antusias warga Tidung untuk mengahadiri atraksi adat dan budaya sebagai bentuk pelestarian tersebut cukup luar biasa, sehingga kegiatan budaya yang memang pihaknya telah susun secara apik itu dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan. 

H. Edy Marwan menjelaskan, gunting abuk sebagaimana lazimnya adalah sesuatu yang memang sudah dikembangkan oleh masyarakat Tidung secara keseluruhan. Untuk itu, ia pun menegaskan bahwa semua adat istiadat yang tidak bertentangan dengan nilai agama, maka itu wajib untuk pihaknya pertahankan dan apabila bertentangan dengan nilai-nilai agama maka mutlak untuk dipertimbangkan untuk dipelajari dan secara perlahan ditinggalkan. 

“Terkait dengan gunting abuk tadi tentunya didahuli dengan pujian-pujian kepada Rasulullah melalui berdirinya dua buah kembang malay. Ini menandakan bahwa ada kekuatan tersendiri yang tersirat dan tersurat sehingga kegiatan itu dapat terlaksana dengan harapan ketika kita mengalunkan salawat-salawat Nabi,” ungkapnya.

Salawat Nabi itu, jelasnya, akan membekas baik pada yang melantunkannya maupun tempat yang melantunkannya, termasuk kepada yang memberikan hajatan khusus, terutama kepada bayi yang melakukan gunting abuk dan masak indong.

Saat menggunting abuk, lanjutnya, ada 7 orang tokoh secara bergiliran dimulai dengan timug pensalui (air pendingin) dengan harapan bagaimana dinginnya air yang dituangkan dalam sebuah bejana, yaitu sebuah kelapa, diharapkan begitulah dinginnya bayi tersebut sampai dia dewasa nanti. Dingin dalam rangka mengarungi bahtera kehidupan, baik pada saat dia usia anak, remaja, dewasa dan kelak mengaruhi bahtera kehidupan.

“Kemudian yang kedua, dia dihamburi beras kuning dengan diiringi dengan salawat. Insya Allah bagaimana cahayanya beras kuning itu, itulah yang mencahayakan dirinya, hatinya ketika berdampingan dengan masyarakat secara keseluruhan. Itulah tanda cahaya yang muncul dari beras kuning yang dihambur tadi itu. Nah sehingga tidak salah ketika kita menampilkan budaya Tidung adalah cahaya kedamaian bagi masyarakat Kaltara pada umumnya, masyarakat Tidung pada khususnya,” katanya. 

Kemudian setelah itu, lanjutnya lagi menjelaskan, dilanjutkan dengan masak indong. Seperti gunting abuk, bergantian juga dilakukan oleh para tokoh, baik tokoh pria maupun tokoh wanita. Hal itu menurutnya mempunyai makna bahwa kehidupan manusia itu silih berganti, seperti roda berputar, seperti dunia berputar, kadang kala di bawah, kadang kala di atas. 

“Nah yang kita harapkan bagaimana ketika kita sudah dewasa, kita mampu hidup di bawah dan bisa hidup di atas. Kita bisa menerima bagaimana kondisi keadaan kita hidup di dunia nanti, karena Rasulullah mengatakan ada tiga hal yang perlu untuk kita perhatikan, yang pertama kalau kita ingin berbahagia di dunia, harus kita punya konsep ilmu, kalau kita ingin berbahagia di akhirat juga harus punya konsep ilmu dan kalau kita ingin berbahagia di dunia dan akhirat juga harus punya konsep ilmu,” tegasnya.

“Nah inilah yang kita harapkan kepada anak kita nantinya dia mampu hidup di dunia, mampu hidup di akhirat dan mampu hidup dengan keduanya dengan penuh kebahagian tentunya dengan tetap belajar, belajar dan belajar sampai kapanpun,” pungkasnya. (adv)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 29 Maret 2020 21:12

Tri Mandiri Selaras Daihatsu Tarakan

TARAKAN - Pada pekan lalu, tepatnya Sabtu (21/3), Customers dari…

Selasa, 24 Maret 2020 16:20

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bank Mantap Ubah Jam Layanan

    JAKARTA - Mandiri Taspen (Mantap) dalam mencegah penyebaran…

Rabu, 18 Maret 2020 20:54

BPJamsostek Jamin Pekerja Work From Home Imbas Pandemik Covid-19

JAKARTA - Peningkatan jumlah penderita Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir…

Senin, 16 Maret 2020 22:37

BI Gelar Pekan Qris Nasional

TARAKAN - Bank Indonesia terus aktif menyosialisasikan tujuan hingga manfaat…

Senin, 16 Maret 2020 11:09

Lakukan Kunjungan Kerja ke Konsulat RI Tawau, Malaysia

TAWAU - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK…

Minggu, 15 Maret 2020 22:22

PLN Kenalkan Motor Listrik

TARAKAN - Suasana Car Free Day (CFD) di area Taman…

Kamis, 12 Maret 2020 12:32

Busrah Mustafa Siap Melayani Masyarakat Tana Tidung

TANA TIDUNG - Dengan keinginan kuat dapat membantu masyarakat di…

Selasa, 10 Maret 2020 13:57

Sosialisasikan Peningkatan Manfaat Program ke Seluruh Perusahaan Binaan

NUNUKAN - Perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015…

Jumat, 06 Maret 2020 20:55

Bawaslu Bulungan Sosialisasi Pengawasan Pilkada 2020

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulungan…

Rabu, 04 Maret 2020 22:09

Sosialisasikan PP Nomor 82 Tahun 2019 ke Seluruh OPD dan Peserta

TANJUNG SELOR - Untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan peserta jaminan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers