MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 31 Oktober 2019 10:43
Diyakini Mampu Tingkatkan Ekspor, Program Diturunkan dari Kementan RI

Melihat BUN 500 yang Menjadi Penyangga Pangan di IKN Baru

PENYANGGA PANGAN: BUN 500 yang merupakan program Kementan RI ditargetkan menjadi alternatif penyangga pangan di IKN baru. Tampak, hasil perkebunan di Kabupaten Malinau yang dipamerkan dalam acara pekan daerah KTNA II 2019 di Lapangan Agatish, Tanjung Selor.

PROKAL.CO, Ditetapkannya sebagai daerah penyangga pangan di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diproyeksikan bakal mendapat ‘kado’ program dari Kementerian Pertanian (Kementan) secara langsung. Yakni, Benih Unggul Nasional (BUN) 500. Lalu seperti apa program tersebut. Berikut ulasannya.

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

SEBAGAIMANA diketahui sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai IKN baru. Dan, rincinya tiga kabupaten di Provinsi Kaltara, meliputi Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan masuk ke dalam 12 kabupaten penyangga pangan IKN baru.

Alhasil, saat ini pun kesiapan strategi pengembangan kawasan penyangga mandiri pangan mulai digalakkan. Tak lain, hal itu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di IKN tersebut. Baik melalui sistem kluster tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan ataupun pada sistem lainnya yang dianggap dapat sebagai penunjangnya.

Dan ‘kado’ program dari BUN 500 pun yang secara langsung dari Kementan dianggap menjadi sebuah solusi daerah ini yang ditetapkan menjadi penyangga pangan. Pasalnya, dari program itu, muaranya pada pemberian bibit unggul sebesar 500 juta batang dalam kurun lima tahun ke depan. Yang mana, nantinya sekalipun diproyeksikan mampu menumbuhkan ekspansi sektor perkebunan yang jauh lebih baik.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara mengaku optimistis bahwa BUN 500 itu dapat berjalan dengan baik di provinsi termuda di Indonesia ini. Meski, tak ditampik bahwa sampai ini salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara itu masih menyiapkan lahan yang dijadikan pusat pembenihan komoditas tersebut.

“Tapi, di sini saya memastikan BUN 500 itu akan terus ditindaklanjuti dari pusat dan diprogramkan ke daerah ini,” ungkap Andi Santiaji, Kepala DKPK Kaltara kepada Radar Kaltara.

Meski, lanjutnya, dengan bergantinya jabatan kementerian yang ada, yakni dari Menteri Pertanian sebelumnya Andi Amran Sulaiman ke Yasin Limpo yang saat ini menjadi Menteri Pertanian yang baru era Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pihaknya tetap optimistis dari program BUN 500 tersebut. “Mengapa saya menyatakan itu? Ya, karena memang program BUM 500 itu merupakan hasil dari keputusan kementerian sebelumnya. Artinya, yang saat ini pun tinggal bagaimana melanjutkan programnya,” katanya.

“Dan memang terlihat juga dari Menteri Pertanian sebelumnya Andi Amran Sulaiman jauh hari sudah menetapkan akan pondasi BUN 500 itu,” timpalnya.

Lebih lanjut, menurutnya mengenai adanya pergantian posisi jabatan di Kementerian Pertanian. Maka, itu pun akan menambah semakin kencangnya program–program yang ada. Khususnya, program yang berkaitan dengan menopangnya pangan di IKN baru. “Menteri baru ini pun saya yakini akan kencang lagi larinya. Terutama di Kaltara ini sebagai menopang IKN nantinya,” ucapnya.

Ditambahkannya juga, di Malinau sendiri misalnya, pihaknya menargetkan bahwa di tahun 2020 mendatang program ini sudah dapat dimulai. Sehingga BUN 500 yang memiliki prioritas utama dalam menghidupkan rempah-rempah di Indonesia dapat terwujudkan. “Apalagi kita di sini pertimbangannya merupakan wilayah pinggiran. Maka, itu sudah menjadi kunci dalam menjalankankan BUB 500,” ujarnya.

Hanya, lebih jauh ditambahkannya, mengenai BUN 500 itu berdasarkan maksud dan tujuan kementerian yang ada. Yaitu bagaimana ke depannya dapat menggenjot capaian ekspor dari sektor pertanian. Karena memang sejauh ini kontribusi ekspor sektor pertanian banyak didominasi dari komoditas perkebunan. “Untuk itulah mengapa pusat memberi bibit unggul kepada petani sebesar 500 juta batang (BUN 500) dalam lima tahun ke depan. Ya, karena nanti capaiannya ke arah sana,” jelasnya.

“Disamping itu juga akan ada kolerasinya terhadap pendapatan petani. Sehingga dalam kurun waktu lima tahun ke depan, kesejahteraan petani sekaligus dapat terwujudkan,” sambungnya.

Akan tetapi, dikatakannya kembali, dalam mewujudkan itu semua, Kementan tetap melihat akan melakukan identifikasi terhadap sejumlah komoditas ekspor perkebunan yang diminati pasar global. Dan sejauh ini bibit unggul pilihan yang diprioritaskan mulai dari kopi, lada, cengkeh, pala, kakao, karet, kelapa dalam, tebu, teh, dan jambu mete.

“Pemberian bibit unggul ditentukan berdasarkan keunggulan komparatif di suatu wilayah. Keunggulan komparatif tersebut meliputi iklim pertanian, struktur tanah, topografi, serta budaya masyarakat setempat. Tujuannya, agar adanya suatu penyesuaian bibit dengan wilayah setempat. Dan sekaligus memudahkan petani berproduksi karena sudah familiar dengan komoditas yang dibudidayakannya,” bebernya.(***/fly)


BACA JUGA

Kamis, 27 Februari 2020 14:15

Kantor DPRD Disegel Mahasiswa

TANJUNG SELOR – Aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Kaltara…

Kamis, 27 Februari 2020 13:59

Lebih Murah, Udang Vaname Jadi Pilihan

TANJUNG SELOR – Kehadiran udang vaname disebut-sebut sebagai penyebab terjadi…

Kamis, 27 Februari 2020 13:50

Australia Tertarik Investasi di PLTA dan KIPI

TANJUNG SELOR - Sekretaris II Bidang Ekonomi, Perdagangan dan Investasi…

Rabu, 26 Februari 2020 10:34

Memperkecil Angka Kecelakan dengan Road Safety

TANJUNG SELOR - Keselamatan berkendara atau road safety menjadi salah…

Senin, 24 Februari 2020 15:49

Udin-Yansen Siap-Siap Deklarasi

DR. Yansen TP, M.Si, bupati Malinau yang tengah menjabat periode…

Senin, 24 Februari 2020 15:22

Puluhan Blank Spot Akan Tersentuh Internet

TANJUNG SELOR – Sebanyak 24 blank spot atau tidak ada…

Senin, 24 Februari 2020 15:08

Zona Merah, BMKG Bilang Kaltara Rawan Karhutla

TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Senin, 24 Februari 2020 15:02

Pemprov Godok Rapergub LP2B

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggodok…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:11

Tidak Sinkron, Syarat Dukungan Dikembalikan

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan mengembalikan syarat…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:10

Gangguan di PLTMG, Listrik Biarpet

TANJUNG SELOR – Pelayanan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers