MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 30 Oktober 2019 15:57
Jualan di Pasar yang Sepi Pembeli
SEPI: Kondisi pasar ikan yang sepi membuat pedagang mengeluhkan dagangan ikan sering tak laku karena banyaknya pedagang ikan yang berada di luar pasar, Selasa (29/10).

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Pedagang ikan di Pasar Imbayud Taka mengeluhkan dagangan ikanya tidak laku akibat banyaknya pedagang ikan yang berada di luar pasar. Hal itu membuat warga enggan berbelanja ikan di pedagang yang berada dalam pasar.

Rini pedagang ikan di Pasar Imbayud Taka mengeluhkan kondisi itu, sudah hampir berbulan-bulan mengalami kerugian akibat tidak adanya pembeli yang membeli ikan.  "Banyaknya penjual ikan yang berada di luar membuat dagangan ikan kami sudah tidak laris lagi. Setiap hari kami selalu membuang ikan yang sudah tidak bagus lagi akibat tidak adanya pembeli. Kalau sekarang dagangan kami merosot drastis. Apalagi ikan ini hanya bertahan tiga hari kalau sudah tidak laku terpaksa harus dibuang sampai berpuluh kilo," keluh Rini kepada Radar Tarakan.

Menurut Rini,harusnya pihak terkait memberikan teguran kepada pedagang yang berada di luar untuk masuk ke dalam pasar. Jika keadaannya seperti ini terus tentu ini akan berdampak buruk bagi pedagang yang berada di dalam pasar.

"Sekarang pedagang ikan yang di luar selain menjual di pinggiran jalan, juga ada yang menggunakan mobil dan ini membuat warga enggan pergi kepasar lagi. Jadi kami minta kepada pihak terkait harus menindak hal ini agar pemerataan antar penjual bisa sama. Kalau begini terus kasian kami yang berdagang di dalam pasar jadi rugi terus. Coba lihat karena tidak ada pembeli ikan kami saja sampai dimakan kucing," katanya.

Pedagang lainya Jack juga mengeluhkan hal yang sama. Sepinya pembeli membuat ikan yang ia jual harus diberikan kepada orang akibat banyaknya penjual ikan yang berada di luar. "Kalau dulu, biasanya kami mendatangkan ikan sebanyak 100 kilo dan rata-rata pendapatan dalam sehari bisa sampai Rp 2-3 juta. Tapi sekarang 500 ratus ribu aja susah," jelas Jack.

Ia mengakui sudah pernah membicarakan hal ini kepada pihak Disperindagkop namun mendapat jawaban menunggu arahan bupati untuk semua itu. "Saya sudah pernah ke Disperindagkop untuk membicarkan maslah ini, tapi katanya harus menunggu tanda tangan bupati. Tapi sampai sekarang belum ada juga realisasinya kami meminta harus merespons keluhan kami ini jangan cuma diam," ujarnya.

Terpisah Sekretaris Disperindagkop Ibrahim mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan tersebut. Pihaknya juga akan menidak lanjuti permasalahan ini. "Pedagang yang berada di luar itu nanti akan kita suruh masuk ke dalam pasar. Tapi berhubung pasar saat ini sedang dalam rehap maka setelah pasar itu sudah jadi maka seluruh pedagang ikan dan lainya akan kita suruh masuk ke dalam pasar biar tidak ada lagi yang merasa tidak adil," ungkap Ibrahim.

Pihaknya juga sudah mengetahui banyaknya pedagang yang berdagang di luar pasar, namun pihaknya akan menindak itu semua dengan cara memindahkan mereka ke dalam pasar. Agar para pedagang ikan khususnya tidak merasa tersaingi. "Memamg sudah lama kami ingin memindahkan para pedagang ikan yang berada di luar pasar, tapi berhubung pasar sekarang masih dalam rehap makanya itu kami hanya mendata saja dulu, setelah selesai nanti baru kita akan pindahkan mereka semua ke dalam pasar. Kami minta para pedagang saat ini bersabar,"katanya. (*/rko/udn)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*