MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 30 Oktober 2019 14:43
Daftar CPNS, Tak Ada Bantuan Kelulusan

Ombudsman Buka Pengaduan

Teks Foto: Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, saat ditemui Radar Tarakan, Selasa (29/10)./YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu pemerintah daerah di Indonesia yang dipastikan menerima formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019. Merujuk pada prosesnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara belum dapat memastikan apa saja persyaratan yang harus dilengkapi para calon pelamar untuk bisa mengikuti seleksi calon abdi negara guna mengisi 300 formasi yang ada.

“Persyaratannya belum ada. Jadi kami masih tunggu permenpan (peraturan menteri),” ujar Kepala BKD Kaltara Burhanuddin saat ditemui Radar Tarakan di Tanjung Selor, Selasa (29/10).

Tapi, berdasarkan informasi yang diterima, peraturan menteri itu akan diterbitkan secepatnya oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo. Tentunya sebelum pendaftaran dibuka, permenpan itu pasti sudah terbit, karena persyaratan untuk mendaftar akan ditetapkan di dalam aturan tersebut.

Persyaratan yang harus dilengkapi, pasti tidak akan jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Jadi, para sarjana yang ingin mengikuti seleksi diminta untuk mempersiapkan persyaratan dasar seperti foto kopi ijazah yang dilegalisir dan sejumlah persyaratan lainnya.

“Itu sama saja dengan yang tahun-tahun sebelumnya, paling nanti hanya ada beberapa perubahan. Dan itu belum bisa kami sampaikan karena belum terbit permenpan-nya,” kata Burhanuddin.

Disebutkannya, berdasarkan pengumuman resmi dari Kemenpan-RB, pendaftaran direncanakan akan dimulai pada 11 November 2019 secara online melalui SSCASN Badan Kepegawaian Negara. “Tapi ini baru direncanakan. Artinya bisa saja itu masih tentatif,” sebutnya.

Dalam ketentuannya lagi, pelamar hanya boleh mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga atau pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Sementara seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan computer assisted test (CAT). “Untuk SKD direncanakan mulai Februari 2020 dan SKB (seleksi kompetensi bidang) di Maret 2020,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan, berdasarkan penegasan dari Kemenpan-RB bahwa tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan. Oleh karena itu, calon pelamar harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya penipuan.

Sementara untuk perintah Gubernur Dr. H. Irianto Lambrie untuk bersurat ke Kemenpan-RB guna meminta penurunan syarat minimal standar IPK dari 2,75 menjadi 2,5 untuk warga Kaltara, baik itu yang lulusan perguruan tinggi di Kaltara maupun di luar Kaltara.

“Insyaallah usulan itu akan dikabulkan sama seperti yang kami usulkan sebelumnya juga begitu. Karena ini melihat kondisi Kaltara, terutama anak-anak yang di daerah yang memang sudah waktunya untuk diperhatikan,” sebutnya.

Pastinya, untuk kejelasan domisili, tentu juga akan menjadi atensi dari Pemprov Kaltara. Sementara anggaran yang digunakan, setiap tahun sudah disiapkan dan dapat dipastikan aman hingga selesainya rekrutmen CPNS. “Kami tidak sebut angka. Tapi, yang pastinya itu tersedia dan cukup,” ujarnya.

 

TANA TIDUNG 194 FORMASI

Pemda lainnya yang menerima kuota CPNS tahun ini adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung. Kepala BKD Tana Tidung Iwanto menyebutkan, tes CPNS tahun 2019 masih sama dengan model CAT sebelumnya dan berlangsung transparan. Seluruh hasil terdapat langsung dilihat dan ditayangkan secara langsung dan tidak mungkin ada yang manipulasi nilai. “Semua langsung di bawah BKN, dan sekarang ini semua bersifat  online dan teliti serta tidak pakai berkas lagi,” jelasnya.

Ia menyatakan saat ini pemerintah mencari sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

Adapun saat ini jumlah PNS Pemkab Tana Tidung mencapai 1.452 orang. Tiap tahun ada sekitar ratusan PNS pensiun dan sebagian besar guru. “Kami menginginkan agar putra daerah yang lulus dan menjadi PNS di kampung sendiri. Untuk itu mulai dari sekarang harus belajar dengan tekun agar bisa lulus passing grade nantinya,” ujarnya singkat.

Selain itu, panitia juga bakal mengecek kompetensi peserta sesuai bidangnya. Sarannya, para pendaftar penerimaan CPNS belajar semaksimal mungkin.

Kasubbid Pengadaan dan Kinerja Pegawai pada BKD Tana Tidung Munawir mengatakan, informasi yang sudah diketahui mengenai formasi yang turun dibanding 2018 lalu. Alokasi formasi dari Kemenpan-RB sebanyak 194 formasi.

“Sejak seminggu lalu kami BKD telah menerima surat dari Kemenpan-RB yang isinya memang terkait formasi CPNS. Namun sekarang kami belum bisa membuka surat tersebut karena memang ditujukan kepada Pak Bupati H.Undunsyah selaku kepala daerah untuk membuka surat tersebut,” kata Nawir saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Ia mengakui, formasi tersebut memang benar dan langsung diumumkan oleh Kemenpan-RB. “Iya nanti kami juga akan umumkan secara terbuka kepada masyarakat agar masyarakat tahu kalau formasi CPNS sudah ada,” jelasnya.

 

BERBASIS PASSING GRADE

Calon pelamar CPNS baru 2019 sebaiknya mulai mempersiapkan diri. Sebab panitia memutuskan tetap menggunakan acuan nilai ambang batas atau passing grade. Pengalaman tahun lalu, sangat sedikit pelamar yang berhasil lolos nilai ambang batas.

Proses rekrutmen CPNS baru terdiri dari beberapa tahap. Pertama adalah seleksi administrasi atau berkas. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD). Selanjutnya pelamar yang dinyatakan lolos SKD, melaju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB). Baru kemudian dinyatakan lolos sebagai CPNS.

Nah pelamar CPNS yang dinyatakan lolos SKD dan melaju ke tahap SKB, harus berhasil mengejar passing grade. Perincian passing grade tahun lalu adalah untuk materi ujian tes wawasan kebangsaan (TWK) sebesar 75 poin. Kemudian untuk tes intelejensia umum (TIU) 80 poin dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143 poin.

Tahun lalu pelamar yang berhasil lolos passing grade sedikit. Jauh di bawah kuota CPNS baru. Sehingga proses penentuan lulus SKD dimodifikasi.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan tahun ini sistem passing grade tetap diberlakukan. Hanya ketentuan teknis dan besaran passing grade-nya belum ditetapkan. Dia menegaskan ketentuan passing grade tes CPNS 2018 hanya berlaku tahun lalu.

Dia berharap dengan adanya informasi bahwa panitia tetap menggunakan sistem tersebut, calon pelamar bisa mempersiapkan diri. Khususnya pelamar yang tahun lalu sudah mencoba daftar CPNS dan nilainya tidak sampai. Misalnya dengan belajar soal-soal ujian atau materi lainnya.

Ridwan juga mengingatkan calon pelamar harus mengetahui dengan detail informasi serta persyaratan formasi yang akan dilamar. Sebab bisa jadi ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. “Pastikan bahwa kita bisa memenuhi persyaratan yang diminta,” katanya.

Terkait dengan ketentuan kelengkapan dokumen yang harus diunggah secara online, Ridwan berharap pelamar harus teliti. Harus benar-benar dipastikan bahwa seluruh dokumen yang diminta telah berhasil diunggah. Ketika ketentuannya harus mengunggah dokumen asli, maka harus dokumen asli yang diunggah. Bukan fotokopian.

Ridwan menuturkan tidak menutupkemungkinan ada hambatan akses terhadap website pendaftaran CPNS baru. Sebab jumlah pelamarnya sangat banyak. Tahun lalu juga pendaftar CPNS baru mencapai 4 juta pelamar lebih. “Perlu mencari waktu-waktu yang sekiranya aksesnya tidak ramai,” tuturnya. Misalnya bagi yang tidak melakukan salat Jumat, bisa mencoba saat jam salat Jumat. Atau akses dini hari cenderung lebih sepi dibandingkan pagi atau siang hari.

Dia juga mengingatkan supaya masyarakat hati-hati mencari informasi. Sebaiknya informasi yang jadi acuan adalah dari website masing-masing instansi. Dia meminta masyarakat tidak cepat mempercayai informasi yang tersebar di media sosial. Sebab menurut Ridwan di media sosial banyak informasi hoaks terkait pendaftaran CPNS baru 2019.

Mantan Wakil Menteri PAN-RB Eko Prasojo menyambut baik penggunaan passing grade dalam seleksi CPNS baru 2019. Terkait adanya potensi kelulusan yang sedikit, menurutnya itu wajar. Dengan kondisi seperti itu, rekrutmen CPNS bisa dilakukan dalam beberapa tahap sampai kebutuhan terpenuhi. Dengan tanpa mengabaikan ketentuan nilai ambang batas.

“Sebenarnya kalau mau merekrut best of the best, memang menggunakan passing grade,” katanya. Guru besar Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan kualitas rekrutmen pegawai di birokrasi sebaiknya memang harus di atas instansi swasta. Sebab birokrat mengurusi pelayanan publik, terkait kebijakan negara, dan bersifat jangka panjang.

Eko mengatakan di sejumlah negara maju, seperti di Korea Selatan atau Singapura, yang masuk sebagai PNS memang harus terbaik. Dia menuturkan sistem passing grade pada awal-awal memang bisa menghadapi masalah. Di antaranya adalah sedikitnya jumlah pelamar yang lolos.

Namun dia mengatakan sedikitnya pelamar yang lolos itu bisa jadi karena sosialisasi yang rendah. “Lulusan perguruan tinggi itu pintar-pintar,” katanya. Eko berharap menjelang pendaftaran CPNS seperti saat ini, kementerian, lembaga, atau pemda bisa turun gunung sosialisasi ke perguruan tinggai yang terbaik.

Melalui cara seperti itu, mahasiswa atau calon lulusan bisa mendapatkan informasi yang utuh terkait lowongan CPNS baru. Termasuk soal jenjang karir sebagai PNS. Sehingga para mahasiswa terbaik bisa berminat menjadi CPNS.

Eko mengatakan pemerintah harus komitmen merekrut CPNS dengan standar tinggi. Sehingga bisa muncul kesan bahwa PNS itu adalah komunitas birokrat yang handal. “PNS bisa menjadi komunitas elite. Yaitu komuntias yang berkualitas tinggi,” jelasnya. Kesan bahwa PNS adalah komunitas pekerja yang berkualitas atau best of the best harus terus ditumbuhkan melalui sistem seleksi yang baik.

 

TAK KEBAGIAN KARENA ANJAB

Lagi-lagi Kota Tarakan tak kebagian kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal itu terungkap melalui surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor B/1069/M.SM.01.00/2019 terkait informasi penerimaan CPNS di lingkungan pusat dan daerah.

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes mengatakan salah satu pertimbangan rekrutmen CPNS dari analisis jabatan (anjab). Sementara pihaknya baru menyelesaikan analisis jabatan (anjab) tersebut. Pada November 2019 ini pihaknya baru akan menyerahkan hasil anjab itu ke Badan Kepegawain Negara (BKN). “Sudah selesai (anjab). Tapi kami belum lihat hasilnya, ini akan dirapatkan dan didiskusikan lagi,” ungkap pria yang akrab disapa dokter ini.

Berdasarkan anjab tersebut, Kota Tarakan baru dapat melakukan rekrutmen di tahun-tahun mendatang. Kota Tarakan saat ini memiliki sekira 3.230-an pegawai negeri sipil (PNS). Belum lagi yang masih berstatus tenaga kontrak. Sebab itu, dikatakan Khairul, jumlah tenaga kontrak berpengaruh pada perhitungan anjab. “Makanya sekarang banyak dibantu oleh tenaga-tenaga kontrak itu,” ucapnya.

Menurut Khairul, anjab menyajikan data perhitungan mengenai kebutuhan PNS di Kota Tarakan. Jika di dalamnya terdapat kekurangan, maka selanjutnya diusulkan ke BKN. “Berdasarkan kekurangan itu, antara fakta dan kebutuhan itu yang akan diusulkan untuk diterima CPNS. Tapi kalau kami minta 20, belum tentu 20 yang dikasih, bisa jadi separuhnya,” tutupnya.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Kalimantan Utara Ibramsyah mengatakan bahwa pendaftaran CPNS akan diawasi pihaknya.

“Sistemnya sudah bagus, yang kami koreksi kemarin itu saat tes. Melalui sistem penerimaan tes itu, setelah tes ada yang keluar, tapi ada yang menurut kami tidak beretika. Artinya orang yang enggak lulus, dikomentarin,” jelasnya.

Ibram menyatakan yang perlu ialah saat pelaksanaan daftar ulang yang biasanya antre dan harus diatur. Pelaksanaan CPNS tahun ini tidak mencapai 1.000 peserta, namun jumlah peminat diprediksi banyak. Untuk itu, dalam kepengurusan akses jalan, Ombudsman menginginkan adanya kerja sama antarinstansi seperti kepolisian dan dinas pehubungan (dishub). Sebab fasilitas umum merupakan hak publik sehingga tidak diperkenankan merugikan pihak lain. Misalnya jika masih berlokasi di Bulungan, maka yang perlu disediakan adalah toilet umum atau paling tidak panitia harus bekerja sama dengan Unikal.

“Intinya pelayanan saja. Kalau seperti tahun kemarin ribuan, maka harus dipikirkan transportasi orang dari Tarakan ke Bulungan. Kami akan menurunkan tim nanti, bisa dua atau 3 orang,” ujarnya.

Ombudsman pun akan membangun posko pengaduan khusus penerimaan CPNS. Sebab itu, peserta CPNS dapat mengadukan permasalahan administratif. Pembukaan posko pengaduan pun akan dilaksanakan pada Oktober ini. “Saya rapat dulu untuk persiapan pembukaan posko pengaduan. Kalau laporan kami selesaikan hari itu juga,” imbuhnya. (iwk/*/rko/shy/wan/jpg/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…

Selasa, 19 November 2019 10:46

Uji Petik pada Angkutan Nataru

MENJELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Syahbandar dan…

Senin, 18 November 2019 17:56

Malaysia Sokong Kegiatan Wonderful Indonesia

TAWAU – Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia kian erat.…

Senin, 18 November 2019 17:54

Monitoring Akan Dilakukan dengan Kartu

TARAKAN - Monitoring yang dilakukan Tim Pengendalian Terpadu Pemprov Kaltara,…

Sabtu, 16 November 2019 14:52

Sport Center Terancam Mangkrak Lagi

TARAKAN – Lanjutan pembangunan Sport Center di Kampung Empat, Tarakan…

Jumat, 15 November 2019 15:03

Brimob Siap Amankan Pilkada 2020

TARAKAN - Suksesnya Pilpres dan Pileg serentak yang berlangsung tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*