MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 28 Oktober 2019 14:41
Peran dalam Keagamaan dan Sosial
Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

PROKAL.CO, MENJALANKAN peran sebagai pemuda, juga tak lepas dari nilai-nilai agama. Beruntung di Bumi Paguntaka ini, masih banyak pemuda yang tertarik membentuk komunitas-komunitas yang bermanfaat bagi masyarakat banyak di bidang keagamaan.

Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

“Pemuda menjadi salah satu tonggak. Di dalam hadis (sumber ajaran Islam setelah Alquran) disebutkan bahwa tidak akan bergerak kaki manusia sebelum ditanya. Salah satunya yang ditanya adalah masa mudanya sebelum datang masa tuanya,” ujar pria yang akrab disapa Ustaz Milenial ini, Sabtu (26/10).

Jika melihat perkembangan sejarah, pemuda pada masa sahabat memiliki kisah luar biasa seperti halnya khalifah yang menjadi pemimpin di usia 30 tahun, Imam Asy-Syafi’i yang sudah dapat mengajar dan memberi fatwa pada usia 15 tahun. “Pemuda memang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” kata pria kelahiran Tarakan, 14 Februari 1992 tersebut.

Di era revolusi ini, Fahmi menyatakan bahwa sikap pemuda Kota Tarakan telah banyak melakukan kegiatan positif seperti peduli terhadap lingkungan, pemberantasan terhadap narkoba, dari segi keagamaan pemuda juga banyak berperan. Nah, jika peran pemuda antara agama dan sosial dapat berjalan baik, maka Indonesia akan menjadi cerah sebab pemuda memiliki kegiatan positif.

Dalam menjalankan peran sebagai pengajar, Fahmi menekankan bahwa dakwah tak hanya dilakukan di rumah ibadah saja. Fahmi pun harus berdakwah sesuai dengan gaya anak muda yakni dengan menggunakan trik maupun metode yang baik. “Yang biasa dibahas bersama anak muda itu seperti tata cara salat, sejarah Islam, akhlak kepada manusia dan orang tua. Tantangannya ustaz saat ini berdakwahnya harus berbeda, tak hanya di masjid saja, tapi juga masuk ke komunitas-komunitas,” pungkas pria lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 14:06

Pikap Hantam Matik, Pengendara Tewas

TARAKAN – Kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan terkait kecelakaan yang…

Jumat, 22 November 2019 14:04

Siapkan Bimbingan Pranikah via Online

RENCANA diwajibkannya calon pengantin mengantongi sertifikat bimbingan pranikah, rupanya diwarnai…

Jumat, 22 November 2019 14:00

Masih Ada Utang di APBD 2020

TARAKAN – Dalam penyampaian nota penjelasan pemerintah tentang Raperda APBD…

Kamis, 21 November 2019 12:21

WADAWWW..!! Dua Kelurahan Masuk Kategori Kumuh Berat

TARAKAN – Dua kelurahan yang ada di Bumi Paguntaka yakni…

Kamis, 21 November 2019 12:18

63 Rambu Peringatan Bencana Segera Dipasang

TARAKAN - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan akan…

Rabu, 20 November 2019 18:19

Benturan di Jalur Pelayaran Berulang, Alat Tangkap Nelayan Ditabrak Ponton Batubara

TARAKAN – Aktivitas di laut Kaltara memang cukup tinggi, nelayan…

Rabu, 20 November 2019 18:17

Prihatin Harga Pupuk Naik dan Hoaks

Lulus dengan menyandang status cumlaude tentunya menjadi impian dan keinginan…

Rabu, 20 November 2019 18:05

Lapor Apa Saja di ‘Tarakan 1 Click’

TARAKAN - Polres Tarakan terus meningkatkan pelayanan untuk keamanan masyarakat.…

Selasa, 19 November 2019 13:39

Investasi Rp 37,9 Triliun, Sinosteel Masih Survei

TARAKAN – Rencana investasi Sinosteel Corporation dengan membangun membangun pabrik…

Selasa, 19 November 2019 13:36

“Jalan Rusak, Apa Harus Demo?”

TARAKAN – Warga Jalan Aki Balak, khususnya di sekitar SDN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*