MANAGED BY:
RABU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 28 Oktober 2019 14:41
Peran dalam Keagamaan dan Sosial
Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

PROKAL.CO,

MENJALANKAN peran sebagai pemuda, juga tak lepas dari nilai-nilai agama. Beruntung di Bumi Paguntaka ini, masih banyak pemuda yang tertarik membentuk komunitas-komunitas yang bermanfaat bagi masyarakat banyak di bidang keagamaan.

Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

“Pemuda menjadi salah satu tonggak. Di dalam hadis (sumber ajaran Islam setelah Alquran) disebutkan bahwa tidak akan bergerak kaki manusia sebelum ditanya. Salah satunya yang ditanya adalah masa mudanya sebelum datang masa tuanya,” ujar pria yang akrab disapa Ustaz Milenial ini, Sabtu (26/10).

Jika melihat perkembangan sejarah, pemuda pada masa sahabat memiliki kisah luar biasa seperti halnya khalifah yang menjadi pemimpin di usia 30 tahun, Imam Asy-Syafi’i yang sudah dapat mengajar dan memberi fatwa pada usia 15 tahun. “Pemuda memang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” kata pria kelahiran Tarakan, 14 Februari 1992 tersebut.

Di era revolusi ini, Fahmi menyatakan bahwa sikap pemuda Kota Tarakan telah banyak melakukan kegiatan positif seperti peduli terhadap lingkungan, pemberantasan terhadap narkoba, dari segi keagamaan pemuda juga banyak berperan. Nah, jika peran pemuda antara agama dan sosial dapat berjalan baik, maka Indonesia akan menjadi cerah sebab pemuda memiliki kegiatan positif.

Dalam menjalankan peran sebagai pengajar, Fahmi menekankan bahwa dakwah tak hanya dilakukan di rumah ibadah saja. Fahmi pun harus berdakwah sesuai dengan gaya anak muda yakni dengan menggunakan trik maupun metode yang baik. “Yang biasa dibahas bersama anak muda itu seperti tata cara salat, sejarah Islam, akhlak kepada manusia dan orang tua. Tantangannya ustaz saat ini berdakwahnya harus berbeda, tak hanya di masjid saja, tapi juga masuk ke komunitas-komunitas,” pungkas pria lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Januari 2021 13:11

Pemakaman Covid-19 Akan Ditata

TARAKAN - Luas pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang mencapai 40…

Rabu, 20 Januari 2021 13:09

Pembukaan PPPK Harus Diseriusi

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menegaskan bahwa kuota…

Rabu, 20 Januari 2021 13:04

DPO Narkoba, Demokrat Pecat R

TARAKAN – Kasus pengiriman narkoba dari Malaysia yang ditengarai atas…

Rabu, 20 Januari 2021 13:03

Usulkan Vaksinasi Mandiri Karyawan

TARAKAN – Para pengusaha meyakini vaksinasi Covid-19 yang tengah berjalan…

Selasa, 19 Januari 2021 13:49

PPPK Dibuka, Bakal Ada yang ‘Didepak’

TARAKAN - Rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di…

Selasa, 19 Januari 2021 13:43

Pelaku Usaha Harus Kreatif

TARAKAN - Pandemi Covid-19 yang masih ada di 2021 ini,…

Selasa, 19 Januari 2021 13:42

Kadin ‘Jemput’ Dana PEN ke Kaltara

TARAKAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyeriusi dana pemulihan…

Senin, 18 Januari 2021 11:15

Evaluasi Vaksinasi Covid-19 Tahap I di Kaltara, Cakupan Rendah, Bermasalah di Sistem

JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy menyampaikan, pelaksanaan…

Senin, 18 Januari 2021 11:12

Vaksin Merah Putih Harus Lalui 3 Tahap

TAK hanya vaksin Sinovac, Moderna dan Pfizer, namun Indonesia berhasil…

Senin, 18 Januari 2021 11:10

Kaltara Dapat 40 Paket Proyek, Senilai Rp 700,14 Miliar

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengungkapkan, sesuai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers