MANAGED BY:
SELASA
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 28 Oktober 2019 14:41
Peran dalam Keagamaan dan Sosial
Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

PROKAL.CO,

MENJALANKAN peran sebagai pemuda, juga tak lepas dari nilai-nilai agama. Beruntung di Bumi Paguntaka ini, masih banyak pemuda yang tertarik membentuk komunitas-komunitas yang bermanfaat bagi masyarakat banyak di bidang keagamaan.

Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

“Pemuda menjadi salah satu tonggak. Di dalam hadis (sumber ajaran Islam setelah Alquran) disebutkan bahwa tidak akan bergerak kaki manusia sebelum ditanya. Salah satunya yang ditanya adalah masa mudanya sebelum datang masa tuanya,” ujar pria yang akrab disapa Ustaz Milenial ini, Sabtu (26/10).

Jika melihat perkembangan sejarah, pemuda pada masa sahabat memiliki kisah luar biasa seperti halnya khalifah yang menjadi pemimpin di usia 30 tahun, Imam Asy-Syafi’i yang sudah dapat mengajar dan memberi fatwa pada usia 15 tahun. “Pemuda memang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” kata pria kelahiran Tarakan, 14 Februari 1992 tersebut.

Di era revolusi ini, Fahmi menyatakan bahwa sikap pemuda Kota Tarakan telah banyak melakukan kegiatan positif seperti peduli terhadap lingkungan, pemberantasan terhadap narkoba, dari segi keagamaan pemuda juga banyak berperan. Nah, jika peran pemuda antara agama dan sosial dapat berjalan baik, maka Indonesia akan menjadi cerah sebab pemuda memiliki kegiatan positif.

Dalam menjalankan peran sebagai pengajar, Fahmi menekankan bahwa dakwah tak hanya dilakukan di rumah ibadah saja. Fahmi pun harus berdakwah sesuai dengan gaya anak muda yakni dengan menggunakan trik maupun metode yang baik. “Yang biasa dibahas bersama anak muda itu seperti tata cara salat, sejarah Islam, akhlak kepada manusia dan orang tua. Tantangannya ustaz saat ini berdakwahnya harus berbeda, tak hanya di masjid saja, tapi juga masuk ke komunitas-komunitas,” pungkas pria lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (shy/lim)


BACA JUGA

Selasa, 27 Oktober 2020 11:05

Tujuh Pemancing Ditemukan Selamat

TARAKAN - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas B Tarakan,…

Selasa, 27 Oktober 2020 11:00

300-an UMKM Masih Menunggu Bantuan

TARAKAN - Bantuan pemerintah pada sejumlah usaha mikro kecil dan…

Senin, 26 Oktober 2020 14:46

Money Politics Dianggap Tak Menakutkan

PENGAMAT Politik sekaligus Akademisi Fisipol Universitas Kaltara (Unikaltar) Jimmy Nasroen, M.A,…

Senin, 26 Oktober 2020 14:41

Tidak Ada yang Memaparkan Masalah TKI

TARAKAN - Debat calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Kalimantan…

Senin, 26 Oktober 2020 10:34

Kasus Bertambah Lagi, Bisa Jadi Tarakan PSBB Lagi

TARAKAN – Tidak menutup kemungkinan Tarakan kembali memberlakukan pembatasan sosial…

Senin, 26 Oktober 2020 10:32

Tarakan Ajukan Penambahan CPNS di 2021

TARAKAN – Di masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah Kota Tarakan…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:04

Ekonomi Diprediksi Membaik setelah Vaksinasi

TARAKAN – Perekonomian Indonesia sedang berada pada titik terbawah. Pemerintah…

Sabtu, 24 Oktober 2020 13:01

Debat Pertama, Soal Hukum dan Pemerintahan

TARAKAN – Besok, debat antarkandidat akan dilaksanakan di Tarakan Plaza.…

Jumat, 23 Oktober 2020 23:35

Rumah Batik, Wadah Kreasi Difabel Membuat Produk UMKM

TARAKAN - Setelah sempat mengalami pasang surut, bahkan sempat vakum…

Jumat, 23 Oktober 2020 17:32

BBM Satu Harga Bak Suar di Tengah Gelap

TARAKAN - Peran Pertamina dirasakan sampai ke pelosok negeri. Perbatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers