MANAGED BY:
MINGGU
25 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 28 Oktober 2019 14:41
Peran dalam Keagamaan dan Sosial
Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

PROKAL.CO,

MENJALANKAN peran sebagai pemuda, juga tak lepas dari nilai-nilai agama. Beruntung di Bumi Paguntaka ini, masih banyak pemuda yang tertarik membentuk komunitas-komunitas yang bermanfaat bagi masyarakat banyak di bidang keagamaan.

Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

“Pemuda menjadi salah satu tonggak. Di dalam hadis (sumber ajaran Islam setelah Alquran) disebutkan bahwa tidak akan bergerak kaki manusia sebelum ditanya. Salah satunya yang ditanya adalah masa mudanya sebelum datang masa tuanya,” ujar pria yang akrab disapa Ustaz Milenial ini, Sabtu (26/10).

Jika melihat perkembangan sejarah, pemuda pada masa sahabat memiliki kisah luar biasa seperti halnya khalifah yang menjadi pemimpin di usia 30 tahun, Imam Asy-Syafi’i yang sudah dapat mengajar dan memberi fatwa pada usia 15 tahun. “Pemuda memang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” kata pria kelahiran Tarakan, 14 Februari 1992 tersebut.

Di era revolusi ini, Fahmi menyatakan bahwa sikap pemuda Kota Tarakan telah banyak melakukan kegiatan positif seperti peduli terhadap lingkungan, pemberantasan terhadap narkoba, dari segi keagamaan pemuda juga banyak berperan. Nah, jika peran pemuda antara agama dan sosial dapat berjalan baik, maka Indonesia akan menjadi cerah sebab pemuda memiliki kegiatan positif.

Dalam menjalankan peran sebagai pengajar, Fahmi menekankan bahwa dakwah tak hanya dilakukan di rumah ibadah saja. Fahmi pun harus berdakwah sesuai dengan gaya anak muda yakni dengan menggunakan trik maupun metode yang baik. “Yang biasa dibahas bersama anak muda itu seperti tata cara salat, sejarah Islam, akhlak kepada manusia dan orang tua. Tantangannya ustaz saat ini berdakwahnya harus berbeda, tak hanya di masjid saja, tapi juga masuk ke komunitas-komunitas,” pungkas pria lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (shy/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juli 2021 15:31

Adanya Nakes Gugur, IDI Kembali Usulkan PTM Dihentikan Sementara

TARAKAN - Adanya tenaga kesehatan (nakes) yang gugur untuk pertama…

Sabtu, 24 Juli 2021 13:46

16 Nakes RSUD Tarakan Terpapar Covid-19

TARAKAN- Sebagai garda terdepan, tenaga kesehatan (nakes) sangat terbilang rentan…

Sabtu, 24 Juli 2021 09:27

Satu Nakes RSUD Tarakan Gugur Akibat Covid-19

TARAKAN - Ibarat 'pecah telur', salah satu tenaga kesehatan (nakes)…

Jumat, 23 Juli 2021 13:19

Stok Oksigen Menipis, Ini yang Dilakukan RSUD Tarakan

TARAKAN - Stok  oksigen tabung di rumah sakit kian menipis.…

Rabu, 21 Juli 2021 16:44

Pemkot Minta Alat Plasma Konvalesen Dari Pusat

TARAKAN- Pemerintah Kota Tarakan telah meminta alat plasma konvalesen dari…

Rabu, 21 Juli 2021 15:40

Gedung Baru, Kapasitas Lapas Bertambah 100 Orang

TARAKAN - Kapasitas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan saat…

Selasa, 20 Juli 2021 10:21

Tarakan Krisis Vaksin

TARAKAN- Program penyuntikan vaksinasi oleh Pemerintah Kota Tarakan, sementara di…

Selasa, 20 Juli 2021 10:17

Stok Oksigen Kosong di Apotik

TARAKAN- Kurangnya pasokan oksigen dibeberapa layanan penyedia oksigen seperti apotik,…

Selasa, 20 Juli 2021 09:54

10 Persen Masyarakat Tarakan Terkonfirmasi Positif Covid-19

TARAKAN- Ratusan masyarakat, telah terkonfirmasi positif covid-19 dan masuk ke…

Senin, 19 Juli 2021 18:21

Imigrasi Dalami Dua WNA Asal Pakistan

NUNUKAN - Pemeriksaan terus dilakukan terhadap dua orang warga negara…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers