MANAGED BY:
RABU
08 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 28 Oktober 2019 14:41
Peran dalam Keagamaan dan Sosial
Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

PROKAL.CO,

MENJALANKAN peran sebagai pemuda, juga tak lepas dari nilai-nilai agama. Beruntung di Bumi Paguntaka ini, masih banyak pemuda yang tertarik membentuk komunitas-komunitas yang bermanfaat bagi masyarakat banyak di bidang keagamaan.

Dosen Universitas Borneo Tarakan, Fahmi Syam, B.IRKH (Hons), ME, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah perjalanan perjuangan para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

“Pemuda menjadi salah satu tonggak. Di dalam hadis (sumber ajaran Islam setelah Alquran) disebutkan bahwa tidak akan bergerak kaki manusia sebelum ditanya. Salah satunya yang ditanya adalah masa mudanya sebelum datang masa tuanya,” ujar pria yang akrab disapa Ustaz Milenial ini, Sabtu (26/10).

Jika melihat perkembangan sejarah, pemuda pada masa sahabat memiliki kisah luar biasa seperti halnya khalifah yang menjadi pemimpin di usia 30 tahun, Imam Asy-Syafi’i yang sudah dapat mengajar dan memberi fatwa pada usia 15 tahun. “Pemuda memang harus benar-benar dipersiapkan dengan baik,” kata pria kelahiran Tarakan, 14 Februari 1992 tersebut.

Di era revolusi ini, Fahmi menyatakan bahwa sikap pemuda Kota Tarakan telah banyak melakukan kegiatan positif seperti peduli terhadap lingkungan, pemberantasan terhadap narkoba, dari segi keagamaan pemuda juga banyak berperan. Nah, jika peran pemuda antara agama dan sosial dapat berjalan baik, maka Indonesia akan menjadi cerah sebab pemuda memiliki kegiatan positif.

Dalam menjalankan peran sebagai pengajar, Fahmi menekankan bahwa dakwah tak hanya dilakukan di rumah ibadah saja. Fahmi pun harus berdakwah sesuai dengan gaya anak muda yakni dengan menggunakan trik maupun metode yang baik. “Yang biasa dibahas bersama anak muda itu seperti tata cara salat, sejarah Islam, akhlak kepada manusia dan orang tua. Tantangannya ustaz saat ini berdakwahnya harus berbeda, tak hanya di masjid saja, tapi juga masuk ke komunitas-komunitas,” pungkas pria lulusan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. (shy/lim)


BACA JUGA

Selasa, 07 Juli 2020 12:32

Bisa Jadi Lawan Kuat, Udin - Indrajit

TARAKAN – Sebelumnya H. Udin Hianggio sempat menyinggung nama Indrajit,…

Selasa, 07 Juli 2020 12:31

Perpanjang PSBB Tarakan, Bisa Ya dan Bisa Tidak

TARAKAN - Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap keempat…

Selasa, 07 Juli 2020 12:28

Tarakan Masih Zona Merah, PSBB Potensi Diperpanjang

TARAKAN – Kasus pasien sembuh dari Covid-19 di Tarakan bertambah…

Sabtu, 04 Juli 2020 10:59

Hindari Penularan Covid, Gasebo Ditertibkan

Tarakan  -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama beberapa…

Sabtu, 04 Juli 2020 10:51

Cerita dari Kecelakaan Speedboat Antasena, Penumpang Tak Sadar Ditarik dari Jendela

TANA TIDUNG - Usai mengalami kecelakaan 14 penumpang speedboat nonreguler…

Sabtu, 04 Juli 2020 10:39

Selanjutnya Partai Demokrat ke Iraw?

TARAKAN – Partai Demokrat disebut-sebut salah satu partai yang dilobi…

Jumat, 03 Juli 2020 11:18

Alhamdullilah... Tiga Hari, di Tarakan 13 Pasien Sembuh

TARAKAN - Tiga hari berturut-turut terdapat pasien yang dinyatakan sembuh…

Jumat, 03 Juli 2020 09:21

“Pancasila Jangan Diganggu Lagi”

TARAKAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan dan sejumlah ormas…

Jumat, 03 Juli 2020 09:19

Sektor Perparkiran Alami Kebocoran PAD

TARAKAN - Meski telah diresmikan sejak Januari lalu, namun hingga…

Jumat, 03 Juli 2020 08:56

Sriwijaya Air Kembali Layani Rute Tarakan

TARAKAN – Mulai 1 Juli 2020, maskapai Sriwijaya Air akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers