MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 28 Oktober 2019 14:36
Kids Zaman Now Angkat Potensi Daerah
Owner D’Two, Rika Pratiwi

MEMPERINGATI Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada hari ini, Senin (28/10), menjadi momentum untuk memotivasi generasi muda. Khususnya kids zaman now atau anak milenial. Dalam hal ini, anak muda seharusnya berkontribusi menuju Indonesia maju, dan rakyat lebih sejahtera.

Membangun bangsa dan negara tidak harus duduk di roda pemerintahan. Ada kalimat sakti ‘banyak jalan menuju Roma’, yang dapat diterapkan agar ikut berkontribusi memaknai perjuangan para pahlawan.

Seperti yang dikatakan pemilik produk D’Two, Rika Pratiwi. Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ini, generasi muda lebih berkreativitas dalam mengenalkan, mengembangkan potensi daerah, khususnya Tarakan.

Menjadi bagian dari provinsi termuda di nusantara ini, merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan kreativitas tanpa batas. “Saya yakin pemuda di Tarakan, kreativitasnya lebih tinggi dan tidak kalah sama orang-orang di luar sana. Mengenalkan potensi dan daerah kita sendiri, itu tugas utama,” kata wanita berusia 31 tahun ini, pekan lalu.

Dilanjutkannya, meski sudah berkeluarga, khususnya kaum ibu pun dapat berkontribusi membangun daerah. Sedikit dia berbagi pengalaman, jatuh bangun dalam menjalankan usahanya di bidang kuliner.

2016 silam, dia mulai usaha kecil-kecilan. Ingin membuat produk makanan. Enggan merepotkan orang lain, termasuk keluarga, dimulainya dengan menjual perhiasan miliknya, seharga Rp 1.300.000. Dari modal pertamanya itu, diperuntukkan membeli loyang, bahan-bahan dan kemasan untuk prol tape, makanan khas Jember, Jawa Timur. Tapi untuk bahan utamanya, ia tetap menggunakan singkong, dan divariasikan dengan rumput laut dari Tarakan.

“Ingin membanggakan diri dan tunjukkan bahwa saya bisa. Saya jual gelang saya untuk modal. Saya yakin bisa beli lagi dengan hasil keringat saya sendiri. Dari modal itu, saya buka pesanan dan ternyata ekspektasinya luar biasa,” lanjut ibu dari dua orang anak ini.

Mendapatkan respons yang positif, dia semakin yakin bahwa bisa mengembangkan usahanya ini. Dalam tiga hari, dia bisa menebus kembali perhiasannya.

“Waktu itu masih buat prol tape, dan tiga hari saya sudah bisa tebus gelang itu,” kenang wanita kelahiran Tarakan, 17 mei 1988.

Seiring berjalannya waktu, usahanya tidak selalu mulus. Untuk mendapatkan legalitas, banyak hambatan yang dilalui. Termasuk diremehkan oleh sesama pegiat kuliner. Ada yang bilang, produknya tidak layak dan abal-abal. “Jadi saya sudah daftar untuk dapat sertifikat penyuluhan, tapi nama saya dihapus oleh seseorang di dalam perkumpulan itu. Katanya produk saya tidak pantas, akhirnya nama saya dihapus. Jadi saya merasa kecewa, dan tidak didukung,” katanya.

Januari 2017, dia bergabung dalam Rumah Kreatif BUMN (RKB). Mengikuti pelatihan-pelatihan, dan menerapkan materi yang didapatkan. Mei 2017, ia pun membuat inovasi baru dari olahan nanas, yang disebutnya si acar manisan nanas (sianas). Dalam selang waktu setahun, ia sudah membuat dua produk. Sekitar Juni 2017, dia mendapatkan izin produksi industri rumah tangga (PIRT).

“Saat ulang tahun RKB, saya terdaftar ikut penyuluhan PIRT. Sekitar Juni, saya mendapatkan PIRT. Saya sujud syukur, bisa mendapatkan PIRT untuk dua produk itu,” bebernya.

Terus menekuni usahanya, dalam sehari dia bisa memproduksi prol tape sebanyak 20 hingga 30 loyang. Untuk sianas sendiri, bisa mencapai 60 stoples kecil. Bahkan ia membuka reseller di Tanjung Pasir, Nunukan, Malinau, Bunyu, Tanjung Selor dan Salimbatu. Omzet yang diraihnya sekitar Rp 1.400.000 per hari.

“Apalagi prol sudah ada kemasan yang bagus, sudah divakum jadi ketahanannya lebih lama,” katanya.

Tak sampai di situ, hasil dari usahanya benar-benar dirasakan. Bahkan ia menjadi teladan di antara ibu-ibu Bhayangkari, sebagai ibu yang kreatif saat ikut doa bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) di awal Oktober. Tak tanggung-tanggung, ia pun mendapatkan kepercayaan membuat goodie bag prolond tape, dari produknya ini.

“Alhamdulillah saya menjadi kuliner (penggiat) terbaik,” ucapnya bersyukur.

Pekan lalu, ia berhasil mewakili Polda Kaltara di Jakarta, dalam kegiatan Bazar UMKM Ekonomi Kreatif Bhayangkari. Dari puluhan ibu Bhayangkari, hanya dua perwakilan yang terpilih mewakili Kaltara. “Alhamdulillahdikasih kesempatan ikut demo masak, dan dapat tiga resep dari Nyonya Liem Rose Brand. Dia juga sempat bertanya prol ini makanan khas Jember ya? Jadi saya bilang, iya tapi saya variasikan dengan rumput laut,” bebernya.

Diakuinya, dunia kuliner memang tidak ada ujungnya. Namun yang sangat disayangkannya, jika pelaku usaha hanya mencoba-coba dan mengikuti tren, tanpa mempertahankan produk tersebut. “Sekarang lagi booming-nya minuman, seperti boba. Tapi saya fikir, segala sesuatu yang viral, bagaimana caranya kita mempertahankan. Jangan sebentar saja, ikut-ikutan. Untuk teman-teman UMKM, lebih baik kita fokus pada satu produk, tapi komitmen dari awal,” tutupnya. (*/one/lim)


BACA JUGA

Senin, 27 September 2021 15:38

Agrobisnis, Majukan Pertanian Daerah

HINGGA saat ini, agrobisnis atau usaha niaga tani masih menjadi…

Senin, 27 September 2021 15:00

Ditinggal Berbelanja, Dapur Kafe Terbakar

TARAKAN - Minggu (26/9) Kafe Galileo yang berada di Jalan…

Sabtu, 25 September 2021 20:15

Wartawan Radar Tarakan Sabet Nilai Tertinggi UKW LSPR

Yedida Pakondo,  tidak pernah menyangka jika dirinya mendapat nilai tertinggi…

Sabtu, 25 September 2021 10:20

Sabah Ingin Merasakan Dampak IKN

TARAKAN - Perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur…

Jumat, 24 September 2021 11:43

PMI Mulai Pengambilan Darah Plasma Konvalensen

TARAKAN – Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah plasma konvalensen…

Jumat, 24 September 2021 11:32

Diprediksi Hujan hingga Tiga Hari ke Depan

TARAKAN - Masyarakat Tarakan harus bersiap dengan kondisi hujan yang…

Jumat, 24 September 2021 11:30

Versi DPUTR, Banjir Dipicu Air Pasang

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak Kamis (23/9)…

Jumat, 24 September 2021 11:29

Limbah Medis Dibuang Tak Sesuai Prosedur

TARAKAN - Dari  hasil survei kepatuhan, pencegahan maladministrasi yang dilakukan…

Kamis, 23 September 2021 18:04

Pengambilan Darah Plasma Konvalensen Dilakukan Secara Konvensional

TARAKAN – Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah plasma konvalensen…

Kamis, 23 September 2021 18:02

Ombudsman Temukan Limbah Medis Dibuang Tak Sesuai Prosedur

TARAKAN – Dari  hasil survei kepatuhan, pencegahan maladministrasi yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers