MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:25
Material Bangunan Sekolah Dipasok dari Malaysia
PANTAU: Kepala Disdikbud Nunukan, H. Junaidi bersama Wakil Bupati Nunukan, H. Faridil Murad saat melakukan monitoring terhadap pembangunan gedung sekolah di Krayan.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tinggal di daerah perbatasan tentu tidak asing lagi dengan produk dari negara tetangga. Seperti di Kecamatan Krayan, pembangunan gedung sekolah terpaksa menggunakan material yang diambil dari Malaysia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan, H. Junaidi saat melakukan monitoring sejumlah pembangunan gedung sekolah bersama Wakil Bupati Nunukan, H. Faridil Murad pekan lalu. Bahan bangunan yang digunakan untuk pembangunan sekolah dibeli langsung dari Malaysia.

“Di Krayan memang sulit untuk menggunakan material dari Indonesia, karena sulit untuk diangkut menggunakan pesawat,” kata H. Junaidi.

Menurutnya, sarana pendidikan di Kecamatan Krayan tidak terlalu tertinggal, karena tidak lepas dari pembangunan yang dilakukan tiap tahun. Walaupun sejumlah bahan bangunan harus menggunakan produk Malaysia. Bahkan harga bahan bangunan di Krayan tidak jauh berbeda dengan di Nunukan.

Dia menjelaskan, bahan bangunan di Krayan tidak jauh berbeda jika dibeli di Nunukan, seperti semen yang digunakan, di Krayan harga semen satu sak dibeli sekira Rp 160 ribu, sedangkan di Nunukan semen satu sak dikenakan harga sekira Rp 80 ribu. Misalkan semen dibeli di Nunukan dan diangkut menggunakan pesawat tentu akan dinilai mahal dari sisi biaya angkutan.

“Walaupun menggunakan barang Malaysia tapi belanja tetap menggunakan uang rupiah di toko bangunan di Krayan,” ujarnya.

Untuk itu, perhatian untuk sekolah di perbatasan harus menjadi perhatian serius, karena banyak cara yang dapat dilakukan untuk tetap meningkatkan fasilitas sekolah di wilayah terpencil. Jika hanya ingin mengharapkan bahan bangunan dari Indonesia, tentu akan sulit dilakukan pembangunan sarana sekolah di Krayan. 

Dia menambahkan, sekolah yang sempat ditinjau seperti Sekolah Dasar (SD) Negeri 014 Pa Padi, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 02 Brian Baru, kedua sekolah dilakukan pembangunan dengan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).  Sedangkan lima sekolah lainnya yang dilakukan pembangunan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat dengan dana alokasi khusus (DAK) yakni, SD Negeri 01 Long Bawan, SD Negeri 06 Long Midang, SMP Negeri 01 Krayan, SMP Negeri 04 Krayan dan SMP Negeri 03 Krayan Selatan.

“Jika dilihat bangunannya semua sesuai dengan perencanaan, bahkan hasil pekerjaan sangat memuaskan,” tambahnya. (nal/zia)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers