MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:19
Dinsos: ODGJ dan Gepeng Belum Meresahkan
Dra. Hj. Maryam

PROKAL.CO, TARAKAN – Orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) masih biasa ditemui berkeliaran di Tarakan. Namun Dinas Sosial (Dinsos) menilai keberadaan mereka dalam kategori aman.

Kepala Dinsos Tarakan Dra. Hj. Maryam mengakui masih terdapat beberapa  ODGJ berkeliaran. Meski begitu kehadiran ODGJ tersebut di waktu tertentu dirasa tidak menganggu ketertiban maupun menimbulkan keresahan. Menurutnya jika kehadiran mereka cukup meresahkan lingkungan sekitar dan tidak bisa dikontrol, maka pihaknya siap melakukan penertiban.

"Sejauh ini dari pemantauan, cenderung masih dalam kategori aman dari ODGJ dan gepeng. Aman bukan berarti tidak ada yah, ada juga 1 atau 2 cuma masih bisa dikontrol dan tidak sampai meresahkan masyarakat. Kalau gepeng atau pengemis sejauh ini memang ada, cuma sifatnya tidak menetap di suatu tempat, tapi ada beberapa yang keliling ke rumah rumah. Sekarang sudah jarang," ujarnya.

Meski pihaknya tidak memiliki wewenang khusus dalam merazia ODGJ atau pengemis, namun ia menegaskan dapat mengkoordinasikan hal tersebut kepada Satpol PP jika dirasa mengganggu ketertiban umum. Walau demikian, tindakan tersebut hanya dapat dilakukan jika ada laporan ketidaknyamanan masyarakat.

"Untuk menangkap ODGJ secara langsung kami tidak bisa karena itu bukan ranah kami, tetapi kalau orang terlantar tidak memiliki keluarga kami berwenang menanganinya. Untuk ODGJ atau pengemis, kami hanya bersifat menunggu laporan, ketika ada laporan kami langsung koordinasikan kepada Satpol PP untuk menertibkannya," tukasnya.

Dijelaskannya, saat ini Dinsos tidak memprioritaskan dan tidak terfokus pada tindakan yang bersifat penertiban, mengingat tupoksi Dinsos lebih kepada penanganan aksi kemanusiaan. Walau demikian, penindakan dapat dilakukan jika adanya laporan dari masyarakat.
"Saat ini kami belum memprioritaskan penanganan ODGJ berkeliaran, karena ini kan berhubungan dengan ketertiban dan kenyamanan. Sementara saat ini kami lebih memprioritaskan kemanusiaan seperti menangani warga terlantar, lansia di panti jompo, panti jompo atau warga sebatang kara yang membutuhkan penanganan pemerintah. Sehingga kami tidak melakukan razia yang bersifat inisiatif karena itu bukan ranah kami," terangnya.

Lanjutnya, sepanjang 2019 puluhan ODGJ dan gepeng telah ditertibkan atas adanya laporan masyarakat. Menurutnya, dalam penertiban tersebut sebagian ODGJ merupakan seseorang yang sengaja ditinggalkan pihak keluarga. Mengingat beberapa di antaranya ditemukan di saat momen bersandarnya kapal laut di Tarakan.

"Sejauh ini dari laporan total sekitar 28 ODGJ dan gepeng sudah ditertibkan Satpol PP. Itu karena dirasa cukup meresahkan masyarakat. Sebagian juga di dapat saat jadwal kapal, entah ia diturunkan keluarganya kemudian ditinggalkan atau terpisah di keramaian. Itu cukup banyak ODGJ yang ditertibkan saat jadwal kapal datang," tuturnya.

Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan, Hanif Matiksan menuturkan, sejauh ini belum ada ODGJ yang pengemis yang dilaporkan meresahkan masyarakat. Walau begitu, ia mengakui terdapat beberapa ODGJ yang berkeliaran.

"Sejauh ini masih aman. Memang ada beberapa ODGJ yang sering terlihat. Kemarin di sekitar Jembatan Besi. Tapi dari laporan ODGJ itu punya rumah dan keluarga. Jadi ODGJ itu biasanya pulang di jam tertentu. Untuk gepeng, sejauh ini kami sudah menertibkan belasan gepeng di tahun 2019. Rata-rata gepeng ini berkedok pedagang lengketan atau buku doa. Tapi tidak jarang meminta uang kepada orang," tuturnya.

Ia menjelaskan beberapa pengemis yang tertangkapp hanya diberikan pembinaan agar mencari pekerjaan yang layak. Selain itu, ia mengakui sebagian pengemis berkedok tersebut bukanlah merupakan warga Kota Tarakan, melainkan imigran dari daerah tertentu.

"Sebagian besar kami lakukan pembinaan agar mencari pekerjaan lebih baik. Memang sebagian besar sebenarnya bukan warga Tarakan, tapi kebanyakan mereka sengaja datang untuk mencari uang di sini," imbuhnya. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:39

Uut Permatasari Diarak Keliling Tarakan

TARAKAN – Semarak pawai karnaval ‘pesta rakyat Simpedes’ akhirnya tiba.…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:31

Wajib Belajar di Rumah via Aplikasi

TARAKAN - Perapan wajib belajar bagi siswa di rumah bagi…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:26

Pedagang Sebut Sembako Masih Normal

TARAKAN - Lonjakan harga sembako di berbagai daerah menjelang hari…

Kamis, 05 Desember 2019 13:04

Pembelian Premium Akan Ditakar

TARAKAN - Meluapnya antrean di SPBU Mulawarman dan SPBU Kusuma…

Kamis, 05 Desember 2019 12:52

Evaluasi Kinerja saat Pemilu 2019

TARAKAN - Pelaksanaan pemilu 2019 di Kaltara telah berhasil di…

Rabu, 04 Desember 2019 12:13

Kapolda: Mungkin Milik Anggota Tertinggal

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono…

Rabu, 04 Desember 2019 12:09

Abai, Rumah Makan Bisa Disita BPPRD

TARAKAN - Penarikan pajak sebesar 10 persen, ternyata masih saja…

Rabu, 04 Desember 2019 12:07

7 Kali Sidang Isbat, 2.416 Pasangan

KONSULAT RI Tawau untuk ketujuh kalinya bekerja sama dengan Pengadilan…

Selasa, 03 Desember 2019 10:20

Keamanan Kendaraan Parkir Dipertanyakan

TARAKAN - Januari 2020 mendatang, e-Parking rencananya akan diterapkan di…

Selasa, 03 Desember 2019 10:16

IDI Usulkan Kenaikan Gaji bagi Spesialis

TARAKAN – Minimnya peminat pada formasi dokter spesialis calon pegawai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.