MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 25 Oktober 2019 18:00
TNI Ikut Mengajar di Sekolah
JANGKAU PENDIDIKAN: Wakil Asisten Bidang Teritorial Kasad, Brigjen TNI Gathut Susetyo melihat langsung prajurit TNI yang turut mengajar di Sekolah Tapal Batas.

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia seperti di Sebatik, ikut turut serta mengajar seperti seorang guru kepada siswa. Hal itu dilakukan di Sekolah Tapal Batas, Kecamatan Sebatik Tengah.

Wakil Asisten Bidang Teritorial Kasad, Brigjen TNI Gathut Susetyo mengatakan, dari kunjungannya di Sebatik, tepatnya di Sekolah Tapal Batas, Kecamatan Sebatik Tengah, kondisi tersebut dilihatnya secara langsung, bahwa para siswa menerima pelajaran dari anggota TNI yang bertugas di perbatasan. “Saya mendapat informasi bahwa yang sekolah di Sekolah Tapal Batas adalah anak TKI yang berada di Sebatik bagian Malaysia,” kata Gathut Susetyo.

Menurutnya, para anak TKI ini awalnya tidak memiliki pengetahuan tentang negara Indonesia, yang diketahui adalah tentang kebangsaan Malaysia. Setelah sekolah di Sekolah Tapal Batas, anak-anak TKI pun mulai memahami lagu Indonesia Raya serta mampu melaksanakan upacara.

Diketahui, Sekolah Tapal Batas didirikan pada 2014 lalu oleh Hj. Suraidah. Waktu itu, pembangunan sekolah ini mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat, serta TNI yang bertugas di perbatasan ikut membantu mengembangkan Sekolah Tapal Batas.

Hingga kini, sekolah tersebut terus berkembang berkat bantuan dari berbagai perusahaan. Bahkan sekolah ini juga dilengkapi asrama untuk siswa, yang menampung anak-anak TKI yang tinggal di Sebatik bagian Malaysia.

Keterlibatan TNI di sekolah ini menjadi salah satu tugas selama berada di Sebatik. “TNI ini memang sementara bertugas di perbatasan, sekaligus mengabdi untuk pendidikan kepada anak-anak di perbatasan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Tapal Batas, Hj. Suraidah mengatakan, dari 112 siswanya, mayoritas merupakan anak-anak TKI asal Sebatik Malaysia. “Awalnya untuk membuka sekolah ini bukanlah hal yang mudah. Banyak yang dilakukan untuk menyakinkan para TKI untuk menyekolahkan anaknya. Kami harus masuk di kebun kelapa sawit untuk membujuk agar para anak TKI bisa bersekolah,” kata Hj. Suraidah. (nal/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers