MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 25 Oktober 2019 17:27
Adip Dwi Sasongko Sabet Dua Medali Perak Sekaligus

Siswa SMAN 1 Tarakan Berprestasi di Tingkat Nasional dan Internasional (Bagian-1)

SISWA BERPRESTASI: Adip Dwi Sasongko (kiri) dan Muhammad Faturrahman Marsuki (kanan) menunjukkan piala kemenangan, sekaligus foto bersama Plt Kepala SMAN 1 Tarakan, Weti Heri Murtiningrum, Rabu (23/10).

PROKAL.CO, Kabar membanggakan datang dari siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tarakan. Diketahui, siswa bernama lengkap Adip Dwi Sasongko ini memboyong dua medali perak sekaligus dalam Oktober ini.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

SISWA kelas XII MIPA 3 ini mengikuti lomba yang berbeda dalam Oktober 2019 ini. Kendati demikian, siapa sangka dia berhasil meraih juara 2 di masing-masing lomba tersebut.

Diketahui, 9-14 Oktober 2019 Adip mengikuti lomba yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) di Makassar, Sulawesi Selatan. Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional IX 2019.

Konon ada 10 cabang lomba yang dipertandingkan dalam Pentas PAI ini. Adip sendiri mengikuti lomba Karya Ilmiah Remaja PAI. Berangkat dari tema Keberagaman Milenial yang Modern, dipilihnya judul penelitian AHSIAF. Berbasis aplikasi pembelajaran antara akidah, syariah dan tasawuf.

Konsep penilitiannya ini muncul, seiring kemajuan dan canggihnya teknologi. Yang mana, dengan mudahnya berita dan isu tersebar dari Sabang sampai Merauke dalam hitungan detik.

Tak terkecuali unsur agama, yang terbilang sangat sensitif dan mudahnya orang terprovokasi. Tapi dengan aplikasi yang diciptakannya ini, setidaknya memberikan berita-berita tentang islam yang sudah dikaji terlebih dahulu.

“Sekarang banyak berita-berita hoax yang mengandung agama. Sedangkan agama itu sangat sensitif, jadi saya membuat sebuah media untuk mengatasi hal tersebut. Aplikasi itu berisi berita-berita tentang islam, yang sudah dikaji terlebih dahulu,” kata siswa kelahiran Tarakan, 7 November 2001.

Meski sempat mengalami kendala dengan sistem aplikasinya, tapi dia berhasil meraih juara 2 dari 6 peserta yang lolos seleksi tingkat nasional. Yakni dari Makassar, Aceh, Jogyakarta dan Jawa Timur. Awalnya pun ia tidak menyangka, bisa membawa nama Provinasi Kalimantan Utara dan memboyong medali perak.

Apalagi saingannya ini terbilang dari kota-kota besar. Tidak percaya diri, sempat terlintas di benak pikirannya. Tapi berhasil dihempaskannya.

“Sempat grogi, apalagi mereka tingkat keagamaannya lebih di atas. Bahkan ada yang dari pesantren, sedangkan saya SMA. Tapi mencoba percaya diri. Tapi enggak nyangka juga (juara 2),” ucapnya senang.

Setelah dari Makassar, dia langsung mengikuti lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019, yang diselenggarakan Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Solo.

Bila seumurannya menikmati masa remaja dan memanjakan diri, dia justru menghabiskan waktu hingga tengah malam di sekolah. Untuk mengikuti lomba-lomba ini sudah jauh hari dipersiapkannya. Mungkin selama 6 bulan, untuk melakukan penelitian.

“Jadi dari Makassar, langsung berangkat ke Solo ikut lomba (OPSI) lagi. Sebenarnya pikirannya bercampur aduk, tapi berusaha memberikan yang terbaik. Saya persiapannya 6 bulan, tapi yang paling lama itu persiapan OPSI,” bebernya.

Meskipun jeda waktunya lomba sangat dekat, tapi pria berusia 17 tahun ini mampu unjuk kebolehannya di bidang Fisika dan rekayasa dalam lomba OPSI ini. Meluncurkan aplikasi Lalu Lintas, lagi-lagi dia berhasil mempersembahkan medali perak di tingkat nasional ini.

Padahal dari lawan yang membuatnya gentar adalah Yogyakarta, yang dijuluki Kota Pelajar itu. Apalagi lomba tingkat nasional ini perdana diikutinya, tapi berhasil dilaluinya dengan hasil yang memuaskan. “Dari aplikasi itu lebih memudahkan, misalnya telepon darurat. Juga menghubungkan pengguna jalan dengan polisi. Sempat berpikir tidak menang, tapi tidak nyangka lagi karena bisa dapat juara dua,” lanjutnya.

Setelah ini, duduk di bangku kelas XII, dia akan fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. (***/lim)


BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 11:44

Stok Sembako Aman Dua Bulan

  Tarakan bakal kesulitan jika harus melakukan lockdown(karantina wilayah) menghadapi…

Senin, 30 Maret 2020 11:38

Bandel, Arena Sabung Ayam Diratakan Yonmarhanlan

TARAKAN - Meski telah beberapa kali ditertibkan, namun gelanggang sabung…

Senin, 30 Maret 2020 09:38

Pastikan Tidak Ada Penimbuhan Bahan Pokok

TARAKAN - Semakin menyebarnya Covid-19 ini, membuat sebagian masyarakat panik.…

Minggu, 29 Maret 2020 13:15
Dua Kontak Pasien 01 Diduga Sudah Positif

Di Tarakan, 312 Orang Melapor ke Hotline Gustas

TARAKAN - Dua dari 30-an kontak pasien 01, perempuan berjenis…

Minggu, 29 Maret 2020 12:22

Satu RT di Pamusian Dikarantina

WALI Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes, memutuskan untuk melakukan karantina…

Minggu, 29 Maret 2020 12:14

Jangan Tersinggung, Pasien Positif Covid-19 Diminta Jujur Ceritakan Perjalanan

TARAKAN- Direktur Utama RSUD Tarakan dr. Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan…

Minggu, 29 Maret 2020 12:11

Pasien Positif Covid-19 Itu Sempat Tak Dirawat di Ruang Isolasi

TARAKAN – Sebelumnya tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:20

Ini yang Dikhawatirkan Jika Masih Ada Peliputan Konferensi Pers

TARAKAN – Kekhawatiran akan penyebaran Covid-19 meluas. Tak terkecuali bagi…

Jumat, 27 Maret 2020 14:24

Sehari Habiskan 10 Ribu Liter, Tarakan dan Bulungan Semprotkan Disinfektan

TARAKAN - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Tarakan, Satuan…

Jumat, 27 Maret 2020 14:06

Zero Positif, APD Bisa Dipakai Berulang

TARAKAN – Sebanyak 2.000 set bantuan alat pengaman diri (APD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers